
Ketika Gea keluar dari gedung perusahaan, dia tidak menyadari bahwa sekelompok gadis sedang menunggu dirinya di sudut gedung. Ketika Gea berjalan ke sudut tempat itu, tiba-tiba mereka keluar dan langsung menyerang Gea.
Mereka melempari Gea dengan telur. Mereka mengaku sebagai penggemar Kevin dan mereka memperingatkan Gea untuk menjauh dari Kevin. Mereka bilang Gea tidak pantas mendapatkan Kevin.
Gea berusaha melindungi dirinya dengan menutupi kepalanya dengan tasnya.
Kevin dan Liam yang kebetulan keluar dari perusahaan, melihat kejadian itu. Kevin lantas dengan cepat berlari ke arah Gea. Sementara Liam pergi untuk memanggil security.
Kevin menarik Gea ke dalam pelukannya. Dia melindungi Gea. Dia lalu menatap para penyerang Gea itu dengan tatapan matanya yang tajam. Para penyerang Gea pun merasa takut.
Liam datang membawa beberapa Security. Mereka lalu membawa para penyerang Gea itu ke kantor polisi.
Gea menangis di pelukan Kevin.
Kevin dengan segera menelpon Riko dan Riko datang dengan mobil. Kevin memasukkan Gea ke dalam mobil dan dia juga masuk.
Gea tampak gemetar. Kevin menarik Gea ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat dan kemudian mencium keningnya.
"Maafkan aku. Maaf, aku tidak melindungi mu dengan baik." Ucap Kevin.
Kevin lalu mengambil tisu dan mulai membersihkan wajah Gea.
Ketika dia melihat Gea sudah tertidur, dia menyuruh Riko untuk menyelidiki kejadian itu.
Setelah mengantar Kevin dan Gea, Riko pergi ke kantor polisi. Dari informasi yang didapat, para penyerang itu dibayar oleh seseorang. Mereka bukan penggemar Kevin yang sebenarnya. Mereka dibayar oleh seseorang untuk menyerang dan memberikan pelajaran kepada Gea. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak mengenal orang yang membayar mereka itu. Mereka hanya mendapat tawaran dari internet.
Setelah berbicara dengan Kevin melalui telepon, Riko memberitahu polisi untuk melanjutkan penyelidikan tersebut. Para pelaku penyerangan terhadap Gea dihukum dengan harus membayar sejumlah denda dan polisi memanggil orang tua mereka untuk datang ke kantor polisi untuk membuat pernyataan.
Riko juga meminta mereka untuk membuat pernyataan permintaan maaf dan mengeluarkan ponselnya lalu merekam videonya. Jika mereka melakukannya lagi, maka mereka akan dimasukkan ke dalam penjara. Bagaimanapun mereka hanya pelajar, dan Kevin tidak ingin orang tua mereka mengkhawatirkan mereka semua.
...----------------...
Kevin masuk ke dalam kamarnya setelah berbicara dengan Riko. Dia melihat Gea sudah bangun.
"Gea, apa kau baik-baik saja?" Tanya Kevin berjalan ke arah Gea dan duduk di sampingnya.
Kevin lalu memeluk Gea, kemudian mencium kening Gea.
"Kau pasti takut. Maaf, ini semua salahku." Ucap Kevin.
Gea menatap mata Kevin dan dia merasa bahwa dirinya terlalu lemah. Dia selalu menyebabkan masalah bagi Kevin. Dia pun menunduk, namun Kevin mengangkat kepalanya dan melihat mata Gea yang memerah. Kevin kembali menarik Gea ke dalam pelukannya.
"Tidak Kevin. Ini hanya aku... aku... Seharusnya tahu konsekuensinya berkencan dengan seorang selebriti." Ucap Gea.
"Aku berjanji padamu, aku akan melakukan yang lebih baik." Ucap Kevin tersenyum dan memeluk Gea. "Kita akan melakukan yang lebih baik. Kita berdua akan melakukannya." Ucap Kevin lagi.
Kevin menemani Gea sepanjang hari. Melihat senyuman Gea, Kevin tahu bahwa Gea sudah pulih. Mereka menghabiskan waktu dengan memasak bersama dan menonton film bersama.
...----------------...
Dua hari kemudian, Gea kembali ke rumah orang tuanya. Mereka mengkhawatirkan kondisi Gea. Karena jadwal Kevin yang padat, dia tidak bisa pergi bersama Gea.
Gea memberitahu orang tuanya bahwa dia baik-baik saja dan orang tua Gea pun menghela nafas lega.
Orang tua Gea akhirnya memberitahukan kepada Gea tentang perjodohan dan pertunangannya dengan Kevin. Gea menjadi sedikit tidak senang. Dia jadi bertanya-tanya, apakah Kevin mencintainya atau tidak. Atau Kevin malah hanya bersamanya karena perjodohan dari orang tua mereka.
Gea mulai diam sejak hari itu. Ketika Kevin datang menjemputnya, Kevin melihat Gea yang tampak berbeda.
"Apa ada masalah?" Tanya Kevin.
Gea memasang senyum di wajahnya.
"Aku baik-baik saja." Balas Gea.
Tapi dalam benak Gea, dia memikirkan semua hal yang terjadi di antara mereka. Selama yang Gea tahu, Kevin tidak pernah mengatakan padanya bahwa dia mencintai dirinya.
Gea lalu melihat ke arah Kevin yang duduk di sampingnya.
'Apakah Kevin mencintai aku atau dia masih mencintai mantan kekasihnya itu?' tanya Gea dalam hati.
Kevin memperhatikan bahwa Gea sedang menatapnya. Dia lalu menarik Gea ke arah dirinya.
"Kenapa? Apa kau merindukan aku?" Tanya Kevin lalu dia membungkuk dan mencium bibir Gea. "Aku merindukanmu." Ucapnya lagi.
Riko yang sedang mengemudi tidak ingin mengganggu mereka. Dia lantas dengan cepat menurunkan sekat yang ada di antara kursi depan dan kursi penumpang.
Setelah beberapa saat, Kevin melepaskan ciumannya dari Gea dan melihat bibir Gea yang bengkak. Kevin tersenyum. Dia sangat merindukan Gea.
Sesampainya di rumah, Gea sudah tertidur dan Kevin tidak ingin membangunkan Gea. Jadi dia membawa Gea ke kamar tidurnya.
Bersambung...