Falling in Love with Celebrity

Falling in Love with Celebrity
Pulang



Ketika Gea masuk ke villa mereka. Dia merasakan perasaan yang familiar di sana. Kevin membawanya ke kamar mereka. Gea melihat sekeliling dan dia melihat beberapa foto mereka. Sebenarnya ketika mereka berada di London, mereka pergi untuk melakukan foto prewedding mereka dan ketika orang tua Kevin datang, merekalah yang membawanya.


Kevin segera memasukkan beberapa foto mereka ke dalam bingkai foto dan memajangnya di kamar mereka sebelum Gea kembali ke villa. Dia takut jika Gea akan menolak untuk menerima pernikahan mereka.


Kevin sangat bersyukur saat mamanya berhasil membujuk Gea untuk melakukan foto prewedding di sana pada hari terakhir sebelum mereka kembali ke tanah air. Dia juga bersyukur dengan keputusan Gea yang mau menikah secara kekeluargaan lebih dulu dan tidak mempublikasikan hubungan mereka. Jika tidak, maka Kevin tidak bisa membayangkan apa yang akan dia berikan sebagai bukti pernikahan mereka kepada Gea dalam kondisi dia yang seperti sekarang ini.


Gea melihat satu persatu foto mereka. Dia masih tidak percaya bahwa dia benar-benar menikah dengan Kevin. Semua fotonya terlihat sangat bagus. Kevin berjalan mendekat ke arah Gea dan memeluknya dari belakang.


"Gea sekarang kau percaya kan?" Ucap Kevin.


Gea melihat senyuman mereka di foto-foto itu.


'Sepertinya kami memang saling mencintai dan Kevin tidak membohongi aku.' ucap Gea dalam hati.


Mereka berdua lalu turun dan kepala pelayan di rumah itu memberitahu mereka bahwa makanan sudah disiapkan. Mereka lalu berjalan ke ruang makan.


"Kevin kau bilang bahwa aku dulu staf di perusahaan milikmu itu dan aku bekerja di sana sebagai Asisten Manager. Kemudian aku berhenti dari pekerjaanku. Setelah itu aku bekerja di sebuah perusahaan pakaian. Lalu aku berjanji akan mengundurkan diri dari pekerjaanku setelah proyek perusahaan yang aku kerjakan selesai. Tapi tiba-tiba aku mengalami kecelakaan dan tidak sadarkan diri selama hampir 2 minggu. Tapi kenapa aku mengundurkan diri dari perusahaan pakaian itu?" Tanya Gea.


"Karena kau punya rencana untuk membuka butik mu sendiri dan aku sudah memberikan dukunganku untuk mu." Ucap Kevin.


"Apa benar?" Tanya Gea.


"Iya tentu saja. Bukankah itu yang selalu menjadi impianmu dengan memiliki bisnis sendiri?" Ucap Kevin.


Gea mengangguk. Dia memang selalu ingin memiliki butik sendiri.


Setelah makan malam, Gea kembali ke kamar mereka. Gea lalu mandi dan ketika dia keluar dari kamar mandi, dia melihat Kevin duduk di tempat tidur. Dia merasa terkejut.


"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Gea pada Kevin.


"Aku...! Tentu saja tidur." Balas Kevin.


"Maksud ku kenapa di sini?" Tanya Gea lagi.


"Gea, aku suamimu dan ini juga kamarku. Tentu saja aku akan tidur di sini." Balas Kevin lagi.


Gea merasa gugup dan merasa bodoh. Mereka sudah menikah jadi normal bagi mereka untuk tidur di kamar yang sama. Kevin berdiri dan berjalan ke arah Gea.


Gea lalu berjalan mundur. Kevin menarik tangannya dan membawa Gea ke atas tempat tidur. Dia menyuruh Gea untuk duduk.


"Duduk di sini gadis manis." Ucap Kevin.


Dia kemudian pergi untuk mengambil pengering rambut lalu dia mulai mengeringkan rambut Gea.


Gea merasa malu karena dia pikir Kevin ingin melakukan sesuatu yang lain pada dirinya dan ketika dia mendengar apa yang dikatakan Kevin, dia merasa tersentuh oleh cinta yang Kevin berikan padanya. Dia tidak pernah berpikir bahwa Kevin akan memperlakukannya seperti itu.


Setelah mengeringkan rambut Gea, Kevin masuk ke kamar mandi. Sementara Gea masih terpana dengan kebaikan Kevin. Dia merasa pipinya panas. Ketika dia mendengar suara air dari dalam kamar mandi, dia segera berjalan ke sisi lain tempat tidur dan berbaring. Dia berpikir bahwa dia harus tidur sebelum Kevin selesai mandi.


Beberapa saat kemudian, Kevin keluar dari kamar mandi. Gea dengan cepat menutup matanya. Kevin sendiri tahu bahwa Gea belum tidur. Tapi dia tidak ingin membuat Gea malu. Dia hanya tersenyum melihat kelucuan Gea.


Setelah mengganti pakaiannya, Kevin berbaring di samping Gea. Dia lalu menarik Gea ke dalam pelukannya. Dia merasakan tubuh Gea yang gemetar.


Kevin memeluk Gea dan mencium keningnya.


"Selamat malam sayang." Ucap Kevin.


...----------------...


Ketika Gea bangun keesokan harinya, dia mendapati dirinya memeluk pinggang Kevin. Wajahnya memerah karena merasa malu dan ketika dia merasa Kevin bergerak, dia segera berpura-pura tidur lagi. Kevin tentu tahu hal itu dan dia semakin mengeratkan pelukannya dan itu membuat Gea merasa wajahnya semakin panas dan tubuhnya tegang.


Gea tidak berani bergerak sama sekali. Mereka pun tertidur lagi dan saat mereka bangun, hari sudah hampir siang. Kevin sudah selesai mandi dan saat dia membuka matanya, Kevin berjalan ke arahnya dan menciumnya.


"Apa kau sudah bangun? Pergilah mandi. Aku akan menunggumu di bawah." Ucap Kevin.


Kevin lalu berjalan keluar dari kamar. Dia langsung pergi ke kamar mandi dan setelah melihat jam, dia terkejut bahwa dia benar-benar tidur sampai dia membenturkan kepalanya sendiri.


Setelah mandi, Gea langsung mengikuti Kevin turun. Kevin sedang duduk di meja makan sambil menatap ipad-nya. Melihat Gea yang datang, Kevin menyuruh dia duduk di sampingnya. Pelayan lalu menyajikan makanan untuk mereka. Gea terdiam tanpa berkata apa-apa. Dia melirik ke arah Kevin yang sedang asyik melihat ipad-nya.


Gea mengakui bahwa Kevin memang sangat tampan dan menarik. Mengingat kejadian tadi pagi wajah Gea kembali memerah. Kevin melihatnya dan dia menggodanya lagi.


"Apa kau sudah cukup melihatku? Kenapa? Aku tahu bahwa aku ini tampan dan kau harus bangga." Ucap Kevin.


Gea tersedak mendengar kata-kata Kevin dan dia tidak menyangka aksinya itu tertangkap oleh Kevin. Kevin terburu bangkit dan menepuk punggung Gea.


"Maaf. Apa kau baik-baik saja?" Tanya Kevin.


Gea lalu mengangguk.


"Aku baik-baik saja." Balasnya.


Setelah melihat Gea yang baik-baik saja, Kevin kembali duduk. Mereka lalu menghabiskan makanan mereka. Kevin memberitahu Gea bahwa dia harus melakukan sesuatu. Jadi dia harus keluar. Sementara Gea tinggal di rumah karena dia perlu lebih banyak istirahat.


Bersambung...