
Dua hari kemudian setelah Gea pergi ke acara promosi di mall, dia kembali ke perusahaan dengan taksi. Tapi ketika dia berada di dalam taksi, sopir taksi mengatakan kepadanya bahwa sebuah mobil van hitam mengikuti mereka.
"Nona, saya melihat van hitam di belakang kita sedang mengikuti kita." Ucap Sopir itu.
Gea ingin berbalik untuk melihat, tapi sopir taksi itu melarangnya.
"Nona, tolong jangan berbalik atau menoleh sedikitpun karena mereka akan tahu bahwa kita sudah mengetahui jika kita diikuti oleh mereka." Ucap Sopir itu lagi.
"Jadi Pak, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Gea dengan tangan yang gemetar, dia merasa ketakutan.
"Saya akan mengantar Nona ke tempat yang aman dan Nona bisa menelpon teman Nona di sana untuk menjemput Nona." Ucap sopir taksi itu.
Sopir taksi itu pria yang baik. Gea pun mengangguk. Dia lalu mengeluarkan ponselnya dan menelpon nomor Kevin. Namun setelah ditelepon beberapa kali, Kevin tidak menjawab panggilan dari Gea. Hal itu membuat Gea semakin panik. Kemudian dia mencoba menelepon Lola.
Lola sendiri sedang bicara dengan Bos nya, jadi dia tidak membawa ponselnya.
Gea tidak tahu siapa yang ada di dalam van hitam itu dan apa yang mereka inginkan. Sopir taksi membelokkan mobilnya ke sisi kanan dan van hitam itu juga mengikuti mereka.
"Pak apakah anda yakin mereka mengikuti kita?" Tanya Gea lagi.
"Iya Nona, anda bisa melihatnya." Balas Sopir itu.
Gea perlahan menoleh dan melihat van hitam itu masih di belakang mobil mereka. Dia mencoba menelepon Kevin lagi, tapi dia mendapat jawaban yang sama. Ponsel Kevin mati saat itu.
Disisi lain, Lola melihat panggilan tak terjawab dari Gea, dia lantas menelpon Gea kembali. Gea pun merasa lega.
"Lola tolong aku! Aku sedang berada di dalam sebuah taksi di jalan lingkar selatan dan ada van hitam mengikuti kami. Bisakah kau datang ke..."
Gea melihat sekeliling lalu bertanya kepada sopir taksi itu tentang tempat yang aman. Sopir taksi itu mengatakan kepadanya bahwa di pinggir jalan ada Kantor Polisi dan dia akan membawa Gea pergi ke sana. Kemudian Gea memberitahu Lola tentang hal itu. Lola juga terdengar panik.
Setelah panggilan telepon diakhiri, Lola dengan cepat berlari ke lantai 2. Tangannya masih memegang ponselnya. Dia menelepon Rio untuk meminta bantuan.
Disisi lain, van hitam itu mencoba menabrak taksi yang ditumpangi Gea.
Gea merasa semakin ketakutan. Sepertinya orang yang ada di dalam mobil van itu ingin menghentikan taksi yang di tumpangi Gea. Namun, keahlian mengemudi sopir taksi itu lumayan hebat. Dia terus mencoba menghindari van hitam itu beberapa kali.
Saat itu Kevin sedang berada di dalam sebuah restoran bersama Liam dan Joshua juga Alina. Mereka bersahabat sejak duduk di bangku SMA.
Gea memegang pintu erat-erat. Sopir taksi itu lalu mempercepat laju mobilnya. Tiba-tiba van hitam itu menabrak belakang taksi itu membuat sopir taksi itu pun kaget.
Van hitam itu melaju ke sisi kiri mereka dan karena jalanan yang kosong sehingga mereka dengan mudah bisa menjebak taksi yang ditumpangi Gea.
'Apakah mereka adalah penggemar berat Kevin?' tanya Gea dalam hati.
Dia merasa hidupnya mulai kacau sejak dia bertemu dengan Kevin.
...----------------...
Lola berlari ke tempat Rio. Rio tampak sedang mengedit sesuatu di komputernya.
"Rio, sesuatu terjadi pada Gea. Kita harus pergi." Ucap Lola.
Rio dengan cepat menghentikan pekerjaannya. Setelah mematikan komputernya, dia meminta Lola untuk menceritakan semuanya. Lola berkata bahwa Gra meneleponnya dan memberitahunya bahwa dia diikuti oleh sebuah van hitam.
Rio lalu masuk ke dalam mobilnya bersama Lola. Dia menyuruh Lola untuk mencoba menelepon Kevin. Tapi ponsel Kevin mati. Lalu dia meminta Lola menelpon Liam karena dia tahu jika Kevin pasti bersama Liam.
Setelah beberapa saat panggilan Lola dijawab oleh Liam.
Liam melihat layar ponselnya dan itu adalah panggilan dari Rio. Jadi ketika dia mendengar suara wanita dia merasa bingung. Lola lantas dengan cepat memberitahu siapa dirinya dan bertanya di mana Kevin berada dan mengapa dia tidak mengangkat telepon darinya.
Lola lalu menyuruh Liam untuk memberitahu Kevin tentang situasi yang sedang dihadapi Gea. Liam yang terkejut dengan segera berdiri.
"Kevin sesuatu terjadi pada Gea. Ada apa dengan ponselmu? Apakah kau mematikannya? Dia mencoba menelepon mu sejak tadi." Ucap Liam.
Kevin mengeluarkan ponselnya dan melihat ponselnya yang mati. Dia sedikit bingung karena dia tidak mematikannya, tapi kenapa sekarang ponselnya mati. Kevin lalu menyalakan ponselnya dan mulai mencoba menghubungi Gea.
Disisi lain, Gea melihat ponselnya menyala dan itu adalah panggilan dari Kevin. Dia dengan segera menekan tombol menjawab.
"Kevin tolong aku, ada yang mengejar ku." Ucap Gea panik.
Kevin lalu dengan cepat berlari keluar dari restoran dan diikuti oleh Liam. Mereka masuk ke mobil Kevin. Riko mempercepat laju mobil sampai di tempat tujuan di mana Gea berada. Sementara Kevin masih berbicara dengan Gea dan dia bisa mendengar teriakan Gea. Hati Kevin merasa sangat ketakutan. Lalu tiba-tiba telepon itu berakhir dengan suara Gea yang berteriak keras.
"Gea.... Gea...." Teriak Kevin.
Dia mencoba menelepon Gea lagi, tapi tidak berhasil.
Tadi ketika Gea sedang berbicara di telepon dengan Kevin, van hitam menabrak mereka lagi dari sisi kiri dan sopir taksi berusaha menghindari mereka. Tapi sayangnya taksi itu menabrak sisi jalan dan saat mobil polisi datang mobil van itu segera pergi. Gea pingsan di dalam taksi itu, begitu juga dengan sopirnya. Polisi datang tepat pada saat yang sama saat Lola dan Rio juga datang.
Mereka segera berlari keluar dari dalam mobil dan mendapati Gea pingsan di dalam taksi.
Bersambung...