
2 TAHUN KEMUDIAN.....
"VEEEEELLLL!!!!!!!!!" panggil Heidi dari arah belakang tokonya.
"I'm comiiiiiiiiiiiiing...," jawab Velvet dengan teriakan khasnya.
Lalu Velvet pergi menghampiri Heidi di halaman belakang toko barunya.
"Ada apa aunty?" tanya Velvet.
"Kita akan pindah lagi bulan depan," jawab Heidi dengan santainya.
"What??? bukankah kita baru beberapa bulan pindah kemari?" kata Velvet.
"Norman menemukan tempat yang bagus untuk kita di New York," jawab Heidi.
"Apa aunty tak capek berpindah tempat terus menerus?" tanya Velvet.
"Tidak, aku justru senang berpindah pindah, bersiaplah. Jangan terlalu cerewet," jawab Heidi.
"Oke aunty," kata Velvet dan langsung menuju pintu toko lalu menutupnya.
Setelah itu, Velvet menyiapkan baju dan keperluan lainnya kemudian memasukkannya dalam 2 tas koper besar. Ini adalah ketiga kalinya mereka berpindah tempat.
Velvet keluar dari tempat pembinaan setahun yang lalu. Banyak pelajaran yang diambil oleh Velvet selama tinggal disana.
Selain itu dia semakin menghargai makna kehidupan. Dirinya masih sangat beruntung dimana hidupnya tak terlalu buruk seperti anak anak yang lainnya.
Dan Velvet selalu memberi uang kepada teman temannya yang sudah keluar dari tempat itu terlebih dulu, karena dia merasa harus berbagi dengan atas apa yang didapatkannya selama ini dari asuransi kematian ibunya dan penjualan rumahnya.
Setidaknya uang itu akan berguna bagi teman temannya yang kekurangan.
Ketika keluar dari sana, Galy menjemputnya. Sedangkan Damon sudah berkuliah di Inggris.
Velvet menolak tinggal bersama Galy dan lebih memilih tinggal bersama Heidi karena Heidi tak memiliki sanak saudara sepertinya.
Galy dan Rey menerima hal itu karena itu adalah hak Velvet. Damon juga menerimanya dan komunikasi mereka tetap terputus hingga saat ini.
Velvet hanya tak ingin membuat nama keluarga Damon tercemar karena masa lalu Velvet yang kelam.
Jadi Velvet memutuskan untuk menjauh dari mereka.
Galy juga sudah memberitahunya tentang kematian Owen. Dan Velvet menerimanya dengan lapang dada. Kakak laki lakinya mengiriminya uang warisan dari sang ayah dalam jumlah yang lumayan besar, meskipun sebenarnya, Velvet tak terlalu mengharapkan hal itu.
Heidi ingin masa depan Velvet cerah dan berhasil. Apalagi Velvet adalah gadis yang pintar dan memiliki otak yang cerdas.
Tanpa sepengetahuan Velvet, Rey mendaftarkan Velvet kuliah di New York dengan bantuan Heidi untuk mengambil dokumen pribadi Velvet.
Meskipun berjauhan, Rey dan Galy tetap mengawasi Velvet dengan bantuan Heidi. Damon dan Velvet tak tahu akan hal ini.
Kepindahan Heidi ke New York pun karena permintaan Rey. Mereka semua sangat menyayangi Velvet dan ingin Velvet mendapatkan kehidupan yang baik ke depannya.
Keesokan harinya, Velvet dan Heidi berangkat menuju New York. Mereka berangkat dari kota Ohio. Velvet sudah lancar menyetir mobil dan kali ini dia yang membawa mobil Heidi menuju New York.
Heidi menjual tokonya dengan bantuan Rey agar lebih cepat laku.
Perjalanan di tempuh selama lebih kurang 9 jam. Mereka tiba di New York sekitar jam 7 malam. Velvet mengarahkan mobilnya ke alamat apaertemen Heidi disana.
Velvet sedikit terkejut dengan apartemen Heidi yang terbilang sangat mewah.
"Apa ini apartemen aunty?" tanya Velvet sambil memandang ke arah depan mobilnya.
"Ayo turunlah," kata Heidi.
Lalu ada 2 orang pria yang membantu mereka membawakan koper mereka ke atas apartemen Heidi.
Velvet pun tiba di dalam apartemen Heidi yang mewah itu. Dia melihat foto foto Heidi bersama suami dan anaknya yang dipajang di tembok ruang keluarga.
"Jadi aunty memang berasal dari New York?" tanya Velvet.
"Ya, aku ingin melarikan diri sejenak dari kesedihanku ketika suami dan anakku meninggalkanku sendirian," jawab Heidi.
Lalu Velvet berbalik melihat pada Heidi. Kemudian dia menghampirinya dan memeluknya.
"Terima kasih sayang, kau memilih untuk tinggal bersamaku," kata Heidi lirih dan mengusap punggung Velvet.
"Terima kasih sudah mau menerimaku yang penuh dengan keburukan ini, aunty," jawab Velvet.
"Sudahlah, ayo kita makan malam, aku tak suka suasana mellow seperti ini," kata Heidi melepaskan pelukannya pada Velvet.
Velvet tertawa pelan dan kemudian masuk ke kamar yang sudah disiapkan untuknya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA........