Falling in Love with Celebrity

Falling in Love with Celebrity
Kembali Bekerja



Setelah ini Leo akan terbang ke kota lain untuk melanjutkan proses syutingnya.


Leo melihat ke arah Gea kemudian bertanya, "Gea, maukah kau melihat kami saat syuting?"


Mata Gea tampak berbinar dan berkata, "Bisakah aku melakukannya?"


Leo melihat tatapan mata Gea yang berbinar dan berkata, "tentu saja kau bisa. Ayolah kau bisa berdiri atau duduk di sini." Ucap Leo seraya menunjuk ke salah satu tempat.


Dia meminta asistennya untuk memberikan sebuah kursi dan sebotol air kepada Gea.


Beberapa orang melihat ke arah Gea dan melihat bagaimana Leo memperlakukan Gea. Mereka berpikir siapa Gea itu. Apakah Gea adalah kekasih Leo.


Tapi bagi mereka, Gea itu hanyalah gadis biasa. Kemudian mereka mengalihkan pikiran liar mereka itu.


Gea berjalan ke sana setelah berterima kasih kepada Leo. Gea merasa sangat senang untuk bisa melihat proses syuting secara langsung. Dia begitu fokus dan tersenyum lebar melihat akting yang dilakukan para artis itu.


Setelah beberapa saat, ponselnya berdering. Gea melihat nomor manajer Lina yang meneleponnya. Dia dengan cepat menjawabnya kemudian dengan cepat berjalan setelah membisikkan sesuatu di telinga asisten Leo.


Asisten Leo pun mengangguk padanya.


Gea memesan sebuah taksi untuk kembali ke kantor. Di dalam hatinya dia memarahi dirinya sendiri karena begitu ceroboh membuat dirinya sendiri terlalu sibuk sampai dia melupakan waktu.


'Kali ini manajer Lina pasti akan marah kepadaku.' pikir Gea.


Saat dia tiba di kantor, dia dengan cepat berlari ke mejanya. Dia membuka komputernya dan memprint out dokumen yang dibutuhkan manajer Lina.


Setelah itu dia berjalan ke ruangan manajer Lina. Dia memberikan dokumen itu kepadanya kemudian berjalan keluar. Gea merasa lega saat dia melihat manajer Lina tidak memarahinya. Dia lalu berjalan ke arah pantry dan menuang segelas air untuk dirinya sendiri.


Saat dia berjalan keluar, dia hampir saja menabrak Kevin. Kevin melihat pipinya yang memerah dan nafasnya yang terengah-engah.


Kevin menaruh tangannya di kening Gea.


Gea merasa terkejut kemudian berjalan mundur dari hadapan Kevin. Hal itu membuat Kevin merasa tidak senang dengan sikap Gea.


Gea melihat darah Kevin dan berkata, "aku baik terima kasih."


Kemudian Gea berjalan menjauh. Kevin pun terdiam.


'Apa yang salah dengan mu Gea? Apa dia bertingkah seolah ingin menghindari aku?' tanya Kevin dalam hati.


Sementara itu, Gea berjalan masuk ke dalam ruangannya, kemudian dia mulai bekerja lagi. Memang benar bahwa Gea ingin menghindari Kevin.


Sejak kejadian hari itu di dalam apartemennya, Gea merasakan sesuatu yang aneh dari sikap Kevin. Kevin bertingkah seolah Gea adalah miliknya.


Sampai akhir waktunya bekerja berakhir, Gea tidak mengatakan apapun atau pergi kemanapun. Dia tidak mau bertemu dengan Kevin lagi.


Setelah mematikan komputernya, Gea mengambil tasnya dan berjalan keluar dari ruangannya. Saat dia berdiri dan menunggu di halte bus, sebuah pesan dari Leo masuk ke dalam ponselnya. Leo mengatakan terima kasih kepadanya untuk hari ini.


Gea menjawab pesan dari Leo itu, kemudian menaruh ponselnya kembali ke dalam tasnya.


Saat bus datang, Gea langsung masuk dan duduk di sisi kiri di samping jendela. Dia merasa begitu lelah. Dia lalu menaruh earphone dan mendengarkan lagu dari ponselnya. Dia bersandar di jendela dan menutup matanya. Dia tidak tahu bahwa di sana ada sebuah BMW berwarna biru berkendara di samping bus yang ditumpanginya.


Ternyata itu adalah Kevin yang duduk di kursi pengemudi dan mengendarai mobilnya dengan perlahan mengikuti bus yang ada di sampingnya.


Bersambung....