Falling in Love with Celebrity

Falling in Love with Celebrity
Bertemu Di Bar



Sementara itu Gea tampak sedang duduk di bangku teras kantornya ketika Rio lewat di depannya. Rio melihatnya dan mendekati Gea. Dia lalu duduk di sampingnya.


"Hei, bagaimana kabarmu hari ini?" Tanya Leo.


Gea menatap Rio dan dia mengangguk.


"Aku baik-baik saja dan terima kasih Rio atas bantuan mu." Ucap Gea.


"Kalau begitu, kau harus mentraktirku Gea." Ucap Rio tersenyum.


"Baiklah aku akan mentraktir mu. Kau mau makan apa?" Tanya Gea.


"Apa saja. Bagaimana kalau hari ini saja setelah bekerja kau mentraktir ku?" Ucap Rio.


Gea pun mengangguk. Keduanya kemudian terdiam. Rio tahu bahwa Gea sedang memikirkan sesuatu. Dia menatap wajah Gea dan kemudian mengalihkan pandangannya.


Setelah bekerja, Gea masuk ke lift. Rio sudah menunggunya di lobby.


"Ayo ikut aku." Ucap Rio.


"Ke mana?" Tanya Gea.


Rio menarik tangan Gea dan membawanya menuju mobilnya. Dia membawa Gea pergi ke suatu tempat. Mereka pun turun dan Gea melihat bahwa itu adalah lapangan bola basket. Rio melempar bola pada Gea dan meminta Gea untuk bermain dengannya.


Setelah bermain selama 1 jam, Gea merasa lebih baik. Suasana hatinya jadi lebih baik. Gea lalu duduk di lantai. Dia menatap Rio.


Rio lalu memberi Gea sebotol air mineral. Rio duduk di sampingnya. Dia lalu menatap wajah Gea.


"Apa kau lelah?" Tanya Rio.


"Sedikit." Balas Gea seraya meminum airnya.


Dia menatap Rio lagi.


"Terima kasih." Ucap Gea.


Rio tersenyum.


"Jadi sekarang kau harus mentraktirku makan besar." Ucap Rio.


Gea tertawa dan berdiri.


"Baik, tidak masalah." Balas Gea.


Kemudian mereka pergi ke sebuah warung yang berada di pinggir jalan. Ada banyak makanan di sana. Mereka memilih tempat duduk, kemudian duduk di dalam warung itu. Mereka memesan banyak makanan karena keduanya merasa sangat lapar setelah bermain basket.


Sementara itu, Kevin berada di rumahnya sepanjang hari. Ketika dia ingin mandi, ponselnya berdering. Itu dari temannya, teman sekolahnya dulu. Dia mengajak Kevin pergi ke bar karena beberapa teman mereka juga berkumpul di sana.


Setelah mandi Kevin pergi ke sana. Ketika dia masuk ke dalam bar itu, dia melihat Liam juga ada di sana. Liam adalah teman SMA Kevin. Dia juga melihat Alina ada di sana.


Kevin duduk di samping Liam dan dia mengabaikan Alina.


Alina merasa kesal tapi dia berusaha menahannya.


"Di mana Rio?" Ucap Billy salah satu teman mereka bertanya.


Rio juga teman SMA Kevin. Ketika Rio menerima telepon itu, dia sedang berjalan dengan Gea menuju mobilnya. Setelah makan malam, Rio menatap Gea ketika dia menutup teleponnya.


"Ada apa? Kau ada janji lagi. Kau pergi saja, aku bisa pulang sendiri." Ucap Gea.


"Tidak." Ucap Rio menggelengkan kepalanya. "Bagaimana kalau kau ikut denganku." Lanjut Rio.


"Ke mana?" Tanya Gea. "Kurasa itu bukan ide yang bagus." Lanjut Gea.


Gea sebenarnya tidak mau pergi. Tapi Rio menyeretnya.


Ketika mereka tiba, Gea melihat itu adalah sebuah klub. Klub dengan nama nomor 9. Bar itu merupakan bar kelas atas dan hanya untuk anggota yang memiliki kartu anggota yang bisa masuk ke sana.


Gea pernah pergi ke sana bersama Nina dan Kenzo.


"Di sini?" Tanya Gea menatap ke arah Rio.


" Iya di sini." Balas Rio mengangguk.


Mereka berdua lalu masuk dan naik ke lantai dua. Mereka berjalan ke sebuah ruangan. Ketika mereka mendorong pintu seorang pria memanggil Rio.


"Rio..." Panggil seorang pria.


"Rio, ayo masuk. Lama tak bertemu" Ucap seseorang lagi.


"Hey... wow, kau membawa kekasihmu." Ucap orang lainnya.


"Hai bro." Ucap yang lainnya juga.


Rio berjalan masuk dan tangannya memegang tangan Gea.


"Ini temanku Gea. Maafkan aku datang terlambat. Aku sedang makan malam dengannya ketika kau meneleponku. Jadi aku ikut membawanya kemari." Ucap Rio.


Gea merasa canggung, dia pun tersenyum kepada mereka. Tetapi ketika matanya melihat sekeliling, dia melihat sosok Kevin juga ada di sana dan mata Kevin sedang menatap dirinya. Kevin duduk di samping Liam dan Alina.


Gea terkejut dan dia tidak berani melihat Kevin. Wajahnya menjadi pucat.


Rio mengajak Gea duduk di sampingnya. Dia merasa sedikit bersalah ketika melihat wajah pucat Gea. dia menatap Gea dan bertanya padanya.


"Apa kau baik-baik saja? Apa kau merasa tidak nyaman? Maaf aku tidak tahu kalau kau tidak menyukai tempat ini." Ucap Rio merasa bersalah.


Gea tersenyum.


"Tidak apa-apa. Aku hanya tidak tahu mereka berdua juga datang." Ucap Gea.


"Maksudmu Kevin dan Liam? Mereka berdua teman SMA ku." Ucap Rio.


"Oh..." Ucap Gea lalu duduk diam.


Dia merasa sepasang mata terus menatapnya dan ketika mata mereka bertemu, dia merasa Kevin seolah terlihat seperti akan membunuh seseorang.


Alina juga merasakan sesuatu yang berbeda dari Kevin dimulai saat melihat Rio masuk bersama Gea. Alina memperhatikan bahwa mata Kevin terus menatap Gea sepanjang waktu dan matanya penuh amarah dan kecemburuan. Liam lalu menepuk pundak Kevin.


Setelah beberapa saat, Alina berpikir perubahan suasana hati Kevin terkait dengan Gea. Seorang pria menawari Gea minuman, tapi dia tidak mau jadi Rio membantu Gea untuk menolaknya. Dia pun memesan segelas jus untuk Gea.


Mereka semua menggoda Rio ketika mereka melihatnya melindungi Gea.


Gea jadi tampak tersipu. Sementara Rio mengabaikan teman-temannya dan hanya bicara dengan Gea.


Rio merasa ada yang salah dengan Kevin. Matanya selalu menatap Gea dan Gea sendiri juga tidak berani menatap Kevin.


Wajah Kevin menjadi semakin murung saat mendengar teman-temannya menggoda Gea dan Rio. Kevin merasa marah dan cemburu. Dia benar-benar ingin meninju wajah Rio. Kevin mengepalkan tangannya. Dia berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu.


Setelah beberapa saat, Rio melihat wajah Gea yang semakin tidak nyaman. Dia membisikkan sesuatu kepada Gea dan dia pun berdiri. Dia membawa Gea keluar dan pergi ke mobilnya.


Kevin sedang duduk di mobilnya ketika dia melihat Gea masuk ke dalam mobil Rio dan mereka pergi. Kevin lalu menyalakan mesin mobilnya dan mengikuti mereka. Kevin tidak bisa menghilangkan kegelisahan di hatinya. Selama dia memikirkan betapa dekatnya Rio dan Gea. Dia pun memukuli setir mobilnya.


Bersambung...