Falling in Love with Celebrity

Falling in Love with Celebrity
Kevin Sakit



Setelah mandi Gea mengeluarkan ponselnya dan menelepon nomor Kevin. Setelah beberapa saat, Kevin masih tidak menjawab panggilan darinya. Gea lalu dengan cepat mengganti pakaiannya dan berjalan keluar. Dia pergi ke toko terdekat dan membeli beberapa buah dan bahan-bahan makanan lainnya. Dia lalu memanggil taksi dan pergi ke apartemen Kevin.


Ketika dia tiba, dia langsung menuju lift pribadi apartemen itu. Kevin sudah memberikannya sebuah kartu dan para bodyguard yang berjaga di sana juga mengenali Gea.


Gea membuka pintu apartemen Kevin dengan sidik jarinya. Dia lalu masuk dan meletakkan kantong plastik di atas meja dapur. Di melihat sekeliling apartemen Kevin, tapi dia tidak melihat keberadaan Kevin.


"Kevin..." Ucap Gea memanggilnya.


Kemudian Gea berjalan ke kamar Kevin. Dia perlahan mendorong pintu kamar itu dan dia melihat Kevin sedang tertidur di dalam kamarnya.


Gea berjalan ke arah Kevin. Dia melihat kening Kevin berkeringat. Dia lalu meletakkan tangannya di kening Kevin yang terasa panas. Ternyata Kevin tengah demam. Gea pun bergegas pergi ke kamar mandi dan mengambil baskom dan juga handuk.


Dia lalu duduk di samping Kevin dan mencoba memanggil Kevin, tetapi Kevin tidak menjawab panggilan dari Gea.


Gea lalu mengompres dahi Kevin. Ketika dia melihat pakaian Kevin yang basah karena keringat, dia pergi ke lemari pakaian Kevin dan mengeluarkan pakaian baru. Dia mencoba untuj membangunkan Kevin, tapi tetap gagal.


Gea lalu mengangkat tubuh Kevin dan melepaskan pakaiannya. Wajah Gea memerah saat melihat dada Kevin yang seksi.


Kevin memang memiliki tubuh yang seksi. Gea lantas menggelengkan kepalanya lalu mengambil handuk basah. Dia menyeka tubuh Kevin. Setelah itu memakaikan pakaian kepada Kevin, sebuah kemeja baru. Kemudian setelah itu Gea berjalan ke dapur untuk memasak bubur.


Beberapa saat kemudian Gea membawa nampan berisi semangkuk bubur hangat dan obat untuk Kevin. Dia membangunkan Kevin dan setelah beberapa saat, Kevin membuka matanya setelah Gea terus memanggilnya berkali-kali.


Kevin melihat Gea.


Gea tersenyum. Kevin pun berpikir bahwa dia tengah bermimpi.


"Kevin bangun lah. Kau harus makan bubur dulu. Lalu minum obatmu. Kau tengaj demam. Kenapa kau tidak memberitahuku ketika kau menelponku tadi. Apakah kau sudah menelpon dokter?" Tanya Gea kesal.


"Aku baik-baik saja. Jangan khawatir, ini hanya demam biasa." Ucap Kevin.


"Kau bodoh. Panas seperti ini kau masih bilang tidak apa-apa. Kenapa kau tidak memanggil dokter?" Potes Gea.


Gea terus memarahi Kevin. Melihat kekhawatiran di wajah Gea seperti itu, membuat Kevin merasa bahagia.


Gea lalu mengambil bubur yang dia buat itu dan memberikannya pada Kevin. Tetapi Kevin tidak mau mengambilnya. Dia malah membuka mulutnya dan menyuruh Gea untuk menyuapinya.


"Kau seperti anak kecil tidak tahu malu." Ucap Gea menampilkan wajahnya yang kesal.


Tetapi karena Kevin tengah sakit, dan Gea tahu bahwa Kevin ingin dia memanjakannya. Jadi Gea melakukan apa yang diminta oleh Kevin.


Gea perlahan memberi Kevin makan sampai bubur itu habis. Kemudian dia memberikan Kevin obat. Setelah minum obat, Kevin pun menyadari bahwa pakaiannya sudah diganti.


"Apakah kau yang sudah mengganti pakaianku?" Tanya Kevin.


Wajah Gea langsung memerah. Kevin tersenyum dan menggoda Gea. Gea segera berjalan keluar dan pergi ke dapur untuk membersihkan bekas mangkuk bubur yang dihabiskan Kevin.


Ketika dia kembali ke kamar Kevin, dia melihat Kevin sudah tertidur. Gea lalu meletakkan tangannya di dahi Kevin dan ternyata masih sedikit hangat. Dia pun mulai mengompresnya lagi.


...----------------...


Saat Kevin terbangun, dia melihat Gea tertidur di sampingnya dengan posisi yang tidak nyaman dan tangannya menggenggam tangan Kevin. Kevin merasakan kehangatan di dalam hatinya. Dia perlahan bangkit dan menggendong Gea lalu meletakkan tubuh Gea di tempat tidurnya kemudian dia berbaring di samping Gea dan menarik Gea ke dalam pelukannya.


Bersambung...