
Kevin berjalan masuk ke dalam klub bersama Riko dan Liam. Klub itu berada di lantai paling atas. Ada wanita seksi dan pria tampan yang memenuhi klub itu. Mereka menari dan terus minum. Beberapa gadis berteriak saat melihat Kevin dan Liam.
Para gadis itu berjalan ke arah mereka berdua dan ingin menyentuh mereka, tapi dihentikan oleh pengawal.
Klub itu merupakan sebuah klub eksklusif. Jadi orang-orang yang ada di sana tentu saja adalah para anak muda yang berasal dari keluarga kaya. Mereka semua adalah orang kaya dan beberapa dari mereka mungkin juga seorang pengusaha.
Kevin pergi ke ruangan private. Saat mereka masuk, dua anggota Boyband lainnya sudah ada di dalam.
"Hai bro..."
Kevin dan Liam menyapa mereka. Mereka lalu duduk dan menuangkan minuman. Kevin meneguk minumannya dan menatap kedua temannya.
"Bagaimana hari-hari kalian?" Tanya Kevin kepada teman-temannya itu.
"Sibuk." Balas mereka berdua.
Kevin hanya tersenyum. Melihat senyumannya, Joshua menjadi penasaran.
"Sialan! Kau tampak bahagia. Katakan padaku apa yang terjadi." Ucap Joshua.
Kevin kembali meneguk minumannya. Dia bicara lagi.
"Aku sudah menikah."
Joshua dan Daniel tampak terkejut.
"Apa? Apakah Gea? Aku pikir kalian berdua baru saja bertunangan." Ucap Joshua lagi.
Daniel mengangkat gelasnya.
"Hai Bro, selamat." Ucap Daniel.
Liam dan Joshua juga mengangkat gelas mereka.
Kevin bertanya kepada mereka tentang rencana mereka dan dia juga memberitahu mereka tentang pemikirannya yang ingin istirahat dari The Rain lebih dulu. Tetapi dia akan tetap mengerjakan musik mereka. Dia akan terus memproduksi lagu. Dia juga mengatakan mungkin dia akan segera muncul sebagai CEO dari perusahaan tempat mereka bernaung.
Mereka semua mendukung keputusan Kevin. Mereka juga memiliki banyak pekerjaan. Jadi tidak masalah jika mereka harus istirahat dulu dari The Rain.
...----------------...
Waktu berlalu Kevin mengeluarkan ponselnya untuk memeriksanya. Tapi dia tidak melihat panggilan atau pesan dari Gea. Dia Lalu menelpon nomor Gea. Setelah menunggu lama, Gea menjawab panggilan darinya itu.
"Sayang, apa kau sudah selesai?" Tanya Kevin kepada Gea.
Gea yang masih dalam acara gathering perusahaannya, melihat peneleponnya itu adalah Kevin, dia segera berjalan keluar.
"Dimana kau?" Ucap Kevin mendengar suara berisik. "Kau di klub?" Tanya Kevin lagi.
"Kevin, aku tidak bisa mendengar mu dengan jelas. Aku masih ada di pertemuan. Aku akan menelpon mu nanti, oke." Ucap Gea lalu menutup teleponnya dan berjalan kembali ke grup nya.
Mereka ada di sebuah klub yang sebenarnya klub yang sama dengan Kevin.
Kevin ada di ruang VVIP di lantai 2 dan Gea dengan teman-temannya berada di lantai 1.
Kevin marah, dia tidak menyangka Gea akan menutup telepon seperti itu.
'Berani sekali dia menutup teleponku.' ucap Kevin dalam hati.
Kevin melihat ponselnya yang sudah gelap. Kevin berdiri dan membuka pintu. Tiba-tiba dia mendengar musik dan menyadari bahwa musik itu sama dengan yang dia dengar ketika dia sedang berbicara dengan Gea ditelepon. Dia segera menelpon Riko dan memintanya untuk mencari tahu di mana Gea berada.
'Beraninya dia datang ke klub.' ucap Kevin dalam hati lagi.
Liam, Daniel dan Joshua bingung saat melihat wajah Kevin yang kesal.
"Ada apa Kevin? Apa terjadi sesuatu pada Gea?" Tanya Liam.
Kevin berjalan kembali masuk ke dalam ruangan dan duduk. Wajahnya tampak marah. Tidak lama setelah Riko pergi, dia kembali lagi. Dia berbisik ke telinga Kevin.
"Tuan, Nyonya Muda ada di klub ini bersama rekan-rekannya."
Riko lalu mengatakan hal lainnya yang membuat wajah Kevin menjadi semakin murka.
Kevin keluar dari ruangan itu. Dia berjalan ke lantai 1. Saat itu Gea tampak dipaksa minum oleh temannya. Wajahnya sudah merah karena mabuk. Salah satu rekannya menarik Gea pergi ke lantai dansa.
Wajah Kevin menjadi semakin marah saat melihat Gea yang sedang menari dengan rekan-rekannya dan ada beberapa pria lainnya.
Kevin berlari ke lantai dansa dan menyeret Gea keluar. Teman-teman Gea terkejut dan ingin menarik Gea kembali. Tetapi beberapa pengawal berdiri di sana dan menghentikan mereka.
Teman-teman Bea semakin penasaran dengan identitas Gea. Mereka mendengar dari salah satu rekan mereka bahwa Gea dijemput dengan mobil mahal. Kini melihat beberapa pengawal. Mereka menjadi semakin penasaran.
Mereka mulai bertanya-tanya, apakah Gea adalah Nona muda yang kaya atau seperti rumor yang mengatakan bahwa Gea adalah seorang simpanan. Tetapi melihat pakaian Gea, itu menunjukkan bahwa dia sebagai nyonya atau Nona muda dari keluarga kaya.
Rekan-rekan Gea memutuskan untuk bertanya kepada Gea besok di kantor. Lalu setelah itu mereka menari lagi.
Kevin menyeret Gea keluar dari klub. Dia melihat wajah Gea. Dia ingin memarahi Gea. Tapi melihat wajah Gea yang memerah, membuat dia terlihat sangat manis. Gea yang sedikit mabuk melihat wajah Kevin. Dia meletakkan tangannya di pipi Kevin.
"Suamiku Kevin, kenapa kau ada di sini?" Ucap Gea.
Riko yang baru saja mengambil tas Gea masuk ke dalam mobil. Kevin dan Gea duduk di kursi belakang dan Riko di kursi penumpang. Kevin lalu meminta sopir untuk mengantar mereka kembali ke villanya.
Bersambung...