Falling in Love with Celebrity

Falling in Love with Celebrity
Mabuk



Di dalam apartemen, Kevin meletakkan tubuh Gea di atas tempat tidurnya. Dia pergi ke kamar mandi dan mengambil handuk basah. Dia berjalan ke arah Gea dan mulai mengusap wajah dan tangan Gea dengan handuk itu.


Dia melihat wajah Gea yang merah karena mabuk. Ketika handuk basah menyentuh wajah Gea, dia menjadi terkejut. Gea membuka matanya dan melihat Kevin. Tiba-tiba, dia bangkit dan duduk di tempat tidur.


"Hai kakak ganteng." Ucap Gea mengulurkan tangannya dan mencubit pipi Kevin. "Kenapa kau terlihat mirip dengan Kevin?" Lanjutnya.


Gea melihat sekeliling dan tampak bingung. Dia memegang wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kau terlihat sangat lucu." Ucap Gea seraya menunduk lalu menusuk pipi Kevin dengan jarinya.


"Kau...." Ucapan Kevin terhenti saat Gea menggelengkan kepalanya.


"Tidak... tidak. Aku pasti sedang bermimpi." Ucap Gea.


Wajah Kevin tampak kesal.


"Liat aku baik-baik. Siapa aku?" Tanya Kevin.


Gea menutup matanya lalu membukanya kembali. Dia mengedipkan matanya beberapa kali, kemudian dia tertawa.


"Kakak tampan, kau benar-benar imut saat marah. Kakak tampan kau sangat menggemaskan, biarkan aku mencium mu." Ucap Gea.


Gea menarik wajah Kevin dan memberikannya ciuman dengan cepat.


"Kau sangat tampan dan aku suka pria tampan." Ucap Gea.


Wajah Kevin menjadi muram.


"Sialan! Kenapa kau bisa mabuk seperti ini? Berapa banyak yang kau minum tadi?" Tanya Kevin.


Kevin menatap Gea dengan marah. Dia tidak berani membayangkan jika ada orang lain yang menjemput Gea lebih dulu darinya.


'Jika dia ikut dengan Kenzo tadi, apakah dia juga akan seperti ini pada Kenzo?' tanya Kevin dalam hati.


Tiba-tiba Gea mengerutkan keningnya dan berkata, "minum."


Kevin berdiri dan berjalan untuk mengambil segelas air. Saat dia masuk lagi, dia melihat Gea sudah melepas pakaiannya dan dia hanya mengenakan inner nya saja. Kevin merasa begitu terkejut.


Kevin menelan ludah melihat kulit Gea.


"Brengsek!" Ucap Kevin. "Gea, apa yang kau lakukan?" Tanya Kevin.


"Cuacanya panas." Balas Gea santai.


Kevin lalu berjalan ke sisi Gea dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Gea. Dia lalu memberikan Gea segelas air. Setelah meminumnya, Gea pun berbaring.


Kevin berjalan ke lemarinya dan mengambil sebuah kaos oblong untuk Gea. Dia berjalan ke samping Gea, perlahan menariknya ke atas dan ingin mengenakan pakaian untuk Gea. Tapi tiba-tiba Gea membuka matanya dan menarik Kevin ke bawah.


Kevin kembali terkejut karena Gea menarik kepala Kevin ke bawah dan menciumnya. Kemudian Gea melepaskan ciumannya. Dia menatap bibir Kevin dan tersenyum puas. Kemudian Gea menutup matanya dan merasa mengantuk. Wajah Kevin menjadi murka.


'Beraninya dia.' ucap Kevin dalam hati.


Kevin dengan cepat mengenakan kaos oblong ke tubuh Gea. Tapi ketika dia ingin bangun, Gea menariknya lagi dan dia jatuh di atas tubuh Gea. Tangan Gea melingkar di leher Kevin.


Kevin bisa merasakan nafas Gea di lehernya dan kemudian Gea mencium leher Kevin. Namun Kevin berusaha melepaskan tangan Gea, tapi Gea malah semakin mempererat pelukannya.


Kevin adalah seorang pria normal dan sebagai pria normal, semua yang dilakukan Gea adalah sebuah godaan. Sungguh suatu kebohongan jika Kevin mengatakan bahwa dia tidak merasakan sesuatu dalam dirinya. Tapi dia berusaha menahannya.


Kevin perlahan melangkahi tubuh Gea dan berbaring di sampingnya. Tubuh Gea begitu dekat dengannya. Dia melingkarkan tangannya di pinggang Gea. Dia lalu menundukkan kepalanya dan mencium bibir Gea dengan perlahan.


Ketika dia melihat bahwa Gea sudah tertidur, dia perlahan melepaskan tangan Gea dari lehernya. Kemudian dia menarik Gea ke dalam pelukannya, lalu mereka pun tertidur.


Bersambung...