Falling in Love with Celebrity

Falling in Love with Celebrity
Kevin Marah



Kevin mengeluarkan ponselnya dan tidak melihat apa-apa di ponselnya, baik itu panggilan ataupun pesan dari Gea.


'Di mana dia?' tanya Kevin dalam hati.


Kevin memarkirkan mobilnya di dekat apartemen Gea. Dia sudah menelpon Gea berkali-kali dan mengiriminya pesan. Tapi Gea tidak mengangkat teleponnya atau membalas pesan darinya. Kevin mulai merasa khawatir dan juga kesal. Dia duduk di mobilnya, dia ingat hari itu.


...-Flashback on-...


Ketika dia bersama Gea, dia menerima sebuah pesan. Dia membaca pesan itu. Pesan itu datang dari mantan kekasihnya Alina. Dia meminta maaf pada Kevin dan dia merindukan Kevin. Dia sudah kembali dari luar negeri.


Kevin melihat nomor tak dikenal yang sama yang terus meneleponnya beberapa kali. Setelah membaca pesan itu, Kevin merasakan kekacauan di dalam hatinya. Pesan itu merusak rencananya. Dia sebenarnya ingin menghabiskan waktu bersama Gea. Tapi akhirnya dia malah mengantar Gea kembali ke apartemennya.


Alina adalah mantan kekasih Kevin. Mereka sudah bersama selama 5 tahun. Mereka saling mencintai sampai suatu hari Alina berkata bahwa dia mendapat tawaran untuk karirnya. Dia pun meninggalkan Kevin, tapi Kevin masih mencintainya dan masih menunggunya saat itu.


Setelah mengantar Gea apartemennya, Kevin menerima telepon lagi. Kali ini dia mengangkatnya.


Keesokan harinya, Kevin pergi ke kota X. Alina mengalami kecelakaan yang menyebabkan kakinya patah. Dia seorang gadis yatim piatu dan dia tidak punya keluarga. Jadi dia menelpon Kevin.


Selama di kota X, Kevin terus menemani Alina menjalani terapi. Awalnya dia berpikir setelah membantu Alina mengatasi masalahnya, dia bisa kembali ke apartemennya. Tapi Alina tidak mau melepaskannya. Alina bahkan mengancam tidak akan menjalani terapi jika Kevin tidak mau menemaninya.


Kevin terpaksa menemaninya. Setelah mereka bersama setelah 5 tahun, Kevin tidak tega menolaknya. Sebenarnya Kevin ingin menelpon Gea. Ketika dia membaca pesan Gea atau melihat panggilan dari Gea yang tak terjawab, dia ingin menjawabnya. Tapi dia tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Dia pikir lebih baik jika dia menjelaskannya secara langsung. Jadi Kevin tidak menelpon balik Gea.


Saat kaki Alina sudah pulih, Kevin langsung meminta asistennya yang juga pergi ke sana bersamanya untuk mengatur kepulangannya. Dia ingin segera bertemu dengan Gea. Tapi Alina memaksanya untuk membawanya kembali bersamanya. Dia bilang bahwa dia juga ingin kembali ke kota di mana Kevin berada. Karena itu kemarin mereka melakukan penerbangan tengah malam dan tiba di waktu subuh untuk menghindari paparazi.


Kevin tidak menyangka kedatangan mereka ketahuan. Dia membawa Alina ke hotelnya. Ketika dia di dalam mobil, dia mencoba menelepon Gea tetapi ponselnya mati.


Dia mengatur Alina untuk tinggal di hotel selama beberapa hari. Dia memberitahu asistennya untuk membantunya menemukan apartemen untuk Alina. Ketika berada di kamar, asistennya memberitahu tentang berita itu.


Setelah membacanya, Kevin mencoba menelepon Gea lagi. Tapi ponsel Gea sudah tidak aktif. Dia meminta asistennya untuk menangani berita itu, sementara dia pergi ke kantor untuk mencari Gea. Tapi Alina tidak membiarkannya pergi. Alina menemukan beberapa alasan dan membuat Kevin tetap tinggal di sana.


Sebenarnya Alina merasa curiga Melihat Kevin yang terus memegang ponselnya sepanjang waktu. Dia pikir Kevin pasti punya wanita lain maka dia mencari alasan untuk membuat Kevin tetap di sampingnya.


Setelah menemani Alina sebentar, Kevin pergi ke kantor. Ketika dia sampai di sana, dia tidak menemukan Gea. Dia menelpon Gea dan mengirim pesan kepadanya. Tapi Gea tidak membalas semuanya. Kemudian Kevin memutuskan untuk pergi ke apartemen Gea.


...-Flashback off-...


Kevin menunggu Gea beberapa saat. Dia tidak melihat Gea. Apartemen Gea masih gelap. Ketika dia hampir kehilangan kesabaran, dia melihat sebuah mobil berhenti dan Gea keluar dari dalam mobil itu diikuti oleh seorang pria. Kevin dapat melihat keakraban diantara mereka.


Wajah Kevin menjadi murka. Dia mengepalkan tinjunya.


'Siapa pria itu?' tanya Kevin dalam hati.


Ketika Aldo pergi, Kevin keluar dari mobilnya dan berjalan ke arah Gea dan menarik tangan Gea.


"Gea Dari mana saja kau? Siapa dia?" Tanya Kevin.


Gea melihat mata Kevin yang marah dan tampak menakutkan. Gea tidak menjawabnya. Hal itu membuat Kevin semakin kesal. Dia lalu segera menarik Gea ke mobilnya. Dia memegang tangan Gea erat-erat dan membuat Gea merasakan sakit di tangannya.


"Kevin lepaskan aku. Kau menyakitiku." Teriak Gea pada Kevin di dalam mobil.


Kevin mengguncang bahu Gea dengan erat. Hati Kevin di penuh amarah dan kecemburuan.


"Gea katakan saja siapa dia? Dari mana saja kau?" Ucap Kevin.


Kevin mencium bau alkohol ketika dia dekat dengan Gea.


"Kau pergi minum dengannya? Bukankah aku sudah mengatakan kepadamu bahwa kau tidak boleh minum." Ucap Kevin marah.


Air mata Gea turun ke pipinya.


"Kevin sakit, kau menyakitiku." Ucap Gea lagi.


Gea mencoba melepaskan cengkraman Kevin di tubuhnya.


Kevin marah. Dia pikir Gea tidak suka dia menyentuhnya. Dia merasa cemburu mengingat sebelumnya ketika pria itu menyentuh kepala Gea dan Gea tersenyum kepada pria itu. Tapi sekarang Gea menolak sentuhannya.


Kevin membungkuk dan memaksa untuk mencium bibir Gea.


Gea mendorong Kevin dan memukuli dadanya. Ciumannya menjadi kasar. Gea merasa marah dan menggigit bibir Kevin.


Kevin melepaskannya. Gea lalu menampar wajah Kevin dan segera membuka pintu mobil dan berlari ke apartemennya. Kevin tertegun setelah menerima tamparan dari Gea. Dia kembali tersadar. Dia pun memukul setir mobilnya.


"Sial! Aku kehilangan kendali." Ucap Kevin.


Kevin sudah bersikap kasar kepada Gea. Dia menutup matanya. Dia membenci dirinya sendiri karena tidak bisa mengendalikan emosinya. Dia telah menyakiti Gea.


Setelah menenangkan diri, dia mencoba menelepon Gea lagi. Tapi Gea tidak mengangkatnya. Kevin mengirimkan pesan kepada Gea. Dia meminta maaf padanya. Ketika dia menutup ponselnya, ponselnya kembali berdering. Dia mengira itu adalah Gea. Tapi ketika dia melihat itu adalah Alina, dia tidak menjawab panggilan itu.


Kevin pergi dari tempat Gea. Dia tahu bahwa Gea pasti sangat marah kepadanya. Dia lalu menelepon Liam untuk menemuinya di bar.


Bersambung...