
Keesokan harinya Kevin mengatur sebuah mobil untuk mengantar orang tua Gea pergi ke bandara. Setelah mengantar orang tuanya ke bandara, Gea pergi ke perusahaan untuk bekerja. Dia bergegas berjalan menuju lift karena dia datang hampir terlambat. Dia melihat begitu banyak orang menunggu di depan lift. Dia lalu melihat jam di tangannya.
Tiba-tiba seseorang menarik tangannya. Gea begitu terkejut saat orang itu menyeretnya masuk ke dalam lift.
"Hei apa yang kau lakukan?" Tanya Gea.
"Hai kita bertemu lagi." Ucap pria itu.
Gea melihat bahwa pria itu adalah orang yang dia temui dua kali. Karena ada banyak orang di dalam lift, Gea pun terdorong mundur dan dia hampir terjatuh. Untung saja pria itu segera memegang bahu Gea dan berpindah tempat dengan Gea. Sekarang dia berdiri di depan Gea. Dia meletakkan kedua tangannya di dinding dan memberi ruang untuk Gea.
Dia tengah melindungi Gea. Sekarang wajah Gea ada di dada pria itu. Dengan posisi yang seperti itu, membuat wajahnya terasa panas. Gea merasa malu.
Setelah beberapa saat, beberapa orang keluar dari dalam lift. Gea merasa lega. Dia menatap pria itu dan mengucapkan terima kasih kepadanya. Tak lupa Gea memberikan senyuman manis kepada pria itu.
Ketika mereka tiba di lantai tujuan mereka, Gea pun berjalan keluar.
Siang harinya Gea sedang makan bersama Lola di kantin ketika seseorang datang dan duduk di sampingnya. Gea menoleh dan melihat pria itu lagi.
Lola juga menatap pria itu. Pria itu mengulurkan tangannya ke arah Lola.
"Aku Rio." Ucap pria itu.
"Aku Lola." Balas Lola dengan senyum ceria.
Gea tidak mengatakan apapun. Rio lalu melihat ke arah Gea.
Gea merasa bahwa seseorang tengah menatapnya. Saat Gea menoleh, dia melihat Rio sedang menunggu dia menyebutkan namanya.
"Aku Gea." Ucapnya.
Rio pun tersenyum. Kemudian mereka mengobrol sambil makan siang. Rio adalah seorang fotografer. Lola memperhatikan bahwa sepertinya Rio menyukai Gea. Dia pun tersenyum.
Setelah itu mereka kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.
Maya salah satu rekan mereka di kantor itu duduk tidak jauh dari mereka. Dia mengepalkan tinjunya karena kesal melihat Gea dan Rio. Dia cemburu karena Gea selalu didekati oleh laki-laki tampan. Pertama Leo dan sekarang Rio. Dia juga pernah melihat Gea bicara dengan Kevin. Mata Kevin begitu lembut ketika dia menatap Gea.
Saat konser The Rain, Gea juga yang diminta untuk membantu mereka. Maya jadi semakin sangat membenci Gea.
Setelah jam kerja berakhir, Gea mengirim pesan kepada Kevin menyuruhnya untuk tidak lupa makan.
...----------------...
Waktu berjalan dengan sangat cepat, hampir satu minggu berlalu. Lola, Gea dan Rio makan siang bersama dan mereka menjadi semakin dekat. Rio sangat baik dan dia mengatakan bahwa dia akan mengajari Gea tentang fotografi jika Gea mau. Bukan hanya Maya yang iri melihat kedekatan mereka, tapi beberapa staf wanita lainnya juga merasakan hal itu.
Tapi mereka menyadari bahwa bagaimanapun juga Gea adalah wanita yang cantik. Senyumannya sangat indah untuk dilihat. Walaupun dia hanya berpakaian sederhana, kecantikannya tidak kalah dengan para model dan para artis lainnya. Bahkan Bos Gea, manajer Lina pernah menggoda Gea. Dia bertanya apakah Gea ingin menjadi bintang, jika dia mau manajer Lina bersedia membantunya.
Maka tak heran mereka semua melihat Rio mendekati Gea. Rio adalah salah seorang pria tampan dengan profesinya sebagai fotografer. Dia juga disukai banyak wanita. Beberapa rekannya bahkan merasa bahwa Gea adalah pasangan yang cocok untuk Rio.
...----------------...
Setelah melihat nama pemanggil dengan tulisan "Kakak kedua" di layar ponselnya, Gea langsung berjalan ke sudut ruangan yang tenang dan menjawab panggilan telepon itu. Dia dengan sengaja menggunakan kata kakak kedua sebagai nama Kevin di kontak ponselnya.
Suara Kevin terdengar agak serak dari seberang telepon. Kevin bertanya kepada Gea.
"Kau di mana?"
"Aku masih di kantor." Balas Gea.
Setelah bicara sebentar, mereka pun menutup telepon. Gea kembali ke tempat duduknya. Pikirannya sedikit terganggu dengan suara Kevin yang terdengar serak tadi.
'Apa dia sakit?' pikir Gea.
Rio memperhatikan Gea yang tidak fokus setelah menerima telepon tadi. Dia lalu bertanya kepada Gea.
"Apa kau ada masalah?" Tanya Rio.
"Tidak, aku baik-baik saja." Balas Gea dengan cepat.
Setelah menghabiskan makan siang, mereka kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.
Ketika Gea keluar dari gedung perusahaan setelah selesai bekerja, dia melihat di luar sedang hujan. Dia sebenarnya ingin pergi ke tempat Kevin. Tapi karena hujan dan sulit mencari taksi, dia hanya bisa berdiri di depan kantor menunggu sampai hujan reda.
Sebuah mobil hitam berhenti di depan Gea. Pengemudi mobil itu menurunkan kaca jendela dan memanggil Gea.
Gea melihat ternyata itu adalah Rio.
Rio lalu menawarkan untuk mengantar Gea pulang, tapi Gea menolaknya.
"Sulit untuk menemukan taksi dalam situasi seperti ini dan sekarang sudah larut. Kau lebih baik ikut denganku. Aku akan mengantarmu." Ucap Rio.
Setelah berpikir beberapa saat, Gea lalu memutuskan untuk masuk ke dalam mobil Rio.
"Apa kau mau makan malam bersamaku?" Tanya Rio tanpa basa-basi.
"Maaf aku lebih baik pulang saja." Ucap Gea.
"Ayolah kumohon." Ucap Rio bersikeras pada Gea.
Gea yang merasa tidak enak, akhirnya pun setuju untuk pergi.
Setelah selesai makan malam, Rio pun mengantar Gea pulang ke apartemennya.
Bersambung...