
Sejak pertemuan terakhir mereka, Kevin menghilang begitu saja. Dia juga tidak datang ke kantor. Gea berpikir mungkin Kevin sedang sibuk. Gea tahu bahwa selain bernyanyi, Kevin juga harus menjalankan bisnisnya. Papa Gea yang memberitahu tentang hal itu bahwa Kevin mengambil alih beberapa bisnis keluarga mereka.
Setelah beberapa hari, Gea mulai khawatir. Dia takut jika sesuatu terjadi kepada Kevin. Dia ingat hari ketika Kevin menerima pesan itu, ekspresi di wajahnya berubah.
Gea mencoba menelepon Kevin, tetapi Kevin tidak menjawab panggilan darinya. Gea juga mengirimi beberapa pesan, tapi Kevin tidak membalasnya. Jadi Gea pergi ke apartemen Kevin, tetapi Kevin juga tidak ada di sana.
Gea menunggu di apartemen Kevin sampai hari berikutnya, tapi Kevin tidak pulang juga. Gea lalu berjalan keluar dari apartemen Kevin dan pergi bekerja.
...----------------...
Waktu berlalu begitu cepat. Hampir satu bulan berlalu dan Gea tidak tahu apa-apa tentang Kevin. Jadi dia terus menyibukkan dirinya dengan bekerja.
Ketika dia sedang berusaha menyibukkan dirinya, Lola datang dan memberitahunya tentang gosip terbaru dari Kevin. Lola menunjukkan pada Gea berita yang terbaru dari internet. Tampak Kevin sedang berjalan dengan seorang wanita di bandara.
Gea tertegun.
'Selama beberapa hari terakhir aku terus mengkhawatirkan Kevin. Aku takut jika sesuatu terjadi padanya.' ucap Gea dalam hati dengan perasaan yang kecewa.
Sekarang, setelah melihat berita dan gambar itu, Gea merasa kasihan kepada dirinya sendiri. Dia terus mengkhawatirkan sesuatu yang tidak berguna. Dia sudah tahu tentang gosip Kevin dengan beberapa wanita selama ini. Tapi dia masih terlalu berharap pada hubungan mereka.
'Aku terlalu naif. Aku pikir Kevin akan berubah setelah bersamaku.' ucap Gea lagi dalam hati.
Dia pun menertawakan dirinya sendiri.
Lola menyadari ekspresi di wajah Gea yang berubah. Dia pun bertanya kepadanya.
"Kau kenapa Gea?" Tanya Lola.
Gea kembali tersadar dari lamunannya.
"Aku baru saja mengingat sesuatu." Ucap Gea dengan gemetar.
Lola tidak banyak bertanya. Dia lalu kembali ke mejanya. Dia menatap komputernya dengan tatapan kosong. Dia merasa hatinya terluka.
Gea mengeluarkan ponselnya dan sekali lagi dia melihat berita Kevin dan membacanya. Wanita yang bersama Kevin itu terlihat familiar. Gea mencoba mengingatnya. Sesaat kemudian, dia teringat jika wanita itu adalah wanita yang ada di dalam foto yang dia lihat di ruang kerja Kevin.
'Apakah dia mantan Kevin?' tanya Gea dalam hati.
Tiba-tiba Gea merasa hatinya semakin terluka.
Setelah selesai bekerja, Gea langsung keluar dari perusahaan. Ketika dia berada di luar, ponselnya berdering. Dia melihat itu adalah panggilan dari Kevin. Dia tidak ingin menjawabnya. Dia ingin sendirian. Dia lalu naik bus dan pergi ke taman umum.
Gea membeli beberapa kaleng bir dan duduk di tepi sungai sendirian. Dia membuka sekaleng bir dan meminumnya. Dia lalu memeriksa ponselnya dan melihat beberapa pesan singkat dari Kevin, menanyakan keberadaannya.
Tiba-tiba Gea merasa kedinginan. Dia tidak tahu kemana dia harus pergi. Dia tidak tahu harus berbuat apa.
'Haruskah aku pergi ke tempat Kevin dan meminta penjelasannya atau haruskah aku pura-pura tidak tahu apa-apa?' tanya Gea dalam hati.
Gea mengeluarkan ponselnya. Dia ragu-ragu ketika dia melihat nomor Kevin. Dia membuka ponselnya dan mencoba mencari berita tentang Kevin lagi. Tapi semuanya sudah diblokir. Gea tertawa melihat hal itu. Ternyata Kevin benar-benar memiliki kekuatan untuk menutupi semua berita yang ada.
Gea berdiri dan berjalan ke sisi jalan. Dia ingin memanggil taksi. Saat dia berjongkok di pinggir jalan, sebuah mobil berhenti di depannya. Tampak Aldo teman Kenzo yang berjalan keluar.
"Gea! Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau sendirian?" Ucap Aldo seraya melihat sekeliling, tapi dia hanya melihat Gea sendirian.
Gea berdiri. Dia hampir saja terjatuh. Aldo dengan cepat memeluk Gea. Dia melihat Gea sedikit gemetar ketika dia berdiri karena Gea tengah mabuk.
"Terima kasih." Ucap Gea sedikit malu.
Aldo melihat mata Gea yang bengkak. Dia tahu sesuatu pasti terjadi kepada Gea.
"Gea, kau mau ke mana? Biar aku antar." Ucap Aldo.
Gea tidak ingin merepotkan Aldo. Dia melihat sekeliling untuk mencari taksi. Tapi sudah larut malam. Aldo tahu apa yang tengah dicari Gea.
"Tidak akan ada taksi. Sekarang sudah larut. Biarkan aku mengantarmu pulang dan kau mabuk. Tidak aman bagimu untuk naik taksi dalam kondisi seperti ini." Ucap Aldo.
Aldo lalu membuka pintu mobilnya dan Gea merasa malu. Dia segera masuk ke dalam mobil Aldo.
Di dalam mobil, Aldo terus menatap Gea.
"Apa kau baik-baik saja? Apa kau ingin bicara?" Tanya Aldo.
Gea tersenyum dan mengangguk.
"Aku baik-baik saja. Maafkan aku." Ucap Gea.
Mereka berdua lalu diam sepanjang perjalanan. Ketika Gea tiba di apartemennya, dia membuka pintu mobil dan turun. Aldo mengkhawatirkan Gea. Dia keluar dari dalam mobilnya dan ingin membantu Gea.
"Tidak usah, aku baik-baik saja dan terima kasih Aldo. Aku bisa melakukannya sendiri. Kau pergilah, jangan lupa kemudikan mobilmu dengan hati-hati." Ucap Gea.
"Hubungi aku jika kau membutuhkan bantuan ku." Ucap Aldo kemudian masuk ke dalam mobilnya.
Gea mengangguk dan melambaikan tangannya. Aldo melihat Gea berjalan menuju apartemennya lalu dia pun pergi.
Bersambung...