
Setelah hari itu hampir setiap hari Gea menerima surat dan isinya selalu sama, yaitu pengancaman terhadap dirinya. Tapi Gea tetap mengabaikannya.
Keesokan harinya, seperti biasa Kevin mengantar Gea ke perusahaan.
Ketika Gea masuk, dia melihat semua orang memandangnya. Dia merasa aneh dengan tatapan semua orang.
Lola tampak berlari ke arahnya dan dengan cepat menariknya masuk ke dalam lift.
Lola menunjukkan beberapa foto Gea dan mengatakan bahwa foto-foto itu sudah tersebar ke media.
Foto-foto itu tersebar di internet. Gea melihat semua foto itu dan wajahnya menjadi pucat. Dia melihat beberapa fotonya dengan Kevin lalu ada juga dengan Aldo, ada juga dengan Rio. Ketika Gea melihat ke halaman bawah dia juga melihat foto-foto lamanya bersama dengan Leo dan yang paling buruk adalah tulisan yang ada di dalam artikel itu yang sangat menyakitkan. Gea tidak tahu harus berbuat apa. Kakinya terasa lemas.
Kejadian seperti itu terjadi lagi padanya. Ada banyak komentar negatif pada artikel tersebut. Gea hampir merasa ingin terjatuh, untungnya Lola membantunya.
Saat itu ponsel Gea berdering, dia mengeluarkan ponselnya dan melihat itu adalah panggilan dari Kevin.
"Kau di mana?" Tanya Kevin.
Tapi sinyalnya yang tidak bagus membuat Gea kehilangan sambungan telepon itu.
Gea dan Lola lalu naik ke lantai atas. Ketika pintu terbuka, mereka keluar. Beberapa rekan kerja mereka saling berbisik melihat kedatangan mereka.
Kevin masuk dan melihat Gea. Dia dengan cepat berjalan ke arah Gea. Semua orang di ruangan itu memandang mereka.
"Gea kau baik-baik saja?" Tanya Kevin menatap wajah Gea yang tampak pucat.
Gea mengangkat kepalanya dan menatap Kevin.
"Kevin aku..."
Kevin langsung menggendong Gea, karena tiba-tiba dia merasa bahwa Gea pingsan di dalam pelukannya. Kevin membungkuk dan membawa Gea menuju lift pribadinya. Lola mengambil tas Gea yang terjatuh di lantai dan mengikuti mereka pergi ke lift.
Semua orang terkejut dan terpana. Manajer Lina berjalan keluar dari ruangannya dan memarahi mereka semua. Mereka lalu kembali ke meja kerja mereka dengan segera.
Sementara itu Emi memandang lift yang tertutup dengan amarah dan penuh kebencian.
'Kenapa? Kenapa harus Gea? Aku lebih cantik dan lebih seksi dari Gea, tapi kenapa mereka hanya melihat Gea?' tanya Emi dalam hati.
Rio yang juga melihat berita di internet dengan cepat pergi ke departemen di mana Gea bekerja. Tetapi dia diberitahu bahwa Kevin sudah membawa Gea pergi. Kemudian dia mencoba menelpon Lola, tetapi panggilannya tidak berhasil. Sementara Lola sendiri tengah mengikuti Kevin yang membawa Gea ke lantai eksekutif.
Lola bingung. Dia tidak tahu kenapa Kevin pergi ke kantor CEO mereka. Riko sedang berdiri di depan lift dan Kevin menyuruhnya untuk segera memanggil dokter.
Tangan Lola memegang tas Gea dan ponsel Gea tiba-tiba berdering. Dia lalu membuka tas Gea dan mengeluarkan ponselnya. Beberapa kertas terjatuh dari dalam tas Gea.
Lola lantas membungkuk dan mengambil kertas-kertas itu. Dia begitu terkejut ketika membaca kertas itu. Dia lalu dengan cepat membukanya satu persatu.
"Kevin..." Ucap Lola memanggil Kevin.
Kevin sedang duduk di tempat tidur di samping Gea. Dia tengah memegang tangan Gea dan wajahnya penuh kekhawatiran. Mendengar Lola memanggilnya, Kevin lantas berdiri dan berjalan menuju Lola. Dia mengambil kertas dari Lola dan membacanya.
Mata Kevin terlihat marah. Dia memanggil Riko dan menyuruhnya untuk menyelidiki semuanya.
Rio menelpon Lola dan Lola memberitahunya di mana mereka berada. Rio segera naik ke lantai eksekutif. Saat melihat Kevin, dia menanyakan kondisi Gea. Kevin memberitahu Rio bahwa Gea masih tidak sadarkan diri.
Beberapa saat kemudian dokter datang dan memeriksa kondisi Gea.
"Dia pingsan karena terlalu stres dan sepertinya dia juga banyak pikiran. Kondisinya tidak terlalu serius, jadi dia akan segera bangun." Ucap dokter itu.
Setelah dokter pergi, Lola tetap tinggal di dalam ruangan CEO. Sementara Kevin dan Rio keluar dan bicara.
Beberapa saat kemudian, Lola keluar dan memberitahu mereka bahwa Gea sudah sadar. Kevin segera masuk ke dalam ruangan CEO itu.
"Kevin....!" Ucap Gea melihat sekeliling. "Di mana aku?" Tanya Gea lagi.
"Gea..." Ucap Kevin langsung memeluk Gea dan mencium keningnya.
Lola dan Rio berdiri di samping pintu dan Gea melihat ke arah mereka.
"Lola... Rio..." Ucap Gea.
Setelah beberapa saat Lola dan Rio kembali bekerja. Sementara Kevin membawa Gea dan kembali ke villanya. Dia tidak mengizinkan Gea bekerja untuk sementara waktu.
Sejak hari itu, Gea tinggal di tempat Kevin.
Kevin juga sudah tahu siapa pelaku atas semua kejadian yang menimpa Gea.
Emi adalah orang yang mengirim surat itu kepada Gea. Dia juga yang mengunggah berita itu di media. Dia cemburu kepada Gea. Emi pun dipecat dari perusahaan. Hal itu membuat kebenciannya terhadap Gea menjadi semakin besar.
Setelah gosip mereda, Gea pergi ke kantor dan menyerahkan surat pengunduran diri. Dia ingin kembali ke kotanya sendiri untuk berkumpul dengan keluarganya sementara waktu.
Bersambung...