
Gea bersandar di dada Kevin. Dia memainkan kancing pakaian Kevin. Dia masih dalam keadaan mabuk dan tidak menyadari perilakunya. Dia tidak tahu bahwa sentuhan kecilnya itu telah membangkitkan hasrat dalam diri Kevin.
Tiba-tiba Gea mengangkat kepalanya dan melihat wajah Kevin.
Dia lalu kembali menyentuh wajah Kevin dan berkata, "suamiku, ini benar-benar kau." Ucapnya.
Gea menarik kepala Kevin ke bawah dan menciumnya. Kevin yang tadinya marah, kini menjadi lembut. Dia mencium punggung tangan Gea. Riko yang menyadari bahwa bos nya tengah bermesraan di kursi belakang, lantas menurunkan sekat di antara mereka.
Gea menyandarkan kepalanya di dada Kevin. Kevin yang sudah tergoda tentu saja tidak akan melepaskan Gea begitu saja. Dia menarik Gea dan membuatnya duduk di pangkuannya dan menatap Gea untuk menciumnya lagi.
Ketika mereka sampai di villa, Kevin berjalan keluar dari mobil dan pergi ke sisi lainnya dan dia membungkuk lalu menggendong Gea keluar dari dalam mobil. Dia pergi membawa Gea ke kamar mereka yang ada di lantai 2.
Sementara Riko dan yang lainnya kembali ke tempat mereka masing-masing.
Kevin pergi ke kamar mandi dan berjalan keluar dengan membawa sebuah handuk basah. Kevin menyentuh wajah Gea. Dia membungkuk dan mencium Gea.
...----------------...
Ketika dia terbangun keesokan harinya, dia menemukan Kevin sedang memeluk pinggangnya. Mereka tidak mengenakan apa-apa. Wajah Gea kembali memerah. Kevin menariknya ke dalam pelukannya lagi.
"Istriku, kau mau pergi ke mana?" Tanya Kevin seraya menarik Gea ke dalam pelukannya lagi.
"Aku harus pergi bekerja Kevin." Balas Gea.
"Ini masih terlalu pagi. Jangan khawatir, kau tidak akan terlambat." Ucap Kevin.
Kevin mulai menyentuh Gea lagi dan ketika mereka selesai bercumbu, Kevin membawa Gea ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Kevin bertanya apakah Gea ingin cuti hari ini. Tapi Gea bilang dia tidak mau.
Kevin lalu mengantar Gea pergi ke kantornya. Ketika dia keluar dari mobilnya Gea tiba-tiba teringat akan sesuatu. Dia ingin bertanya tentang apa yang terjadi semalam. Tapi dia lupa. Kevin hanya menggelengkan kepalanya.
Kevin sebenarnya tidak setuju dengan pekerjaan Gea. Dia lebih suka melihat Gea tinggal di rumah atau bekerja sebagai asisten pribadinya.
Kevin adalah seorang pria yang posesif. Dia tidak ingin pria lain menyukai atau mendekat dengan Gea.
Kevin berpikir bahwa dia akan membujuk Gea untuk mengundurkan diri. Dia bisa menjadi asisten pribadinya atau mungkin dia bisa membuka tokonya sendiri. Kevin ingin bicara dengan Gea tentang hal itu.
Kevin bisa melihat mata para rekan laki-laki Gea hari itu ketika dia sedang menunggu Gea di cafe terdekat di luar kantornya. Kevin kebetulan melihat dan mendengar teman-teman Gea membicarakan dirinya, kecantikannya dan salah satu dari mereka mengatakan bahwa dia menyukai Gea dan dia ingin dekat dengan Gea.
Saat itu Kevin ingin meninju pria itu, tapi dia menahan amarahnya.
Sekarang setelah kejadian tadi malam, saat Kevin melihat Gea berdansa dengan teman-temannya, dia merasa cemburu dan kesal. Dia tidak suka seseorang menyentuh Gea.
Kevin memang selalu protektif terhadap Gea. Sebenarnya sejak mereka masih kecil, meskipun dia selalu membully Gea, tapi dia tidak pernah membiarkan yang lainnya menyentuh Gea kecuali saudara laki-lakinya sendiri.
Terkadang Kevin juga merasa cemburu saat kakaknya menjaga Gea dan orang tuanya tahu tentang hal itu. Itulah mengapa mereka menjodohkan Kevin dan Gea. Mereka tahu Kevin menyukai Gea, hanya saja Kevin tidak mau mengakuinya.
Kevin mengendarai mobilnya kembali ke apartemennya. Dia tidak pergi ke kantor. Dia menunggu di apartemennya sampai jam kerja Gea selesai dan dia akan menjemputnya lagi.
Bersambung...