
Di dalam apartemen Gea...
Kevin membuat Gea duduk di sampingnya. Dia menatap Gea dan membuat Gea merasa tidak nyaman.
"Siapa dia?" Tanya Kevin.
"Siapa? Maksudmu Kenzo? Dia sahabat baikku. Kenapa?" Tanya Gea.
"Hanya sahabat baik?" Ucap Kevin lagi.
"Memangnya apa?" Tanya Gea.
"Jangan biarkan dia menyentuhmu lagi." Ucap Kevin.
"Apa?" Ucap Gea tampak terkejut.
'Apa-apaan ini? Kenapa rasanya seperti Kevin ingin mengontrol diriku? Apa maksudnya ini?' ucap Gea dalam hati.
Kevin melihat wajah Gea yang tampak tidak senang.
Dia pun kembali berkata, "apa kau mengerti? Jangan biarkan dia menyentuhmu lagi."
"Kevin apa-apaan kau ini? Ini semua adalah urusanku dan tidak ada hubungannya denganmu." Ucap Gea.
"Oh benarkah? Apa kau lupa tentang apa yang dikatakan orang tuamu hari itu? Mereka memintaku untuk menjaga dirimu. Itu artinya aku adalah penjaga mu dan aku ingin kau bersikap baik." Ucap Kevin.
"Apa? Apa yang salah dengan sikapku ini? Mereka adalah sahabat baikku." Ucap Gea.
Mata Gea membelalak dengan penuh kemarahan.
"Kevin, kau hanya mengatakan bahwa kau ingin membantuku bukan untuk mengontrol hidupku. Kau bukan Kakak kandungku." Ucap Gea.
Gea pun berdiri dari atas sofa kemudian berjalan ke arah kamarnya.
"Aku mau istirahat. Kau bisa pergi." Ucap Gea kemudian dia menutup pintu kamarnya.
Wajah Kevin menjadi marah. Dia bangun dari sofa dan berjalan ke arah kamar Gea. Dia membuka pintu kamar Gea dan melihat Gea yang berbaring di atas tempat tidurnya.
Gea begitu terkejut saat dia melihat Kevin berjalan masuk ke dalam kamarnya.
"Kevin, apa yang kau lakukan?" Ucap Gea.
Kevin berjalan ke arah tempat tidur Gea dan berbaring di sisi Gea.
"Aku juga lelah." Ucap Kevin.
Gea mencoba untuk bangun tapi Kevin menariknya lagi.
"Lepaskan aku." Balas Gea. "Kau bilang kau lelah. Lalu kenapa kau tidak pulang ke rumah?" Tanya Gea lagi mencoba untuk mendorong Kevin.
Tapi Kevin malah memeluknya dengan sangat erat.
"Tidurlah atau kau mau aku mencium mu." Ucap Kevin.
"Kevin kau memalukan." Ucap Gea yang benar-benar tidak bisa berkata apa-apa.
Dia tidak mengerti tentang sikap Kevin saat ini kepadanya. Gea merasa aneh. Gea lalu memaksa dirinya sendiri untuk tidur.
Setelah beberapa saat, Kevin melihat Gea sudah tertidur. Dia pun mencium kening Gea.
'Wanita bodoh. Aku bukanlah kakakmu tapi aku tunangan mu, suami masa depanmu.' ucap Kevin dalam hati.
Kevin masih mengingat hari itu sebelum orang tuanya kembali ke London. Mereka mengatakan kepada Kevin bahwa Gea adalah tunangannya karena mereka sudah dijodohkan sejak mereka masih kecil. Tapi Gea tidak tahu tentang hal itu karena orang tua Gea berencana mengatakan hal itu kepada Gea setelah dia lulus kuliah.
...----------------...
Beberapa hari kemudian...
Di lokasi syuting, Leo tengah duduk di sebuah kursi seraya mempraktekkan dialog yang akan dia ucapkan nanti, tepat saat Gea berjalan mendekat ke arahnya.
Leo memutar kepalanya saat dia mendengar beberapa langkah kaki mendekat kearahnya.
"Gea, apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Leo, kemudian dia melihat ke arah kaki Gea.
Sebelum Gea menjawab ucapannya, Leo kembali bicara.
"Apakah kakimu sudah baik-baik saja?" Tanya Kevin.
Gea melihat ke kakinya sendiri kemudian tersenyum.
"Kaki ku sudah lebih baik, terima kasih." Ucap Gea.
Setelah itu kemudian Gea memberikan sebuah amplop kepada Leo.
Leo pun menerima amplop itu dan membukanya, kemudian dia tersenyum.
"Terima kasih." Ucap Leo.
Kemudian suara sutradara memanggil Leo untuk melanjutkan syuting. Leo berdiri setelah memberikan amplop itu kepada asistennya.
Leo begitu sibuk beberapa hari ini dan dia tidak bisa hadir di kantor karena kesibukannya. Itulah alasan kenapa Gea datang ke lokasi syuting, yakni untuk menemui dirinya.
Bersambung...