
Konser The Rain berjalan dengan sukses. Hari ini adalah hari terakhir mereka melakukan konser. Mereka pun terbang kembali ke negara mereka setelah konser selesai.
Kevin hanya menelepon dan mengirim pesan satu kali kepada Gea. Setelah itu dia fokus dengan pekerjaannya dan sekarang dia begitu ingin menghubungi Gea. Kevin merasa tidak sabar untuk bertemu Gea terutama saat dia tahu tentang rumor Leo semalam dan dia tahu bahwa wanita yang bersama Leo itu adalah Gea. Bahkan walau perusahaan sudah mengklarifikasi tentang rumor itu, tapi Kevin tetap tidak senang. Dia merasa kesal saat dia melihat Gea dan Leo bersama.
Saat mereka tiba di bandara, Kevin berjalan keluar dari gerbang dan beberapa bodyguard sudah menunggu mereka. Kevin mengatakan sesuatu kepada bodyguard dan berjalan keluar melalui pintu belakang lalu masuk ke kursi belakang dari mobilnya. Sementara anggota boyband yang lainnya pergi menggunakan mobil perusahaan. Dua mobil hitam mengikuti mereka.
Mereka adalah bodyguard pribadi Kevin.
Para reporter berkerumun menemui anggota boyband lainnya. Tapi mereka tidak melihat Kevin. Mereka tidak tahu di mana Kevin pergi.
Sementara itu di dalam mobil lainnya, Kevin mengeluarkan ponselnya dan menelpon nomor Gea.
Gea sendiri sedang berada dalam perjalanan kembali ke apartemennya.
"Di mana kau?" Tanya Kevin.
"Kevin....! Aku tengah dalam perjalanan pulang ke rumah." Ucap Gea.
Gea pikir bahwa Kevin tidak akan menelponnya lagi.
Kevin menutup sambungan telepon tanpa mengatakan apapun dan dia langsung meminta sopir untuk mengantarnya ke apartemen Gea.
Saat Gea tiba di apartemennya, dia mengeluarkan kunci dan membuka pintu. Tiba-tiba seseorang mendorongnya dari belakang. Gea begitu terkejut dan dia hampir saja berteriak meminta tolong saat dia melihat bahwa itu adalah Kevin. Dia pun memukuli dada Kevin.
"Kau....!!! Kevin kau menakutiku. Bisakah kau berhenti menakutiku seperti ini. Aku bisa meninggal suatu hari nanti karena dirimu." Ucap Gea.
Kevin memegang tangan Gea dan langsung menarik Gea ke dalam pelukannya. Dia memeluk Gea sangat erat dengan satu tangannya mengusap rambut Gea. Dia pun berTanya dengan lembut kepada Gea.
"Apakah kau merindukan aku?"
Gea menggelengkan kepalanya dan melihat ke arah Kevin dengan mata yang berbinar.
"Tidak." Ucap Gea seraya menggigit bibirnya sendiri.
Dia tidak mau mengakui hal itu, tapi di dalam hatinya dia merasakan sedikit perasaan merindukan kehadiran Kevin.
Dia merasa bibir Gea begitu menggoda. Dia lalu mencium pipi kiri dan kanan Gea.
"Apakah kau mencoba untuk menggodaku?" Ucap Kevin
Wajah Gea menjadi memerah. Dia mau mengatakan sesuatu, tapi Kevin sudah menutup mulutnya dengan mulutnya sendiri.
"Tapi aku merindukanmu." Ucap Kevin di sela-sela ciuman mereka.
Setelah beberapa saat, Kevin melepaskan ciumannya. Dia pun mencubit hidung Gea dan menyentil kening Gea.
"Aauuuuww... itu sakit." Ucap Gea.
"Apakah kau lupa dengab apa yang aku katakan? Jangan buat masalah. Tapi lihat apa yang kau lakukan. Kau dan Leo?" Ucap Kevin.
Gea hanya menundukkan kepalanya.
"Kevin... aku..."
Kemudian Gea tiba-tiba mengingat sesuatu. Dia pun bicara pada dirinya sendiri.
"Kenapa aku harus menjelaskan semuanya kepada dirinya. Memangnya siapa dia?"
Tapi sayangnya Kevin mendengarkan hal itu.
"Apa yang kau katakan?" Ucap Kevin.
Kevin lalu mengangkat wajah Gea dan setelah itu mencium Gea lagi. Tiba-tiba dia menggigit bibir Gea.
"Auuuwww.... itu sakit." Ucap Gea meringis.
"Itu hukuman untukmu. Sekarang kau tahu siapa aku." Ucap Kevin.
Bersambung...