Falling in Love with Celebrity

Falling in Love with Celebrity
Kevin Posesif



"Ehem... ehem... Hentikan kalian berdua." Ucap Nina yang tidak bisa bertahan mendengar mereka berdebat lagi.


Nina lalu berjalan ke arah sofa dan duduk berhadapan dengan mereka berdua. Gea melihat ke arah Nina dan tersenyum.


"Maaf Nina." Ucap Gea.


Nina lalu melihat ke arah Kevin kemudian mengangkat tangannya.


"Hai aku Nina, sahabat baiknya Gea." Ucap Nina.


Kevin mengulurkan tangannya untuk berabat tangan dengan Nina.


"Oh, hai. Aku Kevin." Balas Kevin.


Nina tersenyum.


"Aku tahu." Ucap Nina.


Kemudian Kevin melihat ke arah Gea lagi dan dengan lembut bertanya padanya.


"Apakah kau sudah menemui dokter?"


Gea mengangguk. Kevin lalu melihat ke arah kaki Gea yang ada di pahanya.


"Apakah ini sudah tidak sakit lagi?" Tanya Kevin lagi.


Gea kembali menganggukkan kepalanya. Kevin lalu mengusap rambut Gea. Hal itu membuat Gea merasa pipinya menjadi panas. Dia merasa terkejut dengan sikap Kevin terhadap dirinya. Gea pun berpikir dalam hatinya.


'Apakah dia sedang menunjukkan perhatiannya kepadaku sekarang?'


Nina yang melihat perhatian Kevin kepada Gea, membuatnya pun tersenyum lebar.


Saat itu bel apartemen Gea berbunyi lagi Nina lantas berdiri dan berjalan untuk membuka pintu. Kenzo berjalan masuk. Dia melihat seorang pria duduk di samping Gea dan dia membuat gestur bertanya kepada Nina.


Nina berbisik mengatakan sesuatu di telinganya. Kenzo pun tersenyum dan berjalan ke arah sofa. Gea pun melihat Kenzo.


"Kenzo kau kembali." Ucap Gea.


Kenzo berjalan ke arah sisi Gea kemudian mengusap rambut Gea. Setelah itu dia berjalan ke arah meja.


"Aku membeli beberapa makanan untuk kita." Ucap Kenzo.


Kemudian setelah itu dia dan Nina mulai menyajikan makanan diatas meja.


Kenzo berbisik sesuatu kepada Nina dan Nina pun tersenyum. Setelah itu Kenzo berjalan ke arah Kevin.


"Hai aku Kenzo." Ucap Kenzo.


Kevin menganggukkan kepalanya.


Kenzo lalu berjalan mendekat ke arah Gea.


"Ayo Gea, bisakah kau berjalan sendiri?" Ucap Kenzo.


Gea mengangguk. Kenzo lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Gea.


"Hati-hatilah." Ucap Kenzo. Kemudian dia berkata kepada Kevin. "Ayolah ikut bersama kami jika kau tidak masalah."


Kevin dan Gea lalu duduk berhadapan dengan Nina dan Kenzo.


Tidak ada yang bicara saat mereka mulai duduk. Melihat situasi yang terasa canggung, Kenzo lalu mengambil satu potong kue coklat dan menaruhnya di piring.


"Gea ini favoritmu." Ucap Kenzo seraya tersenyum dengan lembut ke arah Gea.


Gea pun membalas senyuman Kenzo.


"Kau yang terbaik." Ucap Gea.


Kemudian mereka semua mulai mengobrol dan tertawa bersama.


Kevin menatap ke arah interaksi mereka dan merasa tidak senang di dalam hatinya saat dia melihat bagaimana Kenzo memperlakukan Gea. Kemudian dia mulai memperlihatkan sikap posesifnya kepada Gea.


Dia menaruh satu tangannya di pundak Gea dan kadang-kadang dia juga mengambil sebuah tisu dan mengusap mulut Gea.


Kenzo dan Nina yang melihat semua itu tersenyum dalam hati mereka. Sementara Gea sendiri merasa sedikit kesal dengan sikap Kenzo yang seperti itu di depan teman-temannya. Wajah Gea juga tampak merona.


Setelah membersihkan meja dan piring bekas makanan, Kenzo dan Nina berpamitan dengan Gea.


Sebelum mereka berjalan keluar, Nina memberikan pelukan kepada Gea dan Kenzo pun juga melakukannya. Kemudian Kenzo mengusap rambut Gea dengan tersenyum.


"Hubungi aku jika kau butuh sesuatu." Ucap Kenzo.


Kemudian Kenzo dan Nina berjalan keluar dari dalam apartemen Gea.


Di depan pintu, Kenzo langsung memeluk Nina dan mereka berdua pun tertawa.


Kenzo mencium bibir Nina dan berkata, "aku merindukanmu sayang."


"Aku juga merindukanmu." Balas Nina.


Kemudian Kenzo kembali berkata, "aku rasa Aldo benar-benar harus berjuang lebih keras dan kesempatannya kecil sekali. Kasihan sekali Aldo." Ucapnya.


Nina mengangguk dan setuju dengan ucapan Kenzo.


"Kau benar. Apa kau melihat bagaimana posesifnya Kevin terhadap Gea? Aku tidak pernah menyangka bahwa dia akan seperti itu. Dia benar-benar berbeda dari image-nya sebagai seorang idola." Ucap Nina.


Bersambung...