Falling in Love with Celebrity

Falling in Love with Celebrity
Bingung



Kevin kembali ke apartemennya setelah berada di kantor selama beberapa jam. Dia dan grup boyband nya akan pergi ke negara H pada akhir pekan ini. Mereka akan mengadakan sebuah konser di sana selama dua hari. Kevin ingin membawa Gea bersamanya pergi ke sana.


Kevin tampak mengeluarkan ponselnya dan bicara dengan seseorang. Setelah menutup ponselnya, dia pergi ke ruangan musik dan tetap berada di sana sampai tengah malam.


Selain menjadi leader dari grup Boyband The Rain, dia juga merupakan seorang penulis lagu. Saat ini dia tengah mengerjakan lagu barunya.


Di sisi lain Gea tengah makan bersama Nina. Melihat perasaan Gea yang tampak tidak senang, Nina tahu bahwa Gea tengah memiliki sebuah masalah. Dia pun bertanya kepada Gea tentang apa yang terjadi.


Gea pun mengatakan kepada Nina tentang semuanya. Nina tidak terkejut saat dia tahu jika Gea sudah bersama dengan Kevin. Dia merasa bahagia untuk mereka berdua. Tapi dia juga mengerti tentang masalah yang tengah dihadapi Gea.


Tidak mudah berkencan dengan seorang selebritis. Kadang-kadang mereka harus menyembunyikan hubungan mereka dari publik dan jika Gea tidak merasa nyaman dengan hubungan mereka, itu pun tidak aneh bagi Nina.


Kevin adalah seorang pria yang tampan, bertalenta dan benar-benar sempurna, juga kaya. Dia benar-benar disukai oleh banyak wanita. Para selebriti wanita atau wanita dari kelas atas lain dari keluarga kaya juga menyukai dirinya dan beberapa tahun ini Kevin juga selalu dilihat dengan beberapa selebriti wanita.


Gea mengatakan kepada Nina bahwa kadang-kadang dia merasa dia tidak percaya diri tentang dirinya yang berkencan dengan Kevin. Dia takut bahwa dia tidak pantas untuk Kevin. Dia juga takut jika Kevin tidak serius kepadanya.


Nina pun memberikan saran kepada Gea untuk tidak berpikir terlalu banyak.


"Nikmati saja hubungan kalian. Takdir tidak ada yang tahu." Ucap Nina. "Kau hanya perlu memberikan dirimu sebuah kesempatan karena tidak semua pria sama seperti mantan kekasihmu. Mungkin Kevin juga adalah takdir mu karena kalian berdua sudah mengenal sejak masa kecil." Lanjut Nina.


Setelah mengobrol dengan Nina, Gea merasa lebih baik. Kemudian Nina bertanya tentang rencana Gea. Tentang mereka yang mendapatkan beasiswa untuk 2 tahun di Paris.


Gea benar-benar berada dalam dilema. Dia tidak pernah memikirkan itu sama sekali. Dia bahkan belum memberitahukan kepada kedua orang tuanya tentang hal itu. Dia pun lalu memukul keningnya sendiri.


"Bagaimana aku bisa melupakan hal itu? Sekarang apa yang harus aku lakukan? Tapi itu adalah mimpiku selama ini. Aku harus membicarakan hal ini dengan orang tua ku dan juga kepada Kevin secepatnya." Ucap Gea.


"Bagus." Balas Nina.


Setelah makan malam, Gea pun kembali pulang ke apartemennya. Dia lalu membuka ponselnya, tapi tidak melihat apapun dari Kevin baik itu pesan atau panggilan telepon.


Dia pun berpikir.


'Apakah Kevin masih marah kepadaku karena aku tidak menghiraukan dirinya sejak pagi tadi?' tanya Gea dalam hati.


Awalnya dia ingin mengirim pesan kepada Kevin, tapi setelah berpikir beberapa saat, dia pun memutuskan untuk kembali menaruh ponselnya.


"Aku tidak boleh terlalu bersikap seperti ini. Kevin pasti punya kesibukan tersendiri sehingga dia tidak menghubungi diriku." Ucap Gea pada dirinya sendiri.


Setelah itu, Gea memutuskan untuk segera tidur.


Bersambung...