Falling in Love with Celebrity

Falling in Love with Celebrity
Akhir



"Syukurlah mereka baik-baik saja. Kau harus menjaga mereka. Jangan biarkan istrimu kelelahan." Ucap dokter itu.


Kevin sedikit bingung mendengar ucapan dokter itu.


"Apa maksudmu dengan kata 'mereka' dokter?" Tanya Mama Kevin.


Dokter melihat ke arah Kevin dan orang tuanya, kemudian dia melihat ke arah Kevin lagi lalu dokter itu melanjutkan bicaranya.


"Apa kau tidak tahu bahwa istrimu sekarang tengah hamil?" Ucap dokter itu.


"Apa?" Kevin tampak terkejut. "Dokter, kau bilang bahwa istriku hamil?" Tanya Kevin lagi.


Dokter menyadari bahwa Kevin memang tidak tahu tentang hal itu. Jadi dia menganggukkan kepalanya.


"Iya, aku akan melakukan USG untuknya." Ucap dokter itu berjalan melewati Kevin setelah menepuk pundak Kevin.


Kevin masih tampak terkejut setelah mendapatkan berita baik itu.


"Mama... Papa... Apa kalian mendengar itu?" Ucap Kevin melihat ke arah orang tuanya dan bertanya pada mereka.


Air mata Kevin jatuh ke pipinya. Riko yang juga mendengar berita itu tampak senang.


"Kami mendengarnya sayang. Kami mendengarnya." Ucap kedua orang tua Kevin yang terlihat bahagia mendengar berita itu.


...----------------...


Gea lalu dipindahkan menuju ruang VIP. Kevin berdiri di samping Gea dan mencium keningnya.


"Sayang bangunlah ada berita baik untuk kita. Kita akan mempunyai bayi." Ucap Kevin.


Orang tua Kevin kembali ke rumah dan mereka dengan segera menghubungi keluarga Gea.


Riko datang dan Kevin memberikan tanda kepadanya untuk bicara di luar ruangan. Riko melaporkan kepada Kevin bahwa Alina masih dalam keadaan koma karena pendarahan di kepalanya dan polisi juga menemukan bukti di dalam rekeningnya.


...----------------...


Kevin berdiri di samping Gea. Dia mengusap rambut Gea. Beberapa saat kemudian Gea membuka matanya dan melihat wajah Kevin.


"Kevin..." Ucap Gea.


"Sayang, kau bangun. Terima kasih karena sudah kembali untukku." Ucap Kevin seraya menundukkan kepalanya dan mencium kening Gea kemudian dia memanggil dokter.


Dokter lalu bertanya beberapa pertanyaan kepada Gea. Ternyata ingatan Gea sudah pulih kembali. Sekarang dokter mengatakan bahwa Gea sudah benar-benar sembuh dan tidak ada yang buruk dengan kondisi tubuhnya.


"Sayang, aku ada berita baik untukmu." Ucap Kevin.


"Berita baik apa?" Tanya Gea.


Kevin menarik tangan Gea dan menaruhnya di perutnya.


"Gea, kau akan menjadi seorang Mama. Kita memiliki bayi sekarang." Ucap Kevin.


"Benarkah?" Tanya Gea kepada Kevin.


Kevin mengangguk dan air mata Gea jatuh ke pipinya. Kevin lalu menundukkan tubuhnya dan memeluk Gea. Dia mengusap air mata Gea.


"Jangan menangis sayang." Ucap Kevin.


"Kevin, aku aku hamil." Ucap Gea.


"Iya sayang, iya. Kita akan memiliki keluarga kecil kita sendiri." Ucap Kevin.


"Kevin, aku sangat bahagia." Ucap Gea memeluk Kevin.


Kevin membalas pelukan Gea.


"Aku mencintaimu Gea." Ucap Kevin.


"Aku juga mencintaimu Kevin." Balas Gea.


Kevin mencium bibir Gea. Saat mereka berciuman, sebuah suara terdengar hingga membuat mereka terkejut.


"Ehemmm... Ehemm...."


Kevin dan Gea langsung memisahkan kepala mereka dan melihat Jhony datang dengan istrinya.


"Kakak...." Ucap Gea memanggil Jhony


Jhony datang dan memeluk Gea.


"Adikku yang cantik, apa kabar? Apa kau baik-baik saja sekarang?" Tanya Jhony.


"Aku baik-baik saja." Balas Gea kemudian dia melihat istri Jhony.


"Kakak ipar." Ucap Gea.


"Selamat adik ipar." Ucap istri Jhony seraya berjalan ke arah Gea dan juga memberikan pelukan kepadanya.


Setelah itu istri Jhony menemani Gea di dalam ruangan itu, sementara kevin dan Jhony berjalan keluar dari ruangan.


Mereka pergi untuk menemui Alina. Ada dua orang petugas polisi yang berjaga di pintu ruangan Alina. Dia masih tidak sadarkan diri. Dia masih dalam kondisi koma karena ada bagian kepalanya yang menghantam benda keras dan juga luka di perutnya yang begitu dalam yang membuatnya dalam kondisi koma.


Saat Kevin berjalan kembali ke ruangan Gea, Kevin melihat orang tuanya dan orang tua Gea ada di sana. Mereka tampak mengobrol dengan bahagia. Kevin lalu berjalan masuk dan meminta maaf kepada orang tua Gea.


Setelag itu Kevin berjalan ke arah Gea dengan tersenyum dan duduk di sampingnya. Dia mengulurkan tangannya di pinggang Gea. Melihat anak-anak mereka bahagia, kedua orang tua mereka juga bahagia.


...----------------...


Setelah berada di rumah sakit selama tiga hari, Gea akhirnya bisa kembali ke villa mereka. Kevin dan orang tuanya merencanakan untuk merayakan pesta pernikahan mereka. Setelah itu, Kevin lalu mengatakan kepada Gea tentang rencana mereka dan dia pun setuju.


...----------------...


Kevin pergi ke rumah sakit setelah menerima sebuah panggilan dari Riko. Dia pergi ke ruangan Alina dan berdiri di sana. Dia melihat Alina dengan semua peralatan medis di tubuhnya.


Siapa yang menyangka jika Alina akan kembali dan menyakiti Gea lagi.


Kevin benar-benar ingin membebaskan Alina pergi dari hukuman yang akan menjeratnya terlebih setelah dia mendengar penjelasan dokter tentang kondisi Alina yang memprihatinkan. Dia merasa kasihan kepada Alina. Sekarang dia hanya berharap Alina untuk bisa sembuh dengan cepat dan terbangun dari kondisi koma nya itu. Kevin tidak ada rencana untuk memenjarakannya.


Polisi sudah mengatakan bahwa walaupun Kevin tidak mau memperkarakan Alina, tapi setelah Alina bangun nanti, dia harus bertanggung jawab dengan tindakannya. Kevin hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Alina.


Kevin pulang ke rumah. Dia melihat Gea yang sedang berada di taman belakang dan tengah menyiram tanaman. Dia berjalan mendekat ke arah Gea dan memeluk Gea dari belakang. Dia menaruh kepalanya di pundak Gea dan mencium kepala Gea.


"Apa yang kau lakukan sayang? Kenapa kau tidak meminta tukang kebun untuk melakukannya?" Tanya Kevin.


Kevin merasakan kehangatan di dalam pelukan Kevin. Dia tahu kekhawatiran Kevin terhadap dirinya.


"Aku hanya bosan sepanjang hari duduk dan berbaring dan ini tidak terlalu berat dan jangan khawatir, aku tahu batasan." Ucap Gea.


Kevin membantu Gea untuk menyiram tanaman dan mereka kembali ke rumah. Saat mereka tiba di kamar, Gea ingin mandi. Dan saat dia berjalan keluar dari dalam kamar mandi, dia melihat Kevin yang berdiri di balkon.


"Kevin apa kau tidak pergi ke kantor?" Tanya Gea.


Kevin membalik tubuhnya dan berjalan ke arah Gea. Dia lalu memegang tangan Gea dan menarik Gea ke tempat tidurnya. Gea duduk di atas pangkuan Kevin. Kevin mengusap perut Gea dengan lembut dan bicara.


"Hai sayang, apa kau nakal hari ini? Apakah membuat masalah untuk Mamamu?" Tanya Kevin.


Gea tersenyum melihat sikap Kevin yang sangat manis. Gea menjawab pertanyaan Kevin dengan menundukkan kepalanya dan tangannya berada tangan Kevin yang berada di perutnya.


"Tidak, aku tidak nakal Papa." Ucap Gea.


Setelah itu Kevin menarik tangannya dari perut Gea dan mencubit hidung Gea.


"Mama nakal." Ucap Kevin.


Setelah itu Kevin mengusap rambut Gea dan menyelipkan rambut Gea di telinganya. Dia mengusap belakang leher Gea dan mulai mencium bibir Gea.


Setelah mencium Gea, Kevin memegang tangan Gea dan berkata kepadanya.


"Gea, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu. Kau tahu tentang Alina dan apa yang dia lakukan bukan?" Ucap Kevin.


Gea mengangguk. Dia sudah mendengar semuanya dan dia tahu bahwa Alina berada di bawah pengawasan polisi di rumah sakit.


"Apakah sesuatu terjadi kepadanya? Apakah kondisinya baik-baik saja?" Tanya Gea.


Kevin melihat ke arah mata Gea dan menggelengkan kepalanya. Kemudian dia mengatakan semua yang Dokter katakan kepadanya sebelumnya. Gea merasa kasihan kepada Alina.


Di dalam hatinya dia berkata, 'ini semua hanya karena kecemburuannya.'


Kemudian Gea bertanya kepada Kevin.


"Lalu apa rencana mu?"


Kevin bertanya kepada Gea, jika dia memaafkan Alina, akankah Gea marah kepadanya. Kevin mengatakan bahwa dia tidak memaafkan Alina karena dia masih punya perasaan kepadanya, tapi dia hanya kasihan padanya.


Dia tidak mau Gea memiliki perasaan yang salah tentang hal itu. Jadi itulah alasan kenapa dia menjelaskannya semuanya kepada Gea.


Gea berkata bahwa dia setuju dengan keputusan Kevin. Dia tidak mau menuntut Gea. Dia bahkan merasa kasihan kepada Alina yang sudah mengacaukan hidupnya sendiri.


Kevin tersenyum dan mencium pipi Gea. Dia tahu Gea memiliki hati yang baik. Setelah itu Kevin mengatakan kepada Gea tentang rencana pesta pernikahan mereka dan mereka mulai mendiskusikan itu bersama.


Malam harinya Kevin menerima sebuah panggilan telepon dari Riko lagi. Dia mengatakan bahwa Alina berada dalam kondisi kritis. Kevin lalu mengatakan hal itu kepada Gea. Setelah itu, mereka berdua pergi ke rumah sakit.


Saat mereka tiba di rumah sakit, dokter mengatakan bahwa Alina mungkin tidak akan bisa melalui malam ini. Kevin dan Gea lalu berjalan menuju ruangan Alina. Gea memegang tangan Alina dan mengatakan bahwa dia dan Kevin sudah memaafkan Alina.


Air mata Alina tampak turun ke pipinya dan tak lama setelah itu terdengar suara alat medis yang berbunyi. Dokter lalu memeriksa kondisi Alina dan menggelengkan kepalanya. Dia mengatakan bahwa Alina sudah tidak ada lagi. Dokter lalu mengatakan Alina sudah meninggal saat itu.


...----------------...


Satu bulan kemudian setelah kematian Alina, Kevin dan Gea merayakan pesta pernikahan mereka di villa keluarga William Alta.


Gea mengatakan bahwa dia tidak ingin membuat pesta itu terlalu besar. Dia hanya ingin mengundang beberapa teman dekat mereka. Dia hanya ingin pesta pernikahan yang sederhana. Kevin setuju dengan keputusan Gea.


Setelah pesta berakhir, Kevin membawa Gea menuju pulau pribadi miliknya di salah satu negara untuk bulan madu mereka.


Kedua orang tua mereka memberikan saran kepada Kevin untuk berhati-hati dan menjaga Gea dan juga tidak membuat Gea terlalu lelah mengingat ada bayi di dalam perutnya.


Walaupun pesta pernikahan Kevin dan Gea dilakukan secara private, Kevin tetap membagikan beberapa foto pesta pernikahan mereka di sosial media miliknya. Semua penggemar Kevin merasa bahagia dan mendoakan yang terbaik untuk hubungan mereka dan kebahagiaan mereka.


Bagi karyawan WA Entertainment yang tidak menghadiri pesta itu, saat mereka mendengar berita tentang Gea adalah istri Kevin, mereka tampak terkejut. Mereka tidak menyangka hal itu. Beberapa dari mereka merasa iri dan beberapa dari mereka juga bahagia.


Sementara itu kasus Alina akhirnya ditutup karena dia sebagai pelaku sudah meninggal dunia. Polisi mengatakan bahwa kematian Alina disebabkan karena penyakit, sesuai dengan permintaan Kevin.


Dia tidak mau merusak nama Alina, karena Alina hanya sendirian. Dia tidak mempunyai keluarga lagi. Itulah alasan kenapa Kevin mengatakan kepada Riko untuk mengatur pemakaman Alina.


Kevin dan Gea pergi ke pulau pribadi selama 1 minggu.


Setelah mereka kembali, mereka memulai aktivitas mereka seperti biasanya. Tapi Kevin tidak membiarkan Alina bekerja keras. Dia sendiri lebih fokus pada posisinya sebagai CEO dan dalam waktu senggang dia juga melanjutkan untuk menulis lagu.


Perusahaan mereka menyiapkan untuk melakukan debut untuk sebuah girl group. Kevin bekerja sama dengan produser lainnya untuk memberikan lagu kepada mereka. Tidak peduli bagaimana sibuknya Kevin, dia selalu memberikan waktu untuk menemani dia.


Hari-hari pun berlalu, perut Gea semakin besar. Kevin semakin protektif dan posesif kepada Gea. Bahkan walaupun istrinya itu hamil, dia tetap menjadi orang yang cemburuan saat setiap kali ada seorang pria mendekati Gea. Dia akan melihat pria itu dengan tatapan dingin dan mata yang tajam.


Seperti wanita hamil pada umumnya, Gea sendiri merasa lebih sensitif setelah hamil. Dia jadi lebih mudah menangis dan cemburu. Kevin mengerti tentang situasi Gea. Dia sangat mencintai Gea. Itulah kenapa dia tidak pernah membiarkan wanita manapun mendekatinya.


Pernah satu kali ada seorang model mencoba menggoda Kevin. Dia menjadi sangat marah dan langsung mengusir model itu dari agensi miliknya. Dia tidak mentoleransi hal itu.


...----------------...


Gea merasa sangat bahagia melihat Nina dan Kenzo sudah kembali dari Paris. Nina dan Kenzo juga merayakan pesta pernikahan mereka setelah kembali dari Paris. Saat dia mendengar bahwa Lola dan Rio juga mulai merencanakan pernikahan mereka, dia merasa bahagia.


Dia begitu bahagia melihat semua teman-temannya bahagia.


Setelah 9 bulan kehamilannya, dia melahirkan seorang bayi laki-laki. Kevin dan Gea juga keluarganya sangat bahagia. Mereka memberi nama bayi mereka Kiano William Alta.


...TAMAT...