
Pagi yang indah ketika Gea bangun tidur. Tapi dia tidak melihat Kevin. Mama Kevin mengatakan kepadanya bahwa Kevin sibuk akhir-akhir ini. Dia tengah membantu saudaranya di perusahaan mereka.
Setelah mereka selesai sarapan, Lita datang dan mengajak Gea untuk keluar. Mereka pergi berbelanja dan setelah itu Lita membawa Gea pergi ke sebuah butik.
Ketika mereka tiba, pemilik butik datang dan bicara dengan Lita.
Lita memberitahu Gea bahwa Kevin menelponnya dan memintanya untuk mendandani Gea dengan cantik karena dia ingin mengajak Gea pergi ke sebuah pesta.
Saat Gea mengganti pakaiannya, Lita tampak tercengang. Dia menatap Gea dan tersenyum lebar. Gea terlihat sangat cantik.
Mereka lalu pergi ke sebuah restoran mewah. Ketika mereka tiba, manajer restoran datang dan dia membungkuk di depan Lita dan saat itu juga Gea tahu bahwa sebenarnya Lita adalah pemilik dari restoran itu.
"Semuanya sudah siap?" Tanya Lita kepada manajer restoran itu.
Manajer itu pun mengangguk.
"Iya Nyonya." Balasnya.
Mereka lalu berjalan ke arah belakang restoran itu. Disana Gea melihat sebuah taman yang indah dengan cahaya yang tampak indah juga dan dia juga mendengarkan musik saat dia berjalan lebih dalam ke area taman itu.
Ternyata orang yang memainkan musik itu adalah Kevin. Dia tampak sedang duduk di depan piano. Dia sedang bermain piano. Gea lalu tersenyum dan Kevin mulai bernyanyi.
Gea berdiri di sana melihat Kevin. Jantungnya berdegup kencang. Kevin menatapnya. Tatapan Kevin benar-benar membuat Gea luluh. Gea benar-benar merasakan cinta yang dalam pada Kevin.
Saat ini, Kevin terlihat sangat tampan. Tidak heran semua gadis ingin menjadi kekasihnya.
Saat lagu selesai, Kevin pun berdiri dia perlahan berjalan ke arah Gea dengan seikat bunga mawar di tangannya. Dia mengenakan setelan jas putih yang membuatnya seolah tampak seperti seorang pangeran dalam negeri dongeng.
Kevin lalu menyeka air mata di wajah Gea dan mencium pipi juga kening Gea lalu dia memberikan bunga dan kemudian berlutut di hadapan Gea. Tangannya memegang tangan Gea. Dia menatap mata Gea dengan dalam kemudian berkata,
"Gea, maukah kau menikah denganku?"
Gea merasa tersentuh. Matanya penuh dengan air mata kebahagiaan. Dia dia pun mengangguk dan berkata, "tentu saja aku mau."
Kevin lalu mengeluarkan cincin dari dalam sebuah kotak dan menaruhnya di jari manis Gea.
Gea melihat cincin itu dan tersenyum. Itu adalah cincin yang indah. Lalu dia mengambil cincin yang lain dan memasangnya di jari Kevin. Kevin pun berdiri dan memeluk Gea lalu menciumnya.
"Aku mencintaimu Gea." Ucap Kevin.
Gea begitu terharu. Akhirnya Kevin menyatakan cintanya. Itu adalah 3 kata yang ditunggu-tunggu oleh Gea selama ini.
Gea lalu menatap mata Kevin dan berkata "aku juga mencintaimu Kevin."
Lalu mereka berciuman lagi. Tiba-tiba mereka mendengar banyak tepuk tangan. Kevin melepaskan Gea dan mereka menoleh.
Gea melihat orang tuanya dan juga saudara laki-laki dan kakak iparnya beserta keluarga Kevin. Semuanya ada di sana dan wajah Gea memerah.
Mereka datang dan memeluk Gea satu persatu dan memberi selamat kepada mereka berdua.
Ketika mereka sedang menikmati makan malam, Mama Kevin berdiri.
Dia berkata bahwa dia ingin Kevin dan Gea mengadakan pesta pernikahan mereka setelah tahun baru dan itu berarti masih ada waktu 3 bulan lagi.
Kevin setuju dengan ide itu. Dia memandang Gea sambil memegang tangan Gea. Dia berkata mungkin mereka akan menikah secara keluarga lebih dulu ketika mereka akan kembali nantinya ke negara mereka.
Orang tua mereka juga setuju dengan hal itu. Melihat pasangan serasi ini, orang tua mereka juga ikut bahagia.
Setelah makan malam, mereka kembali ke rumah keluarga Kevin. Keluarga Gea juga tinggal di sana. Rumah itu sangat besar dan memiliki banyak kamar.
Gea menyandarkan kepalanya di dada Kevin. Dia dipeluk dari belakang oleh Kevin.
"Kevin apakah kau benar-benar mencintaiku?" Tanya Gea.
"Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau tidak percaya padaku?" Balas Kevin balik bertanya.
Kevin membalikan tubuh Gea untuk menghadap ke arahnya. Gea pun tersenyum.
"Aku hanya ingin bertanya sejak kapan kau jatuh cinta kepadaku." Tanya Gea lagi.
"Mama memberitahuku tentang pertunangan kita. Apakah kau melakukan semua ini karena perjodohan itu?" Tanya Gea lagi.
Kevin mencubit pipi Gea dan menatap mata Gea dengan dalam.
"Ini bukan karena perjodohan dari orang tua kita." Ucap Kevin.
Kemudian Kevin memegang wajah Gea dan mencium bibir Gea dengan perlahan.
"Apakah kau ingat hari itu saat kau menabrak seorang pria dan minuman mu tumpah dan kau juga mengatakan bahwa kau hanya seorang mahasiswa yang miskin dan kau pikir kau akan dirampok?" Ucap Kevin.
Gea mengangkat kepalanya dengan tegak dan menatap Kevin dengan wajah penasaran.
"Apa itu kau?" Tanya Gea.
Kevin tertawa.
Dia berkata, "kau tahu, waktu itu wajahmu terlihat sangat lucu."
Gea memukul dada Kevin.
"Kau... kau membuatku takut saat itu." Ucap Gea.
Gea memang benar-benar ketakutan saat itu. Kevin lalu menatap Gea, dan dia menggodanya lagi.
"Apakah aku terlihat seburuk itu?" Tanya Kevin.
Melihat wajah Gea yang serius, Kevin merasa bersalah dia memeluk dia lagi.
"Maafkan aku. Waktu itu aku dikejar oleh penggemarku. Aku benar-benar minta maaf karena membuatmu takut." Ucap Kevin. "Eh tapi aku ingat kau juga menikmati ciuman yang aku lakukan waktu itu." Lanjut Kevin.
Wajah Gea memerah. Dia merasa malu.
Kevin kembali melanjutkan bicaranya.
"Mungkin saat itu, aku sudah merasa jatuh cinta padamu. Lalu aku melihatmu lagi di kantor. Aku selalu ingin menggoda mu. Aku juga merasa kesal saat melihatmu bicara dengan Leo. Senyummu itu, aku tidak suka ketika kau memberikan senyummu kepada Leo dan pria lainnya. Aku merasa kesal dan cemburu." Ucap Kevin panjang lebar.
Kevin lalu mengangkat dagu Gea dan menatap matanya.
"Jadi, mulai sekarang kau tidak boleh memberikan senyummu kepada pria lain terutama Leo, Rio dan pria itu, pengacara itu juga." Ucap Kevin.
Gea terdiam saat mendengar hal itu. Baginya Kevin terlalu posesif. Bagaimana bisa Kevin memberikan aturan seperti itu kepadanya.
Gea hanya bisa menangis di dalam hatinya. Dia tidak tahu apakah dia harus merasa senang atau sedih. Bagaimana mungkin dia tidak akan tersenyum ketika dia melihat seseorang tersenyum kepadanya.
Kevin menciumnya lagi dan Gea bersandar di dada Kevin dan keduanya menikmati pemandangan malam dari balkon. Ketika Kevin melihat Gea sudah tertidur, dia perlahan membawa Gea kembali ke tempat tidurnya.
Bersambung...