Falling in Love with Celebrity

Falling in Love with Celebrity
Marah



Gea mengambil semua barang-barangnya dan berjalan keluar. Dia lalu berdiri di depan restoran menunggu kedatangan Kevin. Lola juga berjalan keluar setelah membayar makanan. Dia melihat Gea yang berdiri di depan restoran. Dia ingin memanggil Gea. Tapi dia melihat sebuah mobil berwarna hitam datang dan Gea tampak berjalan masuk dengan cepat ke dalam mobil itu.


Setelah Gea masuk, mobil pun melaju pergi. Lola menjadi penasaran tentang siapa orang yang menjemput Gea. Dia merasa sedikit familiar dengan mobil itu. Tapi dia tidak mengingat di mana dia pernah melihatnya.


...----------------...


Di dalam mobil, Gea tidak berani bicara atau melihat ke arah Kevin. Dia tahu bahwa Kevin tengah marah kepadanya.


Kevin menginjak pedal gas dan mengendarai mobilnya dengan sangat cepat. Kevin memegang setir mobil dengan erat karena dia sangat marah. Dia mencoba untuk menahan emosinya. Dia hampir saja mati karena rasa takut sebelumnya saat dia tidak tahu di mana keberadaan Gea. Dia takut sesuatu mungkin saja terjadi pada Gea. Dia merasa marah dan juga lega setelah mengetahui bahwa Gea sudah baik-baik saja.


Kevin merasa lega karena tidak ada yang terjadi kepada Gea. Tapi dia juga marah karena Gea tidak mengatakan kepadanya bahwa dia ingin pergi bersama temannya.


Kevin belum makan. Dia mengendarai mobilnya ke area parkir di apartemennya. Kevin membuka pintu mobil dan membanting pintu mobilnya. Dia begitu takut dengan kemarahan Kevin.


Kevin berjalan ke arah lift. Tapi dia tidak melihat Gea di belakangnya.


Dia pun kembali berjalan ke arah mobilnya dan menarik Gea keluar dari mobilnya. Dia memegang tangan Gea dengan erat sementara salah satu tangan Gea memegang tas belanjanya. Saat lift sampai di apartemen Kevin, dia menarik Gea keluar dari dalam lift dan masuk ke dalam apartemennya. Gea tetap terdiam, dia tidak berani melihat Kevin.


Kevin berjalan ke arah sofa dan duduk. Dia benar-benar ingin memukuli Gea. Darahnya benar-benar naik ke kepalanya.


"Kemarilah." Ucap Kevin memerintahkan Gea.


"Gea, apa kau tahu apa yang kau lakukan? Jelaskan kepadaku kenapa kau tidak menjawab panggilan dariku dan membalas pesanku dan apa kau lupa apa yang aku katakan. Aku akan membawamu keluar untuk makan malam dan memintamu untuk menungguku dan kenapa kau pergi dengan temanmu tanpa mengatakan apapun kepadaku." Ucap Kevin.


Gea hanya terdiam seperti seorang anak kecil yang dimarahi oleh orang tuanya karena membuat suatu kesalahan. Kevin tidak bisa menahan dirinya karena melihat Gea terus terdiam. Dia benar-benar marah dan berteriak kepada Gea.


"Gea, aku bertanya kepadamu, jawab aku." Teriak Kevin yang begitu marah.


Gea tampak ketakutan dan pikirannya kacau. Kemudian matanya memerah. Air matanya pun turun ke pipinya.


"Kevin aku...." Ucap Gea.


Hati Kevin merasa terluka saat dia melihat air mata Gea.


Saat mereka masih kecil, bahkan walau Kevin suka menjahili Gea, tapi dia juga merasa terluka saat Gea menangis. Dia akan memberikan permen atau menggendong Gea di pundaknya untuk membuat Gea berhenti menangis.


Dia lalu mendekat ke arah Gea dan menariknya dalam pelukannya, suaranya pun melembut.


"Aku minta maaf. Aku begitu ketakutan saat aku pikir sesuatu mungkin saja terjadi kepadamu, saat aku tidak bisa menghubungimu. Jangan lakukan itu lagi Gea." Ucap Kevin memeluk Gea dengan erat.


Bersambung...