Falling in Love with Celebrity

Falling in Love with Celebrity
Kesal



Saat Gea tiba di kantor dia melihat Kevin keluar dari lift menuju ruangan meeting. Kevin sama sekali tidak melihatnya. Dia mengenakan pakaian serba hitam dan dia tampak sangat menakjubkan. Dia terlihat sangat tampan. Gea ingin berlari ke arahnya dan memeluknya. Dia merasa sangat merindukan Kevin.


Gea tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia tidak bisa melakukan apapun saat ini. Gea lalu pergi ke meja kerjanya dan mencoba untuk fokus pada pekerjaannya. Dia pun mulai melakukan semua pekerjaannya sendiri.


Manajer Lina berjalan keluar dari ruangannya dan meminta Gea untuk pergi ke studio yang ada di lantai 6. Dia meminta Gea untuk menyerahkan sesuatu ke bagian keuangan.


Ketika Gea sudah selesai melakukan tugasnya dia pun kembali dari Departemen Keuangan. Dia tidak naik lift tapi dia memutuskan untuk menggunakan tangga.


Tiba-tiba dia mendengar seseorang sedang bicara di tangga. Pria itu sedang memarahi seseorang diteleponnya. Ketika Gea mendongak, dia melihat seorang pria. Tapi dia hanya melihat punggung pria itu sehingga dia tidak tahu siapa pria itu. Gea menundukkan kepalanya dan segera berjalan melewati pria itu. Tapi tiba-tiba tangannya dipegang oleh seseorang.


Gea begitu terkejut.


"Maaf, aku tidak bermaksud menguping pembicaraan mu." Ucap Gea.


Tapi pria itu tidak membiarkan Gea pergi.


"Hei itu ternyata kau. Kau tidak ingat aku?" Ucap pria itu.


Gea mengangkat kepalanya dan melihat wajah pria itu. Ternyata pria itulah yang menabraknya kemarin.


"Kau membuatku terkejut." Ucap Gea menghela nafas lega sambil memegangi dadanya.


Pria itu melepaskan tangan Gea dan tersenyum.


"Maaf, aku tidak bermaksud memegang tanganmu." Ucap pria itu.


Gea lalu membalas senyuman pria itu.


"Kau bekerja di sini?" Tanya pria itu kepada Gea.


Gea dengan cepat-cepat pergi. Dia tidak ingin bicara terlalu lama dengan orang asing. Sementara pria itu melihat Gea berjalan pergi sambil tersenyum.


Gea juga bicara dengan Leo sebentar ketika dia bertemu dengannya secara tidak sengaja saat dia berjalan kembali ke meja kerjanya.


Waktu seharian berlalu. Gea tidak melihat tanda-tanda apapun dari sosok Kevin. Setelah selesai bekerja, Gea pergi ke toilet di lantai pertama sebelum dia keluar dari gedung tempat dia bekerja.


Saat Gea keluar dari toilet, seseorang menariknya ke sudut ruangan. Dia melihat pria itu dan ternyata itu adalah Kevin. Kevin meraih tangannya dan berjalan ke tempat parkir di basemen. Mereka pun menaiki tangga.


Setelah mereka masuk ke dalam mobil, Kevin pun melajukan mobilnya pergi. Mereka tidak mengatakan apa-apa saat berada di dalam mobil.


Mereka akhirnya sampai di tempat Kevin.


Kevin lantas menyeret Gea keluar dari dalam mobilnya dan mereka langsung naik lift menuju apartemen Kevin.


Gea merasa marah dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Kevin. Tapi Kevin memegang tangannya begitu erat. Sesampainya di dalam, Kevin melepaskan tangan Gea.


Gea berjalan menuju pintu dan ingin membukanya, tapi Kevin menariknya kembali.


"Apa yang kau lakukan? Kau ingin pergi ke mana?" Tanya Kevin.


"Aku ingin pulang." Balas Gea merasa marah karena Kevin tidak meneleponnya atau mengirim pesan kepadanya.


"Gea ada apa sebenarnya? Kenapa kau tidak menelepon ku?" Tanya Kevin.


"Kevin... Apa yang kau inginkan? Kau lah yang mengabaikan ku sepanjang hari ketika kau tidak membutuhkanku dan sekarang kau bertanya padaku ada apa? Kau.... kau juga tidak meneleponku." Ucap Gea seraya membelakangi Kevin.


Bersambung...