
Damon dan Velvet langsung menuju ke kamar mereka. Setibanya di kamar, Damon langsung menutup pintu kamar dan mencium rakus bibir Velvet.
Tangannya membuka baju Velvet dengan sabgat cekatan. Begitu juga dengan tangan Velvet yang begitu aktif meraba tubuh Damon di balik kaos tipisnya.
"Kau tak bosan melakukan hal ini?" tanya Velvet tertawa pelan ketika Damon menciumi dadanya yang sudah tak tertutup apapun.
"No.. aku tak akan bosan bila kau memintanya," jawab Damon di depan dada Velvet.
Lalu Damon membuka celana Velvet dan berlutut di depannya. Dia bermain di area sensitifnya dan membuat Velvet merasa benar benar melayang hingga dia harus memegang bahu lebar Damon agar tak lunglai.
Setelah cukup lama melakukan pemanasan, Damon pun mengangkat Velvet menuju ranjang.
Kali ini mereka benar benar bermain liar. Damon membuat Velvet melakukan beberapa gaya bercinta.
Dan Velvet sangat menikmati pengalaman bercintanya itu. Tangan Damon dan Velvet saling bertautan dengan mata saling menatap dan tuh bergerak seirama.
Velvet kemudian mencium dada Damon dan meraba punggungnya. Dia merasakan cinta yang begitu dalam pada Damon.
Dia tak menyangka dirinya akan secinta ini apda Damon karena Velvet tak pernah merasakan hal ini sebelumnya.
Dulu, merasakan cinta sangat sulit baginya. Tetapi bersama Damon, dia merasakan hal yang berbeda.
Velvet malam ini begitu bergairaah dan Damon tentu saja senang dengan hal itu.
"Kau terlihat sangat bergairahh, baby. I love it," kata Damon tersenyum miring yang menjadi khasnya.
"Hmm.. Entahlah apa yang merasukiku," jawab Velvet dengan nada mendesah.
Damon membalik tubuh Velvet dan kembali bergerak. Dadanya menempel di atas punggung Velvet.
Tangannya menahan perut Velvet agar posisi Velvet tetapi menungging.
Tangan satunya lagi menangkup dada Velvet yang ikut bergerak karena gerakannya itu.
"Ooohh baby," desah Damon semvari menciumi punggung halus Velvet.
Damon menggerakkan pinggulnya untuk mendapat puncak kepuasannya. Dia memegang pinggul Velvet dan bergeraj cepat hingga mereka mendesah keras bersama menikmati permainan liar ini malam ini.
"Thank you Mister. Pelayananmu sangat memuaskan," ucap Velvet dan tertawa pelan.
"Berapa kau akan membayarku, nyonya?," jawab Damon.
"Kau ingin apa? Katakan saja. Aku akan membayarmu banyak sekali jika kau selalu memberikan service seperti ini padaku," balas Velvet.
Damon tertawa dan semakin memeluk erat sang istri.
"Aku ingin kau membayarnya dengan seluruh hidupmu," jawab Damon mengecup cuping telinga Velvet.
Lalu Velvet membalik tubuhnya dan menghadap ke arah Damon.
Dia mengusap lembut rahang Damon yang tampak kokoh dan berjambang halus itu.
"Mengapa kau setampan ini?" tanya Velvet.
"Tanyakan hal ini pada mommy dan daddy," jawab Damon mencium bibir merah Velvet yang membengkak karena ciuman rakusnya tadi.
"Apakah anak kita nanti akan setampan dirimu?" tanya Velvet sembari menyusuri wajah Damon dengan bibirnya.
"Hmm, tentu saja. Dan putri kita akan cantik seperti dirimu," jawab Damon menarik pinggang Velvet agar lebih dekat.
Velvet tertawa pelan dan menggesekkan hidungnya pada hidung mancung Damon. Dia meraba hidung Damon yang sedikit bengkok.
"Apa ini karena hobymu berkelahi dulu?" tanya Velvet.
"Hmm. Dan aku membalasnya dengan mematahkan tangan serta kakinya," jawab Damon.
"Kau benar benar seperti preman," Ucap Velvet.
"Kita sama, baby. Kau versi wanitanya," jawab Damon.
"Aku tak suka membuat masalah. Tetapi aku tak bisa tinggal diam jika ada yang membuat masalah denganku," kata Velvet.
"Hmm. Kini kau tak perlu melakukan itu. Kau cukup memanggilku saja. Aku yang akan membereskannya," ucap Damon.
Velvet tersenyum dan kembali menciumi bibir Damon bertubi tubi.
JANGAN LUPA.LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA.❤❤❤