
Ketika Gea membuka matanya, dia melihat bahwa dia berada di dalam pelukan seseorang. Dia mencoba mengingat hal-hal yang terjadi kemarin. Kemudian dia merasakan lengan yang kuat memegangi pinggangnya. Gea begitu terkejut saat dia membuka selimut dan melihat dirinya yang mengenakan pakaian seorang pria. Jantungnya berdebar kencang.
'Apa yang terjadi? Siapa yang sudah mengganti pakaianku? Di mana aku?' tanya Gea dalam hati.
Dia lalu menggosok matanya dan melihat sekeliling. Dia akhirnya bisa bernafas lepas lega setelah mengetahui bahwa dia berada di kamar Kevin.
Gea mengangkat kepalanya dan melihat wajah Kevin. Tapi tidak lama setelah itu, dia kembali berpikir.
'Kenapa aku memakai kaos Kevin?'
'Siapa yang mengganti pakaianku? Apakah Kevin?'
Wajah Gea menjadi memerah membayangkan semuanya.
'Oh ya Tuhan, Kevin melihat semuanya atau mungkin... apakah dia melakukan sesuatu padaku?' ucap Gea dalam hati.
Gea mencoba menggerakkan kakinya, tidak ada rasa sakit di bagian bawah tubuhnya. Dia merasa lega. Tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu. Dia lalu menyentuh bibirnya sendiri.
'Ya Tuhan, aku sudah mencium Kevin tadi malam. Arrrgghhh, itu sangat memalukan. Bagaimana aku bisa melakukan hal itu? Aku lah yang mengambil inisiatif untuk mencium Kevin lebih dulu.' ucap Gea dalam hati.
Kevin merasakan gerakan dari Gea. Dia membuka matanya. Dia lalu mengangkat kepalanya dan melihat wajah Gea yang merah. Dia tahu bahwa Gea pasti tengah mengingat tentang kejadian tadi malam.
Kevin membungkuk dan menekan tubuhnya, dia lalu mencubit hidung Gea.
"Kau tidak boleh minum lagi mulai sekarang. Terutama saat aku tidak ada di dekatmu." Ucap Kevin.
Gea menatap Kevin dan pura-pura tidak ingat apa-apa tentang tadi malam.
"Kenapa?" Tanya Gea.
"Kenapa?" Tanya Gea lagi
"Jangan minum." Ucap Kevin. "Dan sekarang aku harus menghukum mu. Ucap Kevin.
Dia lalu menundukkan kepalanya dan mencium bibir Gea, lalu dia mencium leher dan bahu Gea dan meninggalkan bekas ciuman di sana. Kevin mengangkat dagu Gea dan menciumnya lagi. Nafas mereka berdua menjadi berat. Tangan Gea mengusap punggung Kevin. Dia takut jika dia akan kehilangan kendali. Jadi dia dengan cepat-cepat melepaskan Kevin.
Wajah Gea memerah dan dia terlihat lebih menggoda. Kevin berusaha menahan dirinya. Kevin lalu bangun dan memutuskan untuk pergi mandi air dingin.
Tadi malam dia disiksa oleh Gea sepanjang malam dan sekarang, dia hampir saja kehilangan kendali lagi.
Ketika Kevin keluar dari dalam kamar mandi, giliran Gea yang segera berlari ke kamar mandi dan Kevin pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan mereka.
Setelah selesai mandi, Gea segera turun menuju lantai bawah ke ruang makan. Ketika mereka sedang sarapan, Gea bertanya pada Kevin.
"Mmmm... Kevin, kenapa aku bisa ada di sini? Bagaimana dengan Nina?" Tanya Gea.
Sejauh yang Gea ingat, Kenzo datang untuk menjemput mereka berdua. Tapi sekarang dia malah berakhir di kamar Kevin.
"Aku membawamu kembali. Liam yang meneleponku dan mengatakan bahwa kau sedang mabuk dan aku pergi ke sana. Nina bersama Kenzo." Ucap Kevin.
Gea pun mengangguk. Dia tidak berani bertanya tentang pakaiannya dan hal-hal yang lain karena dia merasa malu.
Setelah sarapan, Kevin mengantar Gea kembali ke apartemennya dan dia sendiri pergi untuk menghadiri pertunjukannya. Saat Kevin tiba di tempat itu, anggota boyband lainnya sudah tiba di sana.
Bersambung...