Falling in Love with Celebrity

Falling in Love with Celebrity
Gea Sakit



Di bar...


Kevin sedang minum dengan Liam.


Liam menatap Kevin dan bertanya kepadanya.


"Ada apa Kevin? Apakah ini tentang Alina?" Tanya Liam.


Kevin memandang Liam. Dia tertawa tapi tawanya terdengar sedih. Liam melihat kesedihan di mata Kevin.


Kevin terdiam beberapa saat. Dia lalu mengambil gelas dan meneguk minumannya. Kevin memberitahu Liam segalanya. Setelah Li mendengar semuanya, dia menepuk pundak Kevin.


"Kevin, kau terlalu meremehkan perasaan wanita. Kau harus menjelaskannya pada Gea. Ceritakan semuanya kepadanya." Ucap Liam.


Kevin terdiam.


"Kevin, apakah kau masih mencintai Alina? Bagaimana dengan Gea? Apakah kau benar-benar mencintainya atau kau bersamanya hanya karena orang tuamu? Jawaban dari pertanyaan ini, hanya kau yang bisa menjawabnya. Jika kau benar-benar tidak mencintai Alina lagi, kau harus mengklarifikasi hubunganmu dengannya dan untuk Gea, beri dia waktu untuk menenangkan diri." Ucap Liam.


Sesaat kemudian, Kevin memanggil asistennya untuk mengantarnya kembali ke apartemennya.


...----------------...


Keesokan harinya, Kevin pergi ke kantor seperti biasa. Dia melihat Gea sedang bekerja di mejanya. Dia sangat merindukannya. Dia ingin memeluknya. Sementara Gea sendiri tetap menyibukkan diri seperti biasa. Dia tahu Kevin datang dan menatapnya. Tapi dia tidak ingin bertemu dengan Kevin.


Kevin mencoba mendekati Gea. Tapi ketika dia memandangnya, Gea menghindarinya dan mengabaikannya.


Saat jam makan siang, Kevin melihat Gea masuk ke kantin dan dia mengikuti Gea. Tapi saat dia sampai, dia melihat Gea sedang duduk bersama teman-temannya. Jadi Kevin pergi begitu saja.


Selama beberapa hari Gea terus menghindari Kevin.


Kevin mulai kesal. Dia menunggu Gea di tempat biasa. Dia mengirim pesan pada Gea, tapi dia tidak membacanya.


Kevin melihat Gea keluar dari kantor. Dia menyalakan mobilnya dan melaju perlahan ke arah Gea. Tapi sebelum dia sampai di sisi Gea, dia melihat Gea terjatuh dan sebuah mobil berhenti di depan Gea. Kevin melihat Rio keluar dari dalam mobilnya dan membantu Gea. Dia melihat Gea di bawa oleh Rio ke mobilnya dan mereka pergi. Wajah Kevin menjadi murka.


Dalam mobil Rio.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Rio.


"Aku baik-baik saja Rio." Balas Gea.


Gea menyentuh kepalanya. Dia merasa pusing tadi karena dia kurang tidur akhir-akhir ini. Sebelumnya Gea merasa ingin terjatuh karena pusing. Rio menyentuh dahi Gea.


"Kau demam Gea. Biarkan aku membawamu ke rumah sakit." Ucap Rio.


Gea menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu Rio. Aku baik-baik saja. Aku akan minum obat dan istirahat. Aku akan baik-baik saja." Ucap Gea.


Tapi setelah beberapa saat, Rio tidak mendengar apapun. Dia mengira dia sudah tertidur. Tapi ada yang tidak beres. Dia mencoba membangunkan Gea. Tapi Gea tidak merespon. Rio segera mengendarai mobilnya menuju Rumah Sakit.


Gea pingsan. Dokter memberitahu Rio bahwa Gea harus tinggal di rumah sakit. Rio tidak pulang dan dia tetap berada di sana.


Ketika Gea bangun, hari sudah pagi. Dia menemukan dirinya berada di rumah sakit. Seorang perawat berdiri di samping tempat tidur Gea.


"Oh kau sudah bangun Nona Gea." Ucap perawat itu.


"Kau pingsan karena demam. Kekasihmu membawamu kemari." Ucap perawat itu.


Gea menjadi bingung.


'Kekasih?' ucap Gea dalam hati.


Tiba-tiba dia ingat bahwa tadi malam dia bersama Rio. Jadi pasti Rio yang membawanya kemari tadi malam.


"Dia bukan keka...."


Sebelum Gea menyelesaikan kalimatnya, Rio masuk dengan dua kantong makanan.


Perawat itu tersenyum dan berkata, "ini dia. Dia terus khawatir sepanjang malam. Kau punya kekasih yang baik."


Kemudian perawat itu memberitahu Gea bahwa dia akan memberitahu dokter. Sebelum dia keluar Rio meletakkan makanan di atas meja.


"Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja sekarang?" Tanya Rio.


Gea menatap Rio. Dia tersenyum dan mengangguk.


"Aku baik-baik saja. Terima kasih Rio atas semuanya." Jawab Gea.


Rio hanya tersenyum pada Gea. Dokter masuk dan memeriksa keadaan Gea dan dokter mengatakan bahwa Gea sudah bisa keluar dari rumah sakit setelah infus selesai.


Ketika Gea keluar dari rumah sakit, Rio mengantar Gea kembali ke apartemennya. Dia mengatakan pada Gea bahwa dia sudah memberitahu perusahaan dan Gea tidak perlu pergi bekerja hari ini.


Setelah mengantar Gea, Rio kembali ke kantor. Dia sebenarnya tidak punya banyak pekerjaan. Setelah beberapa saat sibuk, dia menelpon Gea dan menanyakan kondisinya. Gea bilang bahwa dia baik-baik saja. Dia ingin membeli makanan untuk Gea, tapi Gea bilang bahwa dia sedang makan. Jadi Rio tidak memaksa Gea lagi.


Gea ada di apartemen bersama Nina.


Nina datang dan membawakan makanan untuknya. Sementara itu Kevin masih marah. Dia menunggu hampir 4 jam di apartemen Gea tadi malam. Tapi Gea tidak kunjung pulang. Dia melihat Gea dibawa ke mobil Rio kemarin. Dia pergi ke apartemen Gea dan menunggunya, tapi mereka tidak muncul.


'Di mana mereka? Kenapa dia tidak kembali ke apartemennya? Sejak kapan mereka begitu dekat?' tanya Kevin dalam hati.


Semua pikirannya membuat Kevin semakin gila. Dia mengemudikan mobilnya dan pergi ke studio Rio yang ada di kantor. Tetapi dia tidak menemukan Rio di sana. Kemudian dia mengendarai mobilnya menuju studio pribadi Rio yang juga merupakan rumahnya. Rio menginap di lantai 3 studionya, namun Kevin juga tidak menemukan Rio di sana.


Kevin mengeluarkan ponselnya dan menelpon Rio. Tapi nomor Rio terus saja sibuk. Akhirnya Kevin pergi ke apartemen Gea. Dia menekan bel dan Nina membuka pintu. Dia masuk dan melihat sekeliling.


Nina memberitahunya bahwa Gea sedang tidur karena dia sakit. Wajah Kevin menjadi lembut. Dia masuk ke kamar Gea dan melihat Gea sedang berbaring di tempat tidurnya. Dia duduk di samping Gea dan membelai wajah Gea.


Gea merasa tidur dengan lelap. Dia tidak tahu apa-apa.


Kevin memberitahu Nina bahwa dia akan menjaga Gea dan Nina pun pulang.


Kevin berbaring di samping Gea dan menariknya ke dalam pelukannya. Dia menatap Gea dan memberinya ciuman di kening dan bibir Gea.


Dia berbisik di telinga Gea.


"Aku minta maaf..."


Bersambung...