Falling in Love with Celebrity

Falling in Love with Celebrity
Lupa Dijemput



Keesokan harinya saat Kevin bangun dia tidak melihat Gea ada di sampingnya. Dia lalu berjalan turun ke lantai bawah dan melihat Gea sedang duduk di ruang tamu. Tangan Gea masih memegang majalah kemarin. Kevin lantas mengambil majalah itu. Dia merasa ingin membunuh Rio karena dia sudah membawa majalah itu pada Gea.


Kevin lalu duduk di samping Gea. Ketika dia hendak bicara dengannya, ponsel Gea malah berdering.


"Nina, ada apa?" Ucap Gea.


"Oh benarkah?" Ucap Gea lagi.


"Di mana?" Lanjut Gea.


"Baiklah, sampai jumpa." Ucap Gea dan mengakhiri panggilan itu.


Kevin memandang Gea dan bertanya padanya.


"Kau mau pergi ke mana?" Tanya Kevin.


"Nina mengajakku makan siang." Balas Gea.


Kevin melihat ke arah arloji di tangannya.


"Jam berapa?" Tanya Kevin.


"Jam 11.00." Balas Gea.


"Kalau begitu aku akan mengantarmu ke sana. Aku harus pergi ke perusahaan juga." Balas Kevin.


"Baiklah." Ucap Gea singkat.


Gea berdiri dan dia berjalan menuju tangga. Kevin melihat Gea yang berjalan ke lantai atas. Tiba-tiba ponsel Gea bergetar. Kevin melihat bahwa itu pesan dari Nina.


Nina mengatakan bahwa dia akan menunggu Gea di cafe Mawar.


Kevin mengambil ponsel Gea. Dia melihat galeri di ponsel Gea dan melihat beberapa foto Gea bersama Liam. Dia merasa cemburu. Dia ingin menghapus foto itu. Tapi dia takut Gea akan marah padanya.


Saat Gea sudah bersiap, mereka berdua berjalan menuju mobil Kevin. Hari ini Kevin kembali mengendarai mobil sporty miliknya. Kevin menatap Gea yang sedang memainkan ponselnya. Dia tampak tersenyum.


"Kenapa kau tersenyum?" Tanya Kevin.


Gea menunjukkan pada Kevin apa yang dia lihat. Itu adalah video pertemuan penggemar Leo di atas kapal pesiar.


"Apakah kau benar-benar menyukai Leo? Sejak kapan kau menjadi penggemar nya?" Tanya Kevin.


Kevin memang merasa sedikit cemburu pada Leo. Dia bingung kenapa Gea tidak menyukai The Rain. Dia juga bertanya dalam hati, apakah The Rain tidak cukup baik di mata Gea.


"Leo, sejak SMA. Nina suka The Rain dan aku suka Leo. Kami selalu membicarakan idola kami dan tahukah kau bahwa Nina sangat mencintai The Rain. Dia bahkan menghabiskan semua uangnya untuk membeli album mereka, poster mereka dan yang lainnya." Ucap Gea.


"Bagaimana dengan mu?" Tanya Kevin.


"Aku... Aku menabung uangku dan pergi ke konser Leo dan aku sangat bersemangat ketika aku pergi ke konsernya untuk pertama kali dan saat itu Nina menemaniku. Kami berdua pergi ke konser bersama." Ucap Gea.


"Apakah kau pernah pergi ke konser kami?" Tanya Kevin.


"Iya, aku pergi ke sana bersama Nina. Kami berjanji bahwa kami akan saling menemani." Balas Gea.


"Lalu apa pendapatmu tentang kami? Apakah kau menyukainya?" Tanya Kevin lagi.


"Tidak buruk." Balas Gea.


"Hanya tidak buruk saja? Kenapa kau merasa kami tidak menarik sama sekali?" Ucap Kevin.


Gea merasa ada yang salah dengan suara Kevin. Gea tahu sepertinya Kevin terdengar sedikit kesal.


"Tidak... tidak... kalian sangat hebat. The Rain sangat hebat." Ucap Gea.


Kemudian dia berbicara banyak tentang Leo dan The Rain, juga Nina lagi.


"Kalau menurutmu kami memang hebat, kenapa kau tidak jadi fans kami? Kenapa malah Leo?" Tanya Kevin.


"Mmmm hanya saja...."


Gea tidak tahu bagaimana menjawabnya. The Rain itu memang hebat. Tapi sejak Gea duduk di bangku SMA, dia sudah jatuh cinta dengan Leo yang tampak menawan dan dia tidak punya waktu untuk mengidolakan yang lainnya.


"Apa karena Liam?" Tanya Kevin.


"Hah?" Mendengar Ucapan Kevin, Gea menjadi terkejut.


Wajah Kevin terlihat kesal. Dia tampak memikirkan sesuatu.


"Kevin, apa kau cemburu?" Tanya Gea.


Gea menatap Kevin yang tidak tersenyum sama sekali. Kevin lalu menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dia membuka sabuk pengamannya dan membungkuk ke arah Gea. Dia lalu menarik Gea ke arahnya, kemudian mengangkat dagu Gea dan menciumnya. Gea tampak tersipu. Kevin menatap mata Gea dan dia menundukkan kepalanya lagi dan mencium bibir Gea lagi.


"Iya aku cemburu." Ucap Kevin.


Dia memang benar-benar tidak senang sejak kemarin. Darahnya terasa memanas dan mengalir ke kepalanya. Tatapannya membuat Gea merinding. Lalu Kevin menarik Gea ke dalam pelukannya lagi.


"Jangan pernah memikirkannya lagi." Ucap Kevin.


Dia lalu mencium kening Gea dan menyalakan mobilnya lagi.


Mereka akhirnya tiba di kafe di mana Nina menunggu Gea. Kevin tidak mengikuti Gea dan hanya meminta pengawal untuk mengikuti Gea.


Gea sendiri tidak mengetahui hal itu. Kevin mengemudikan mobilnya ke perusahaan.


Kevin bekerja bersama Liam. Dia pergi ke studio rekaman. Liam dan seorang penyanyi wanita sedang merekam lagu mereka.


Mereka memiliki lagu duet untuk soundtrack film. Kevin lah yang menulis lagu itu. Jadi dia datang untuk melihat rekaman mereka. Cukup lama mereka berada di ruang rekaman. Setelah puas dengan hasilnya, mereka bertepuk tangan.


"Kerja bagus." Ucap Kevin.


"Kevin, terima kasih atas bantuan mu." Ucap penyanyi wanita kepada Kevin.


Kevin hanya mengangguk.


"Liam terima kasih juga." Ucap Risa, penyanyi wanita itu pada Liam.


"Terima kasih juga padamu Risa." Ucap Liam.


Liam melihat ada sesuatu dalam sikap Risa pada Kevin. Liam hanya tersenyum dalam hati saat melihat wajah Risa.


Sebelum Risa membuka mulutnya, dia ingin mengatakan sesuatu. Tiba-tiba Kevin berdiri dan dia melihat ponselnya.


Ada 5 panggilan tak terjawab dari Gea.


"Sial!" Ucap Kevin.


"Apa ada masalah?" Tanya Liam padanya.


"Aku lupa menjemput Gea." Ucap Kevin pada Liam.


Kevin dengan cepat berjalan keluar dengan ponsel di telinganya. Dia mencoba menelepon Gea kembali. Tapi Gea tidak mengangkatnya. Risa juga mengikuti mereka. Tapi dia tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Dia hanya ingin mengundang mereka untuk makan malam bersama.


Liam mengikuti Kevin keluar. Kevin lalu menelepon nomor lain dan itu adalah nomor pengawalnya. Pria itu mengangkatnya.


"Dimana Gea?" Tanya Kevin.


"Baiklah." Ucapnya lagi.


Ketika dia menutup sambungan telepon, Liam bertanya kepadanya.


"Apakah semuanya baik-baik saja?"


"Dia baik-baik saja. Aku harus pergi sekarang." Ucap Kevin.


Kevin lalu mengeluarkan kunci mobilnya. Sesampainya di rumah, dia melihat Gea sudah tertidur. Dia pun merasa lega. Dia membelai pipi Gea dan dengan lembut mencium dahi Gea.


"Aku minta maaf." Ucap Kevin.


Bersambung...