
Kevin mengenakan kacamata dan topinya. Dia berjalan menuju lift dan ketika dia sampai di pintu apartemen Gea, dia menekan bel.
Gea baru saja selesai mandi. Dia mengenakan jubah mandinya. Ketika dia mendengar bel berbunyi, dia segera mengenakan kaos dan celana jeans pendek. Dia dengan cepat berjalan menuju pintu. Dia melihat monitor dan melihat bahwa Kevin yang berada di depan pintu.
Gea dengan cepat membuka pintu, lalu Kevin masuk. Dia mengulurkan tangannya dan menarik Gea ke dalam pelukannya. Gea menyandarkan kepalanya di bahu Kevin.
"Aku merindukanmu." Ucap Kevin.
"Kevin pintunya..." Ucap Gea.
Kevin menendang pintu hingga tertutup. Dia masih meletakkan kepalanya di pundak Gea.
Gea lalu mencoba untuk mendorongnya menjauh.
"Biarkan aku memelukmu sebentar." Ucap Kevin.
"Bukankah kau sedang berada di luar negeri? Kapan kau kembali?" Tanya Gea.
"Mmm...."
Kevin tidak menjawab pertanyaan Gea. Dia lalu melepaskan pelukannya. Dia memegang pipi Gea dan menundukkan kepalanya dan mencium bibir Gea.
Setelah beberapa saat, dia pun melepaskan Gea.
"Aku lapar." Ucap Kevin seraya berjalan menuju sofa dan menjatuhkan dirinya di atas sofa.
Dia menutup matanya dan berkata, "aku baru saja tiba dan aku langsung datang ke sini dari bandara." Ucap Kevin.
Melihat wajah Kevin yang lelah, Gea merasa kasihan. Selain berprofesi sebagai artis, Kevin juga seorang pengusaha dan dia harus bekerja dengan dua karakter itu. Jadi Kevin pasti sangat lelah.
Gea menganggap perkataan calon Mama mertuanya hari itu benar tentang Kevin bahwa Kevin bukan remaja lagi. Kevin sudah berusia 26 tahun sekarang.
Gea pergi ke dapurnya dan memasak beberapa makanan dan menyajikannya di atas meja. Dia berjalan menuju sofa dan menemukan Kevin sudah tertidur.
Dia menatap wajah Kevin. Perlahan dia membelai hidung Kevin. Dia memberikan ciuman di dahi Kevin.
Ketika dia ingin pergi, Kevin menariknya ke bawah dan dia merasakan tubuh Kevin.
"Kevin..." Ucap Gea saat Kevin memeluknya dengan erat.
"Kevin biarkan aku pergi. Makanannya sudah siap. Makan lah dulu baru kau bisa istirahat." Ucap Gea.
Kevin lalu melepaskan pelukannya. Gea berdiri dan Kevin juga ikut berdiri lalu berjalan ke meja makan. Kevin menarik Gea dan membuatnya duduk di pangkuannya. Kevin meminta Gea untuk menyuapinya makan.
"Tidak mau Kevin.,d Ucap Gea menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu aku tidak mau makan. Aku sangat lelah, tolonglah sayang." Ucap Kevin.
Melihat wajah Kevin yang menggemaskan, Gea pun menjadi tertawa dan dia mulai menyuapi Kevin makanan.
Setelah selesai makan, Kevin pergi mandi. Ketika dia berjalan keluar setelah mandi, dia melihat Gea sedang duduk di tempat tidur. Gea sedang membaca buku. Kevin mengangkat selimut dan menyelipkan tubuhnya ke dalam.
"Apa yang kau baca?" Tanya Kevin seraya melihat buku yang ada di tangan Gea.
Dia mengambil buku itu dan menarik Gea ke bawah dan memeluknya dengan erat.
"Ayo tidur." Ucap Kevin.
"Ssstt.... Aku sudah lelah. Ayo kita tidur, oke." Ucap Kevin.
Kevin lalu mencium kening Gea. Keduanya pun tidur sampai matahari muncul.
Gea membuka matanya dan dia merasakan tangan seseorang di pinggangnya. Dia melihat Kevin masih tertidur. Dia tersenyum dan perlahan mencium pipi Kevin lalu dia perlahan turun dari tempat tidur. Dia pergi ke kamar mandi. Setelah membasuh wajahnya, dia membuat sarapan untuk mereka berdua.
Gea melihat Kevin yang sedang menatapnya.
"Pagi Kevin..." Ucap Gea.
"Pagi sayang." Balas Kevin seraya berjalan ke samping Gea dan memeluknya dari belakang.
"Ayo duduk, sarapan sudah siap." Ucap Gea.
Kevin lalu bertanya kepada Gea tentang pekerjaannya. Gea mengatakan kepada Kevin bahwa dia sangat menikmati pekerjaan barunya. Kevin mengatakan bahwa dia ingin mereka menikah lebih dulu dimana pernikahan itu hanya dihadiri oleh keluarga saja. Gea hanya bisa setuju. Sementara untuk pestanya mereka akan melaksanakannya 3 bulan lagi. Tepatnya setelah tahun baru seperti keinginan Mama Kevin dan yang lainnya.
Kevin menerima telepon dari Riko yang mengatakan bahwa dia sudah menunggu Kevin di gerbang.
Kevin segera bersiap-siap. Dia menawarkan untuk mengantar Gea pergi ke kantornya tapi dia menolak. Dia bilang bahwa dia sudah punya mobil sendiri. Kevin merasa terkejut tapi dia meminta Gea untuk mengemudi dengan hati-hati.
"Sayang..." Ucap Kevin seraya mencium pipi Gea sebelum berjalan keluar.
Sebenarnya Gea ingin bertanya pada Kevin di mana dia berada selama satu minggu ini. Tapi Gea tidak melakukannya karena Kevin sedang terburu-buru untuk pergi lagi.
...----------------...
Gea sedang mengendarai mobilnya ketika sebuah pesan masuk. Dia melihat pesan itu dan melihat beberapa foto Kevin dan Alina.
Dia meletakkan ponselnya lagi dan melanjutkan mengemudi. Tapi ponselnya berdering lagi. Kali ini ada panggilan masuk. Dia lalu menjawab panggilan itu.
"Gea ini aku Alina. Maaf, apakah kau melihat foto-foto yang aku kirimkan? Itu diambil oleh paparazi. Aku mengirimkannya kepadamu terlebih dahulu sebelum bocor." Ucap Alina.
"Apa maksudmu dengan mengirimkannya kepadaku?" Tanya Gea santai.
"Aku hanya tidak ingin kau melihat berita itu di media. Aku tidak tahu berapa banyak foto yang dimiliki reporter itu. Aku hanya ingin memberitahukan kepadamu untuk jangan marah kepada Kevin. Aku bertemu dengannya di peragaan busana dan kami hanya pergi makan bersama dan kembali bersama pada hari yang sama. Kami tidak punya hubungan apa-apa selain itu." Ucap Alina.
"Lalu...?" Ucap Gea.
"Ku pikir Kevin akan membawamu ke sana . Tapi aku melihatnya datang sendiri. Aku bertanya padanya tentang kau dan dia bilang tidak nyaman membawamu ke sana. Jadi aku sedikit bingung dengan jawaban Kevin karena aku tahu kau sangat menyukai fashion." Ucap Alina.
Sebenarnya ada maksud dan tujuan dari perkataan Alina. Dia ingin memberitahu Gea bahwa Gea tidak cocok untuk Kevin dan Kevin tidak membawanya ke sana karena Kevin malu pada dirinya.
Alina terus bicara tapi Gea hanya mendengarkannya saja.
"Gea, aku tidak ingin kau salah paham tentang kami. Kau tahu aku dan Kevin adalah pasangan dulunya. Tapi sekarang kami hanya berteman dan perhatiannya padaku hanya karena persahabatan." Ucap Alina lagi.
Alina berusaha untuk bersikap polos. Dia tahu bahwa setiap wanita pastinya akan cemburu melihat kekasihnya bersama wanita lain, apalagi dengan mantannya.
Gea mencoba untuk fokus untuk mengemudikan mobilnya dan mencoba untuk menenangkan dirinya. Dia tahu bahwa Alina mencoba untuk memprovokasi dirinya.
"Kalau begitu aku ucapkan terima kasih atas kebaikanmu. Jangan khawatir aku percaya Kevin." Ucap Gea.
Setelah itu dia memutuskan sambungan panggilan itu. Alina marah. Dia ingin membuat Gea kesal. Tapi sepertinya dia tidak berhasil. Alina lalu melempar ponselnya ke tempat tidurnya.
Bersambung...