
Gea merasakan matanya menjadi panas. Air matanya turun ke pipinya. Saat dia mendengar suara langkah kaki mendekat, Gea dengan cepat mengusap air matanya. Lola masuk dan mengajaknya pergi shopping bersama dirinya dan Gea pun setuju. Gea pikir dia harus memikirkan semuanya lagi tentang hubungannya dengan Kevin.
Sekarang dia harus membersihkan pikirannya beberapa saat. Dia sudah bersama Kevin selama ini, mungkin itulah alasan kenapa dia merasa nyaman dengan Kevin. Setelah bekerja berjam-jam, dia berjalan keluar bersama Lola. Mereka menyewa sebuah taksi dan pergi ke shopping mall, sementara Kevin sampai di kantor itu setelah mereka pergi.
Kevin menunggu Gea di tempat biasa. Setelah beberapa saat, dia tidak melihat Gea. Sebenarnya Gea tidak punya jadwal untuk pergi ke perusahaan hari ini. Tapi dia datang untuk menjemput Gea. Namun karena macet, dia tiba sedikit terlambat dan dia mencoba untuk menelpon Gea. Tapi Gea tidak menjawab panggilan darinya.
Setelah menunggu hampir setengah jam, Gea tetap tidak muncul. Kevin menelpon Gea lagi, tapi dia tidak mendapat jawaban apapun. Dia pun dengan segera pergi ke area parkir dan naik ke elevator ke lantai atas.
Saat dia tiba di meja Gea, dia melihat meja Gea sudah kosong. Dia mengeluarkan ponselnya dan menelpon Gea lagi. Tapi dia tetap tidak mendapat jawaban apapun. Ekspresi di wajahnya menjadi marah.
'Apa yang salah dengan Gea?' ucap Kevin dalam hati. 'Apakah sesuatu terjadi kepadanya?'
Kevin tiba-tiba merasa takut. Dia dengan cepat keluar dan pergi ke apartemen Gea. Tapi saat dia melihat lampu di apartemen Gea tidak menyala, itu berarti Gea tidak ada disana.
"Ke mana dia pergi?" Tanya Kevin.
Kemudian Kevin menelpon Gea lagi dan lagi.
...----------------...
Di sisi lain...
Gea tengah makan hot pot bersama Lola.
Gea mengeluarkan ponselnya dan melihat ada 25 panggilan tak terjawab dan beberapa pesan dari Kevin. Wajah dia menjadi kaku. Dia melihat ke ponselnya dan tiba-tiba sebuah pesan masuk lagi. Dia tidak berani membukanya. Dia alu menaruh ponselnya di atas meja kemudian melanjutkan menyantap hot pot nya.
Tidak lama setelah itu ponselnya bergetar lagi. Lola melihatnya.
"Hei ponselmu." Ucap Lola menunjuk ke arah ponsel Gea.
Kemudian Gea dengan cepat melihatnya di mana di ponselnya itu tampak nama Kevin di sana. Gea merasa ragu, apakah dia akan menjawab panggilan itu atau tidak. Tapi karena dia melihat Lola menatapnya, dia pun menghindar dan berjalan ke sudut ruangan untuk menjawab panggilan Kevin.
Tepat saat dia menekan tombol untuk menjawab panggilan itu, sebuah suara marah terdengar dari seberang ponsel.
"Terima kasih Tuhan. Gea kau akhirnya menjawab panggilan dariku. Di mana kau? Kenapa kau tidak menjawab panggilan dariku atau pesan dariku? Apakah kau sengaja membuat aku menjadi gila Gea?" Ucap Kevin.
Sebelum Gea bisa membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, Kevin sudah memarahinya. Setelah mengeluarkan amarahnya, Kevin pun bertanya di mana Gea berada.
Gea pun mengatakan kepada Kevin di mana dia berada sekarang dan Kevin meminta Gea untuk menunggu dirinya di depan tempat itu karena dia akan menjemput Gea sekarang juga dan kurang dari 15 menit Kevin akan sampai di tempat Gea berada.
Gea kemudian berjalan kembali ke restoran dan mengatakan kepada Lola bahwa dia harus pergi karena akan melakukan sesuatu. Lola mengangguk dan mengatakan bahwa dia akan membayar makanannya.
Bersambung...