
Ketika Gea berjalan keluar dari lift, Lola tersenyum kepadanya dan Gea merasa bahwa sikap Lola sangat aneh. Dia menatap Lola dan bertanya padanya.
"Ada apa? Kenapa kau tersenyum padaku seperti itu?" Tanya Gea.
Lola melihat sekeliling dan menarik Gea ke pantry.
"Katakan padaku apa yang terjadi antara kau dan Kevin?" Ucap Lola.
Gea begitu terkejut. Jantungnya berdetak kencang, tapi dia tetap berusaha tenang.
"Apa maksudmu?" Tanya Gea.
"Ayolah Gea. Kevin tidak pernah memperlakukan asistennya seperti itu, terutama asisten wanitanya. Tidak... tidak... Aku harus bilang bahwa Kevin tidak pernah punya asisten wanita. Tapi dia membawamu bersamanya dua kali dan menjadikanmu asistennya." Ucap Lola.
Wajah Gea menjadi memerah. Lola lalu kembali bicara.
"Lihat video ini. Dia memandang mu seperti seorang kekasih. Dia bahkan menyeka bibirmu." Ucap Lola.
Gea melihat video yang diperlihatkan Lola padanya. Wajahnya menjadi pucat.
'Siapa yang mengambil video ini?' tanya Gea dalam hati.
"Katakan dengan jujur, apakah kau dan Kevin berhubungan?" Tanya Lola.
Gea menatap mata Lola, lalu dia mengangguk. Lola menutup mulutnya karena terkejut.
"Benarkah? Oh ya Tuhan!" Ucap Lola.
"Sssttt,. Bisakah kau mengecilkan suaramu." Ucap Gea.
"Katakan padaku kapan dan bagaimana?" Tanya Lola penasaran.
"Aku akan mengatakannya kepadamu nanti. Tapi bisakah kita kembali bekerja lebih dulu sekarang." Ucap Gea.
Mereka berdua lalu kembali ke meja mereka.
Saat makan siang, mereka pergi ke cafe terdekat. Gea memberitahu Lola tentang hubungan antara dirinya dan Kevin.
"Jadi kalian berdua sudah saling mengenal sejak kecil? Wah romantis sekali ceritanya." Ucap Lola. "Sekarang aku merasa iri padamu." Lanjut Lola lagi.
"Lola, bisakah kau merahasiakannya? Kau tahu Kevin itu..."
"Jangan khawatir." Ucapan Lola memotong ucapan Gea.
"Terima kasih Lola." Ucap Gea.
Ketika mereka keluar dari cafe, mereka bertemu dengan Emi rekan kerja mereka. Emi menatap Gea dengan penuh kebencian. Dia juga melihat video itu dan dia merasa cemburu.
...----------------...
Hari berikutnya...
Gea berjalan menuju meja kerjanya. Dia menemukan sebuah surat di mejanya. Gea melihat sekeliling dan bertanya-tanya tentang siapa yang mengirimkan surat itu kepadanya.
Surat itu tidak memiliki nama pengirim. Gea lantas membukanya dan ada kertas di dalamnya. Gea mengeluarkannya dan melihat ada tulisan 'MATI'.
Gea tiba-tiba melemparkan surat itu ke mejanya. Dia begitu terkejut. Dia lalu berusaha untuk menenangkan dirinya lalu mengambil kertas itu lagi dan membacanya.
'Siapa yang mengirim surat ini?' pikir Gea.
Gea menggelengkan kepalanya dan melipat kertas itu dan memasukkannya ke dalam tasnya. Dia mencoba untuk berkonsentrasi dan melakukan pekerjaannya.
Ketika dia kembali dari lantai atas setelah mengantarkan beberapa berkas, dia bertemu dengan Rio.
"Hai Rio!" Ucap Gea.
Gea merasa malu.
"Aku baik-baik saja. Mmmm... Rio, bisakah kita bicara?" Ucap Gea.
Rio mengangguk dan dia mengikuti Gea ke teras. Mereka duduk di bangku. Gea lalu menatap Rio.
"Rio terima kasih untuk yang terakhir kalinya. Aku sangat menghargai semua perlakuan mu padaku." Ucap Gea.
"Ini tentang Kevin kan?" Ucap Rio.
Gea menganggukkan kepalanya.
"Kau melihatnya kan?" Ucap Gea.
Kemudian dia bercerita tentang Kevin dan dirinya sendiri. Rio merasa patah hati. Tapi dia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka berdua.
"Rio, bisakah kita tetap berteman?" Tanya Gea.
Rio tersenyum dan mengangguk.
"Tentu saja kita bisa berteman." Balas Rio.
Setelah bicara dengan Rio, Gea merasa lebih baik.
Saat jam kerja selesai, Kevin mengirim pesan kepada Gea mengatakan bahwa dia sudah menunggu Gea di tempat biasa.
Gea memasang masker dan topi lalu berjalan menuju mobil Kevin. Dia masuk ke mobil Kevin dan Kevin mencium pipinya lalu pergi.
Emi berdiri di sudut dan melihat hal itu. Dia mengepalkan tangannya. Dia merasa hatinya terbakar. Dia mengambil ponselnya dan memotret foto mereka. Ketika mobil Kevin menghilang, Emi keluar dan pergi ke halte bus.
Di sisi lain Alina berdiri di samping jendela. Tangannya memegang ponselnya. Dia juga melihat video dan beberapa foto Kevin dan Gea.
Dia membuang ponselnya ke atas meja dengan keras. Dia merasa begitu cemburu saat melihat Kevin tengah mencium Gea. Di foto itu mereka terlihat sangat intim.
...----------------...
Kevin mengemudikan mobilnya menuju villa. Dia memandang Gea.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Kevin.
Dia menatap Kevin dan tersenyum.
"Aku baik-baik saja. Kevin apakah kau sudah melihat videonya?" Tanya Gea.
Kevin memarkirkan mobilnya dan berjalan keluar. Dia berjalan ke sisi lain mobil dan membukakan pintu untuk Gea. Dia meraih tangan Gea dan berjalan masuk ke villanya.
"Apa kau takut?" Tanya Kevin seraya menarik Gea ke dalam pelukannya.
Gea memeluk Kevin dan menyandarkan kepalanya di dada Kevin. Dia tidak ingin memberitahu Kevin tentang surat itu.
Kevin lalu mengangkat dagu Gea dan mencium bibirnya. Kevin tidak pernah merasa cukup untuk mencium bibir Gea. Itu sudah seperti obat yang membuat Kevin kecanduan.
Kevin lalu melepaskan ciumannya dan bertanya kepada Gea.
"Apa kau lapar?"
Gea mengangguk. Kevin lalu berjalan ke dapur.
"Aku akan memasak untukmu." Ucap Kevin.
Gea mengikuti Kevin lalu dia membantu Kevin memasak. Keduanya tampak seperti pasangan suami istri yang sangat serasi.
Bersambung....