Falling in Love with Celebrity

Falling in Love with Celebrity
Model



Gea duduk sendirian di halaman belakang. Dia merasa bosan dan dia ingin keluar rumah. Tapi Kevin tidak mengizinkannya. Kevin mengatakan kepadanya bahwa dia akan membawa dirinya keluar ketika Kevin selesai dengan pekerjaannya.


Belakangan ini Kevin memang semakin sibuk dengan karya-karyanya. Sebentar lagi dia akan diperkenalkan secara resmi ke publik sebagai CEO dari perusahaan William Alta Entertainment.


Selama ini sejak berita pergantian CEO baru, semua staf penasaran siapa CEO baru mereka.


Mereka sedang menunggu CEO baru mereka.


Kevin melihat Gea yang duduk sendirian di taman villa. Kevin merasa bersalah. Dia datang mendekati Gea dan duduk di sampingnya. Dia memeluk Gea dan meminta maaf padanya. Kevin juga meminta maaf pada orang tua mereka karena dengan kondisi Gea yang seperti saat ini, mereka harus menunda pesta pernikahan mereka.


Orang tua Gea sendiri sudah pulang ke rumah mereka.


Mereka semua setuju untuk menunggu Gea pulih lalu mengadakan pesta pernikahan mereka.


Kevin mengatakan pada Gea bahwa dia sudah mengundang teman-temannya untuk datang ke rumah mereka. Dia juga menelpon Nina dan Kenzo.


Saat teman-teman mereka datang, Gea terlihat sangat bahagia. Nina datang pertama dengan Kenzo. Lalu disusul Rio dan Lola. Mereka membantunya mempersiapkan segalanya. Joshua, Daniel dan juga Liam datang bersama mereka.


Ketika Gea melihat Liam, dia sangat bersemangat. Dia bahkan meminta Liam untuk berfoto dengannya.


Nina terkejut melihat Gea yang tiba-tiba menjadi penggemar Liam. Sejauh yang dia tahu, Gea tidak pernah memperhatikan apapun ketika dia berbicara tentang The Rain kepadanya. Gea hanya pernah mengatakan sekali bahwa Liam sangat tampan. Tapi setelah itu dia mengatakannya bahwa Leo lah yang terbaik.


Sekarang Nina merasa terkejut melihat Gea yang malah menjadi penggemar Liam.


Wajah Kevin menjadi murka saat melihat Gea mendekati Liam dan berfoto bersamanya. Liam dapat merasakan tatapan tajam di punggungnya. Dia berbalik dan melihat Kevin sedang menatapnya tajam.


"Mmm... Kakak ipar, aku akan membantu mereka." Ucap Liam menunjuk ke arah Kenzo dan Nina.


Gea tersenyum dan dia mengangguk.


"Baiklah." Ucap Gea.


Dia merasa malu dan menundukkan kepalanya. Dia lalu kembali ke tempat duduknya.


Kevin mengambil sepiring makanan dan memberikannya kepada Gea.


"Sayang." Ucap Kevin.


"Untukku?" Tanya Gea seraya meletakkan ponselnya dan mengambil piring dari tangan Kevin.


"Terima kasih." Ucap Gea lagi.


Mereka semua duduk mengelilingi meja. Tiba-tiba Rio mengeluarkan sesuatu. Itu adalah sebuah majalah. Dia lalu memberikannya pada Gea.


"Apa itu?" Tanya Gea seraya mengambil majalah itu dan membukanya. "Wow, ini aku. Bagaimana bisa? Ini sangat cantik." Lanjut Gea.


Kevin yang melihat majalah itu juga tampak terkejut dan langsung mengambil majalah itu dari tangan Gea. Dia melihatnya satu persatu. Ada beberapa foto Gea dengan model laki-laki.


"Apa ini?" Tanya Kevin pada Rio.


Rio lalu menjelaskan semuanya pada Kevin dan juga Gea.


Gea tersenyum bahagia.


"Wow...!" Ucap Gea.


Dia tampak menyukainya.


Kevin merasa sedikit tidak senang. Dia tidak menyangka bahwa Gea menjadi model dan dia terlihat sangat cantik. Bahkan pakaian sederhana yang dikenakan Gea malah membuatnya terlihat bersinar.


Gea memang tampak sangat hebat dalam foto-foto itu. Dia menarik begitu banyak pelanggan. Rio mengatakan bahwa Gea harus meminta bonus dari perusahaan.


Tapi Kevin merasa tidak senang. Ketika dia melihat di foto bahwa model laki-laki itu memegang tangan Gea. Mereka juga mengenakan pakaian olahraga couple dan Gea tersenyum pada model pria itu.


Rio tiba-tiba tersadar saat melihat wajah Kevin.


"Kevin, itu hanya foto. Tidak terjadi apa-apa, jangan khawatir." Ucap Rio.


Nina mengambil majalah itu.


"Wow! Gea, kau terlihat sangat hebat. Kau harus jadi model." Ucap Nina.


Kenzo dengan cepat mencubit tangan Nina dan ketika Nina menatapnya, Kenzo memberi isyarat padanya. Nina lalu menatap Kevin.


"Tidak, dia tidak bisa. Dia tidak boleh melakukannya." Ucap Kevin dengan keras.


Semua orang memandang Kevin. Mereka tahu bahwa Kevin cemburu pada model laki-laki itu. Dia sangat cemburu.


Beberapa dari mereka tersenyum ketika mendengar ucapan Kevin itu. Mereka melanjutkan makan dan mengobrol. Tidak ada yang berani membicarakan foto itu lagi.


Kevin meletakkan tangannya di pinggang Gea. Kevin hanya ingin menunjukkan kepada yang lain bahwa Gea adalah miliknya.


Setelah teman-teman mereka pulang, Kevin memajang wajah marahnya sepanjang malam. Sementara Gea masih melihat majalah itu. Dia tengah duduk di samping balkon. Dia sedang memikirkan saran Nina tadi.


'Menjadi model. Bisakah aku melakukannya?' ucap Gea dalam hati.


Gea tersenyum ketika dia membayangkan semuanya.


Kevin masuk ke dalam kamar. Dia mengenakan kaos dengan celana santai. Dia terlihat sangat tampan dengan rambutnya yang acak-acakan. Dia melihat sekeliling dan menemukan Gea sedang duduk di dekat balkon. Ketika dia melihat Gea tersenyum pada majalah itu, Kevin langsung mengambil majalah itu darinya.


"Kevin apa yang kau..."


Sebelum Gea menyelesaikan kalimatnya, Kevin sudah mencium bibirnya.


Mereka pun melepaskan ciuman itu setelah beberapa saat.


"Jangan pernah memikirkan tentang hal itu." Ucap Kevin.


"Apa? Bagaimana kau tahu?" Tanya Gea.


Kevin benar-benar tahu apa yang dia pikirkan.


"Aku tidak mengizinkanmu. Lebih baik kau tinggal di rumah dan menjadi asisten pribadiku atau kau bisa membuka toko mu sendiri." Ucap Kevin dengan suara yang terdengar mendominasi.


"Kenapa?" Tanya Gea lagi.


"Aku bilang tidak Gea. Menjadi model itu tidak baik." Ucap Kevin.


Gea tidak mengerti dengan Kevin. Dia terlalu posesif.


Kevin lalu menggendong Gea dan membawanya ke tempat tidur mereka.


"Saatnya untuk tidur." Ucap Kevin.


Bersambung...