
Dua hari sebelum kelulusannya, orang tua Gea datang. Dia merasa sangat bahagia.
Tepat di hari kelulusannya, Gea datang ke kampusnya lebih awal. Dia melakukan beberapa latihan dengan teman-temannya sebelum acara dimulai. Gea akan bermain piano.
Para tamu undangan mulai berdatangan dan semua mahasiswa mulai bersiap-siap. Gea melihat orang tuanya duduk di tempat yang telah disiapkan untuk mereka.
Acara wisuda pun dimulai. Setelah sambutan dekan selesai, satu persatu mahasiswa mulai maju ke depan.
Setelah upacara wisuda selesai, acara dilanjutkan dengan hiburan. Gea sudah mengganti pakaiannya menjadi gaun sederhana berwarna putih. Dia berjalan keluar dan duduk di depan piano dan mulai memainkannya.
Setelah para mahasiswa tampil, pembawa acara memberitahu mereka bahwa mereka kedatangan tamu istimewa. Semua orang melihat sekeliling. Mereka ingin tahu siapa tamu istimewa itu.
Tiba-tiba pembawa acara mengundang The Rain ke atas panggung. Semua mahasiswi berteriak gembira. Mereka tidak pernah menyangka bahwa The Rain akan ada di sini.
Gea terkejut dan tertegun.
'Bagaimana mungkin Kevin tidak memberitahukan hal ini kepadaku?' pikir Gea.
The Rain naik ke atas panggung dan mengatakan beberapa hal. Setelah itu mereka menyanyikan dua lagu. Semua mahasiswa berteriak, terutama para gadis. Gea harus mengakui bahwa The Rain benar-benar hebat. Mereka juga sangat tampan.
Gea yang duduk di samping Nina melihatnya menatap The Rain tanpa berkedip. Dia tertawa dan menyenggol bahu Nina untuk menggodanya.
"Hei tutup mulutmu itu. Air liur mu menetes." Ucap Gea.
Nina menutup mulutnya dan menyeka air liurnya. Dia menatap Gea dan berkata, "Gea, mereka sangat hebat. Lihat lah, mereka tampan dan juga seksi. Oh aku ingin memeluk mereka semua." Ucap Nina.
"Lihat Kevin, matanya terus menatapmu. Kau sangat beruntung. Aku merasa cemburu sekarang. Kau harus memberitahuku apakah enak dan bagaimana rasanya dicium oleh Kevin? Apakah kalian berdua pernah seperti itu?" Tanya Nina.
"APA?" Ucap Gea.
"maksudku melakukan hal seperti itu. Ehem-ehem... apakah dia hebat?" Tanya Nina lagi.
Gea tampak tersipu. Dia mengerti dengan apa yang maksud oleh Nina. Dia pun mencubit lengan Nina.
"Hus... hus... usir pikiran kotor mu itu dan asal kau tahu, suaramu itu terlalu keras." Ucap Gea melihat ke kanan dan ke kiri.
Gea takut jika seseorang akan mendengarkan ucapan Nina tadi.
Setelah The Rain selesai perform, mereka langsung menuju pintu keluar. Beberapa reporter sudah berdiri di depan gerbang. Mereka ingin mewawancarai The Rain. Setelah mereka mengatakan beberapa kata pada reporter, mereka pun pergi.
Acara wisuda pun berakhir. Gea dan Nina lalu berfoto bersama orang tuanya.
Beberapa teman datang dan meminta Gea dan Nina untuk ikut bersama mereka, karena mereka akan pergi untuk merayakan kelulusan mereka itu.
Gea dan Nina bicara dengan orang tua mereka dan kemudian pergi bersama teman-teman mereka. Mereka lalu pergi ke restoran dan mulai makan malam. Setelah makan malam, beberapa dari mereka menyarankan untuk pergi ke klub. Menurut mereka ini akan menjadi pertemuan terakhir mereka karena beberapa dari mereka mungkin akan kembali ke kota mereka atau pergi ke luar negeri. Mereka mengatakan bahwa ini adalah pesta perpisahan.
Nina dan Gea tidak mau pergi, tapi teman mereka bersikeras. Keduanya diseret oleh mereka. Setelah itu Nina mengirim pesan kepada Kenzo.
Bersambung...