
Gea segera melihat ke arah pintu. Dia tidak ingin melihat seseorang melihat mereka seperti itu.
"Kevin tolong biarkan aku pergi." Ucap Gea takut.
"Kenapa?" Tanya Kevin.
"Kevin..." Ucap Gea.
Kevin masih duduk di tempat tidur dan dia menarik Gea ke arahnya dan dia memeluk pinggang Gea. Dia meletakkan kepalanya di atas perut Gea.
Gea sangat ketakutan. Dia benar-benar takut jika dilihat oleh seseorang. Wajahnya menjadi panas. Dia mencoba mendorong Kevin menjauh. Tapi Kevin memeluknya sangat erat.
Pintu tampak terbuka oleh seseorang. Gea menggunakan semua kekuatannya yang dia punya untuk menarik tubuhnya menjauh dari Kevin.
Kevin tersenyum dan melihat ke arah pintu, tampak sosok Liam masuk.
"Ups... aku minta maaf." Ucap Liam.
Liam tahu segalanya tentang Kevin dan Gea. Tapi Gea tidak tahu jika dia mengetahuinya. Kemudian Kevin memberitahu Gea bahwa dia tidak perlu khawatir karena Liam tahu tentang hal itu.
Gea tersipu. Dia lalu dengan cepat berjalan keluar dari dalam kamar Kevin.
Gea pergi untuk membantu yang lain. Setelah beberapa saat, Kevin keluar dari dalam kamarnya. Dia sudah mandi dan berganti pakaian. Mata Gea menatap Kevin beberapa saat. Kevin terlihat sangat bugar dan begitu menarik dengan kaos putih dan celana jeans robeknya.
Ben asisten Kevin masuk dengan dua pelayan mereka, membawa bekal untuk mereka. Gea dan yang lainnya kembali ke kamar mereka masing-masing Setelah itu mereka pergi ke restoran di lantai 2 untuk makan siang.
Setelah makan siang, Kevin dan timnya pergi ke tempat konser untuk pengecekan dan melakukan gladi bersih. Setelah beberapa jam mereka kembali lagi ke hotel. Konser mereka akan diadakan besok malam. Jadi malam ini mereka beristirahat di hotel.
Kevin ingin memanggil Gea ke kamarnya. Dia lantas mengirimi Gea pesan. Tapi Gea mengatakan kepadanya bahwa dia tengah sibuk. Kevin merasa kesal. Sebenarnya dia ingin Gea ada di sini untuk menemaninya dan bukannya bekerja. Kevin benar-benar ingin mempublikasikan hubungan mereka tapi Gea tidak menginginkannya.
Gea melihat ada banyak fans Kevin di pintu masuk hotel saat dia dab yang lainnya tiba dan juga ada beberapa reporter. Gea takut mungkin akan ada paparazi di hotel ini juga. Jadi dia tidak mau mengambil resiko.
Setelah Gea keluar dari kamar kecil, teman kamarnya menyeretnya keluar dia berkata bahwa mereka akan pergi makan.
Ketika Gea dan yang lainnya sedang makan malam, Kevin mengiriminya pesan lagi dan bertanya di mana dia berada. Gea mengatakan kepada Kevin bahwa dia pergi dengan yang lain dan mereka sedang menikmati makanan ringan di dekat hotel. Kevin merasa tidak senang. Dia menyuruh Gea untuk kembali dan dia akan menunggunya dan pengawal akan menunggunya di pintu masuk hotel.
Gea mengatakan kepada Kevin bahwa dia merasa itu tidak baik tetapi Kevin mengatakan dia tidak peduli dan Gea harus mendengarkan apa yang dia katakan. Kevin meminta Gea untuk mencari alasan dan kembali ke hotel lebih awal dari yang lainnya.
Kevin hanya menginginkan Gea saat ini. Jika Gea tidak kembali sekarang juga, maka Kevin sendiri yang akan datang untuk menjemputnya.
Gea hanya bisa diam. Dia tidak ingin berdebat dengan Kevin meskipun itu hanya melalui sebuah pesan. Dia menghapus semua obrolan mereka dan dengan cepat mencari alasan untuk kembali ke hotel lebih dulu.
Ketika yang lainnya mengerti dengan apa yang dikatakan Gea, mereka pun membiarkan Gea pergi, jadi Gea bergegas kembali ke hotel.
Ketika Gea tiba di hotel, dia melihat salah satu pengawal Kevin. Dia sudah mengenalnya sebelumnya itu sebabnya dia bisa mengenali pria itu. Dia adalah pengawal pribadi Kevin bukan dari perusahaan.
Gea mengikuti pria itu dan dia membawanya ke tempat parkir di bawah tanah. Kevin berada di dalam sebuah mobil hitam. Pengawal itu membukakan pintu untuk Gea dan Gea pun masuk lalu pengawal itu pergi ke sisi pengemudi dan mulai menyalakan mobil.
"Kevin ke mana kita akan pergi? Bukankah kau seharusnya istirahat?" Ucap Gea.
"Aku sudah terlalu banyak tidur." Balas Kevin.
"Apa kau tidak merasa lelah dan kemana kau ingin membawaku?" Tanya Gea lagi.
"Ssssttt..." Ucap Kevin.
Dia lalu menarik Gea ke sampingnya. Dia lantas meletakkan tangannya di pinggang Gea dan tangan lainnya membelai tangan Gea kemudian dia mengangkat tangannya dan mencium tangan Gea.
"Kevin apa kau tidak takut ketahuan oleh paparazi?" Tanya Gea melihat keluar jendela.
"Jangan khawatir." Balas Kevin.
Bersambung...