Falling in Love with Celebrity

Falling in Love with Celebrity
Bertemu Alina



Saat itu ponsel Kevin berbunyi. Ketika dia melihat nomor yang menelponnya, Kevin berlari dan berjalan ke balkon.


"Halo Kevin, ini aku Alina. Aku melihat rumor yang beredar. Apa kau baik-baik saja? Bagaimana dengan kekasihmu? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Alina.


"Dia baik-baik saja. Terima kasih atas perhatianmu." Balas Kevin.


Mereka bicara sebentar. Alina meminta maaf kepada Kevin dan dia berkata bahwa dia berharap mereka bisa tetap berhubungan sebagai teman. Alina sebenarnya berusaha membuat Kevin percaya bahwa dia sudah move on. Dia juga mengatakan pada Kevin bahwa dia sudah memberikan doa terbaik untuk hubungan Kevin dan kekasih barunya, Gea.


Saat telepon dimatikan, ada senyuman di wajah Alina. Dia mengubah rencananya. Dia ingin membuat Kevin mempercayainya. Dia ingin merubah strateginya.


Sampai waktu makan malam, saat Gea terbangun, Kevin sudah menyiapkan makan malam untuk mereka.


Malam harinya setelah Gea tertidur, Kevin menelpon Riko dan menanyakan tentang penyelidikannya.


...----------------...


Keesokan harinya karena Gea sekarang sudah menjadi pengangguran, dia mencoba mencari pekerjaan baru. Dia lalu menelpon Nina. Dia sangat merindukannya. Nina dan Kenzo sudah pergi ke Paris bulan lalu.


Setelah mengobrol dengan Nina, Gea duduk di kursi yang ada di balkon. Kevin tidak ada di rumah, jadi Gea tinggal di sana sendirian. Dia merasa bosan. Lalu dia berganti pakaian dan berjalan keluar rumah. Dia pergi ke pusat perbelanjaan.


Saat dia berada di dalam toko pakaian, seorang wanita menghampirinya.


"Nona Gea kan?" Ucap wanita itu.


"Iya ada yang bisa saya bantu?" Tanya Gea.


Gea berbalik dan melihat seorang wanita. Dia mengenali wanita itu. Dia adalah Alina, mantan Kevin.


"Ayo kita bicara." Ucap Alina.


"Kurasa kita tidak punya sesuatu untuk dibicarakan." Balas Gea.


"Apa kau takut?" Tanya Alina.


Gea melihat sekeliling dan mengikuti Alina ke sebuah cafe terdekat. Dia lalu duduk dan menatap Alina.


"Aku Alina, aku pikir kau sudah tahu tentang aku." Ucap Alina.


Gea memandang Alina dan berkata, "apa yang kau inginkan?"


Tentu saja Gea mengenalnya. Hanya saja dia tidak menyangka bahwa dia akan melihat Alina ada di sana.


Alina menatap Gea. Gea hanya memakai kaos dan celana jeans.


Alina pun berpikir sejak kapan selera Kevin menjadi seperti itu, yang dia tahu Kevin selalu punya selera yang sangat tinggi.


Alina menatap wajah Gea. Dia mengakui bahwa Gea memiliki wajah yang cantik. Namun penampilannya biasa saja. Alina menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Nona, sebenarnya apa yang kau inginkan?" Tanya Gea merasa kesal dengan Alina.


"Kau pacar barunya. Aku hanya ingin mentraktir mu secangkir kopi." Ucap Alina.


"Apa?" Ucap Gea tercengang.


'Apa dia gila? Apa tujuannya? Dia pasti memiliki tujuan sesuatu.' ucap Gea dalam hati.


Alina hanya melihat Gea sekali dan waktu itu dia tidak tahu bahwa Gea adalah pacar Kevin. Sekarang dia sudah mengetahuinya. Jadi dia ingin bertemu dengan Gea secara pribadi.


Mereka tidak mengatakan apa-apa dan mereka hanya diam. Tiba-tiba ponsel Gea berdering. Gea menekan tombol jawab dan itu adalah Kevin. Kevin bertanya dimana Gea berada. Kevin baru saja pulang dan dia tidak melihat Gea berada di rumah.


Gea memberitahu Kevin tentang di mana dia berada. Kevin meminta Gea untuk tetap di sana dan Kevin yang akan pergi mendatanginya.


Setelah menutup teleponnya, Gea melihat ke arah Alina dan berdiri.


Gea berkata, "terima kasih untuk kopi mu. Aku harus pergi."


Gea tidak ingin menjawabnya. Dia langsung berjalan keluar dari cafe itu.


Baru 15 menit, Kevin sudah sampai. Dia melihat Gea berdiri di sudut. Kevin berjalan ke arah Gea sambil tersenyum. Dia lalu memeluk Gea dari belakang. Gea begitu terkejut. Dia berbalik dan melihat bahwa itu ternyata Kevin. Gea lalu memukul lengan Kevin.


"Auuuuu..." Ucap Kevin.


"Kau pantas mendapatkannya. Kenapa kau datang ke sini? Bagaimana jika penggemarmu atau seseorang melihatmu? Aku sudah bilang bahwa aku bisa pulang sendiri." Ucap Gea.


Kevin hanya mencubit pipi Gea.


"Dan kau? Bukankah aku menyuruhmu untuk tetap tinggal di rumah. Kenapa kau keluar?" Ucap Kevin.


Gea menundukkan kepalanya.


"Aku merasa bosan diam di rumah. Aku hanya ingin jalan-jalan sebentar." Ucap Gea.


Kevin memegang tangan Gea dan berkata, "ayo pulang."


Gea pun mengangguk.


Saat itu Alina menatap mereka dengan cemburu. Dia menenangkan dirinya dan berjalan ke arah mereka.


"Kevin...!" Ucap Alina memanggil Kevin.


Kevin menoleh dan melihat Alina.


"Kau juga di sini?" Ucap Kevin.


"Iya Kevin. Aku sudah lama di sini. Aku datang untuk berbelanja dan aku bertemu dengan Nona Gea. Jadi aku mengajak Nona Gea untuk minum kopi." Ucap Alina.


Kevin menatap Gea dan dia mengangguk.


Melihat bagaimana Kevin memperlakukan Gea, membuat hati Alina diliputi rasa cemburu.


"Senang bertemu denganmu. Aku ingin mengucapkan selamat padamu." Ucap Alina pada Gea.


Ketika Gea mendengar itu, dia mengangkat kepalanya dan melihat wajah Alina. Meskipun Alina mengatakan hal itu dengan baik, tetapi Gea dapat merasakan bahwa Alina tidak benar-benar tulus dengan kata-katanya. Dia hanya berakting.


Gea pun mengangguk dan mengucapkan terima kasih kepadanya. Tapi dia tidak ingin berada di sana terlalu lama.


Kevin memandang Gea dan berkata kepada Alina, "terima kasih Alina. Tapi kami sudah harus kembali sekarang."


Alina mengulurkan tangannya dan meraih kemeja Kevin.


"Eh Kevin, aku sudah bergabung dengan AL Entertainment, mereka menawarkan aku kontrak." Ucap Alina.


Kevin menoleh untuk melihat Alina.


"Oh bagus, kalau begitu selamat ya. Semoga sukses." Ucap Kevin.


"Kevin, ku harap kita masih bisa berteman." Ucap Alina lagi.


Kevin mengangguk dan berkata, "kami harus pergi. Maaf aku tidak bisa mengantarmu."


Kemudian Kevin membawa Gea dan berjalan keluar dari mall.


Alina mengepalkan tangannya. Dia benar-benar merasa kesal dan marah. Sikap Kevin terhadapnya benar-benar menjadi berbeda. Kevin memperlakukan Gea dengan sangat baik dan lembut. Dia bisa melihat bagaimana mata Kevin saat menatap Gea dengan penuh cinta dan ada kelembutan dalam tatapan matanya itu.


Semua itu miliknya dulu. Tapi sekarang tidak lagi. Ada rasa kehilangan yang mendalam muncul dalam hati Alina.


Hatinya pun dipenuhi kebencian terhadap Gea.


Bersambung...