FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY

FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY
#45



Velvet tak bisa mencegah Damon untuk tak masuk ke apartemennya. Damon lebih keras kepala dari pada dirinya.


Velvet masuk ke kamarnya dan mengganti bajunya dengan kaos biasa dan celana pendek berbahan kaos. Sedangkan Damon ada di ruang tengah menyalakan televisi.


Velvet kemudian keluar dari kamarnya setelah mengganti bajunya. Dia melihat Damon sedang menonton film di televisi dengan santainya.


"Dia pikir ini rumahnya?" gumam Velvet pelan.


"Apa kau tak punya camilan?" tanya Damon.


"Tidak untukmu," jawab Velvet yang langsung ke dapur untuk mengambil puding coklat yang dibuat oleh Heidi tadi pagi.


Lalu Damon beranjak dari sofa dan menuju ke dapur juga karena dia merasa haus setelah minum kopi tadi.


"Kau tak bekerja?" tanya Velvet.


"Aku bossnya," jawab Damon sembari mengambil gelas di rak atas seakan akan dia pemilik apartemen ini.


"Ck, Kau adalah contoh bos yang tidak baik," kata Velvet sambil memakan pudingnya dengan duduk di meja marmer dapur yang lumayan besar dengan kaki bergelantungan ke bawah.


Damon tertawa pelan dan meminum airnya. Lalu dia menaruh gelasnya di sebelah Velvet dan kemudian menatap wajah Velvet sangat dekat.


"Ada apa? Sepertinya kau akan menciumku lagi?" tanya Velvet sambil mengunyah pudingnya.


"Hmm. Sepertinya bibirmu sangat manis karena coklat itu. Kurasa itu akan sangat lezat jika aku mencicipinya sedikit saja," kata Damon tersenyum miring yang menggoda.


"Don't disturb me. Aku sedang makan," kata Velvet.


"Itu tak masalah," jawab Damon yang langsung mencium bibir merah nan ranum milik Velvet.


Kali ini Damon tak memberikan sebuah kecupan melainkan sebuah ciuman. Tubuh Velvet seakan kaku dan terkunci ketika Damon mencium bibirnya.


Damon mengambil semangkuk puding dari tangan Velvet dan menaruhnya di meja.


Damon tersenyum ketika Velvet tak menolak ciumannya meskipun Velvet masih belum membalas ciuman itu. Damon menyesapi bibir Velvet dan menggigitnya sedikit hingga bibir Velvet terbuka.


Tangan Damon menahan tengkuk leher Velvet agar bisa menciumnya lebih dalam. Lidahnya mulai masuk ke dalam mulut Velvet dan bereksplorasi disana dengan leluasa.


Damon melakukan ciuman itu dengan lembut dan perlahan agar Velvet bisa mempelajari gerakan bibirnya. Setelah agak lama, Velvet pun terpancing untuk membalas ciuman Damon.


Tubuhnya mulai mendekat ke arah tubuh Damon dan Damon menarik pahanya agar lebih mendekat padanya.


Velvet mulai menikmati ciuman itu dan mengikuti permainan bibir Damon yang sudah sangat mahir. Setelah cukup lama berciuman, tiba tiba ponsel Velvet berbunyi. Awalnya dia mengabaikannya tetapi ponselnya terus berdering dan tak berhenti.


"Apakah aku harus membuang ponselmu?" tanya Damon di atas bibir Velvet yang basah.


Lalu Velvet mendorong tubuh Damon dan mengangkat ponselnya.


"Halo, ada apa Matias?" jawab Velvet sembari mengusap bibirnya yang basah karena ciuman Damon.


"Halo Vel. Kami akan mendiskusikan tentang tugas kita yang kemarin. Apa kau mau ikut?" tanya teman Velvet.


"Dimana?" tanya Velvet dan menahan dada Damon agar tak mendekatinya.


"Di cafe dekat kampus, kau mau ikut? Jika iya, aku bisa menjemputmu karena ruteku akan melewati apartemenmu," kata Matias.


Damon menatap intens pada Velvet hingga Velvet tak konsentrasi mendengarkan ucapan Matias, teman kampusnya.


"Vel, bagaimana?" tanya Matias lagi.


"Ah ya maaf, coba katakan sekali lagi," jawab Velvet yang menjambak rambut Damon ketika Damon akan mengganggunya dengan mencium lehernya.


"Apakah kau butuh tumpangan untuk pergi ke cafe? Aku bisa menjemputmu kalau kau mau," jawab Velvet sembari membelalakkan matanya pada Damon sedangkan Damon memasang wajah polosnya dan kini tangannya merayap ke paha Velvet.


Velvet mengigit bibirnya ketika Damon mengusap paha mulusnya karena dia hanya memakai celana pendek.


"Vel??? are you okey?" tanya Matias di seberang telepon.


"VEL???" panggil Matias lagi agak keras dan menyadarkan Velvet.


"Ah ya maaf. Aku akan berangkat sendiri nanti," jawab Velvet akhirnya dan melepaskan tangan Damon di pahanya.


"Baiklah, kita akan sekalian makan malam disana, Bye. Berhati hatilah di jalan," kata Matias.


"Hmm Thank you," jawab Velvet lalu menaruh ponselnya di meja dan menatap tajam pada Damon.


"Apakah kita berkelahi saja? Aku benar benar ingin memukulmu sekarang," kata Velvet dan Damon hanya tersenyum menanggapinya.


Dia kemudian meretangkan tangannya seakan menerima tantangan Velvet untuk berkelahi.


Lalu Velvet turun dari meja dan menarik tangan Damon karena ingin membanting tubuhnya melalui punggungnya. Tetapi Damon menahannya dan justru Damon yang menarik tangan Velvet lalu mengangkat tubuhnya di atas bahu belakangnya.


Satu tangannya memegang kedua tangan Velvet dan satu tangannya lagi memegang kedua pergelangan kaki Velvet.


Velvet yang berperawakan tubuh kecil sangat mudah diangkat oleh Damon yang memiliki tubuh jangkung.


"Aku bisa saja mengalah, tapi kali ini aku tak akan mengalah baby," ucap Damon pada Velvet yang sudah mencebikkan bibirnya.


Kemudian Damon membawa tubuh Velvet dan menghempaskannya ke sofa di ruang tengah.


"Kita lanjutkan permainan panas kita tadi?" kata Damon menyeringai usil.




JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ........❤❤❤