Falling in Love with Celebrity

Falling in Love with Celebrity
Amnesia



Tak lama setelah itu ambulans datang dan membawa Gea dan sopir taksi ke rumah sakit. Kevin tiba di lokasi kejadian, namun dia tidak melihat Gea. Rio ada di sana bersama polisi, sementara Lola pergi ke rumah sakit dengan ambulans. Kevin meminta Riko untuk menangani hal itu sementara dia sendiri pergi ke rumah sakit saat bersama Rio.


Saat Kevin datang bersama Rio di rumah sakit, dia melihat Lola yang sedang menunggu di luar ruang gawat darurat.


Lola memberitahu Kevin tentang Gea yang menelpon dirinya. Mendengar hal itu, Kevin merasa bersalah. Entah kenapa saat itu ponselnya mati. Biasanya dia selalu mengeluarkan ponselnya untuk memeriksa panggilan dari Gea. Tapi entah kenapa waktu itu dia tidak melakukannya.


Riko datang dan memberitahu Kevin bahwa polisi sudah mengambil alih kasus tersebut. Namun Kevin tetap meminta Riko untuk melakukan penyelidikannya sendiri.


Sesaat kemudian, ruang gawat darurat dibuka. Dokter pun keluar dan Kevin langsung berdiri dari posisi duduknya.


"Siapa keluarga Nona Gea?" Tanya dokter itu.


"Aku suaminya." Ucap Kevin.


Para perawat yang ada di sana melihat pria yang bicara itu adalah Kevin. Mereka menjadi terkejut. Tapi mereka tidak berani berkata apa-apa. Dokter lalu memberitahu Kevin bahwa tidak ada yang berbahaya dengan kondisi Gea. Tapi dia hanya masih tidak sadarkan diri.


Setelah itu, Gea lalu dipindahkan ke ruangan VIP.


Kevin duduk di samping tempat tidur Gea. Dia memegang tangan Gea. Dia sangat takut. Dia takut jika Gea tidak akan bangun.


Beberapa saat kemudian Riko masuk dan dia bicara tentang perkembangan penyelidikan yang dia lakukan terhadap apa yang terjadi kepada Gea.


"Bagaimana hasilnya?" Tanya Kevin.


"Polisi sudah melacak pemilik van hitam itu. Mereka berusaha melarikan diri, tapi polisi sudah pergi ke sana untuk menangkap mereka." Ucap Riko.


"Cobalah bekerja lebih cepat. Aku ingin tahu semuanya." Ucap Kevin lagi.


Riko mengangguk dan berjalan keluar. Dia gemetar saat melihat sorot mata Kevin yang tampak sangat berbahaya. Kevin menelpon orang tua Gea dan memberitahu mereka tentang kondisi Gea. Orang tua Gea menjadi sangat khawatir. Jadi keesokan harinya mereka datang dengan segera.


Kevin merasa sangat bersalah dan meminta maaf kepada kedua orang tua Gea karena tidak bisa menjaga dia dengan baik. Selain itu Kevin juga bertanya kepada Riko tentang sopir taksi itu. Kevin meminta Riko untuk mengatur semua yang dia butuhkan.


Sopir taksi sudah bangun dan dia memberitahu polisi tentang segalanya. Riko memberinya sejumlah uang sebagai ucapan terima kasih. Sopir itu tidak menginginkannya, tetapi Riko membujuknya. Jadi sopir itu pun akhirnya mengambil uang itu.


Lagi pula setelah kecelakaan yang terjadi, Sopir itu harus tetap berada di rumah untuk memulihkan kondisinya. Jadi dia harus memberi makan keluarganya. Tapi dia tidak bisa bekerja, jadi dia pun setuju untuk mengambil uang yang diberikan Riko kepadanya.


Kevin menatap Gea. Dia berada di rumah sakit sejak hari itu. Orang tua Kevin juga datang dari London. Mereka khawatir dengan kondisi menantunya. Dokter yang bertanggung jawab atas kondisi Gea mengatakan bahwa dia akan segera bangun. Tapi ini sudah satu minggu dan Gea masih dalam keadaan yang sama.


Dari penyelidikan yang dilakukan Riko, mereka menemukan bahwa para penjahat itu dibayar oleh seseorang. Tapi mereka tidak tahu siapa yang membayar mereka.


Mereka menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal. Jadi polisi masih memeriksa nomor tersebut. Orang-orang yang berada di dalam van hitam adalah 3 orang pria dan mereka sudah dimasukkan ke dalam penjara.


...----------------...


Hari-hari berlalu...


Sudah 10 hari Gea masih belum bangun juga. Kevin menjadi semakin cemas melihat keadaan Kevin. Orang tuanya memaksanya untuk beristirahat. Orang tua Gea juga meminta Kevin untuk pulang ke rumah.


Nina dan Kenzo baru saja kembali dari Paris. Mereka seharusnya kembali untuk pernikahan Gea. Tapi ketika mereka tiba, mereka mendengar dari Kevin tentang kecelakaan yang menimpa Gea. Ketika mereka menelpon dan menanyakan tentang Gea, mereka lalu segera datang ke rumah sakit.


Nina menangis melihat kondisi Gea. Dia tidak menyangka hal ini terjadi pada sahabatnya.


Nina mendekati telinga Gea dan membisikkan sesuatu. Ketika Nina ingin pergi, dia melihat mata Gea bergerak. Dia segera memanggil dokter dan setelah memeriksa Gea, dokter berkata bahwa Gea menunjukkan tanda akan segera bangun. Semua orang pun merasa senang.


...----------------...


Selama tidak sadarkan diri, Gea terus bermimpi banyak hal. Dia juga mendengar Nina memanggilnya dan juga ada seorang pria dengan suara yang begitu familiar. Tapi dia tidak tahu siapa pria itu. Gea perlahan membuka matanya dan dia melihat mamanya.


"Mama..." Ucap Gea.


Mama Gea menoleh dan air matanya jatuh ke pipinya. Dia berjalan ke arah Gea.


"Sayang, kau sudah bangun. Bagaimana perasaanmu? Mama akan memanggil dokter." Ucap Mama Gea.


Mama Gea lalu dengan cepat menekan tombol darurat.


"Mama, apa yang terjadi? Apakah ini di rumah sakit? Kenapa aku ada di sini?" Tanya Gea.


Seorang perawat datang bersama dokter.


Dokter itu lalu memeriksa kondisi Gea dan melihat ke arah Mama Gea.


"Nyonya, sekarang putri anda sudah baik-baik saja." Ucap dokter itu.


"Mama ada apa denganku? Kenapa aku ada di sini?" Tanya Gea bingung.


"Apa kau tidak ingat?" Tanya Dokter pada Gea.


Gea menggelengkan kepalanya. Dokter melihat ke arah Gea lagi.


Saat itu Kevin masuk ke dalam ruangan Gea. Dia baru saja tiba dari kantor. Salah satu pengawalnya memberitahu bahwa Gea sudah sadarkan diri. Jadi dia datang ke rumah sakit dengan cepat. Dia berjalan ke arah Gea dan memeluknya. Dia mencium kening Gea dengan matanya yabg dipenuhi dengan air mata. Dia menangis bahagia.


"Sayang terima kasih. Akhirnya kau bangun." Ucap Kevin dipenuhi dengan rasa bahagia.


Namun Gea mendorong Kevin menjauh. Dia menatap Kevin dengan tatapan bingung.


"Kenapa sayang? Ada apa?" Ucap Kevin terkejut dengan penolakan Gea yang seperti itu padanya.


"Siapa kau? Kenapa kau memelukku?" Tanya Gea seraya menunjuk ke arah Kevin dengan tatapan semakin kebingungan.


Bersambung...