Extraordinary Love

Extraordinary Love
Kerinduanku



Setelah beberapa bulan aku dan Andra berpacaran, Andra sama sekali tidak pernah membuatku kecewa, dia memperlakukanku halus dan penuh kasih sayang, aku sangat bahagia, sampai aku lupa akan lukaku dulu. Dan tepat pada hari ini sekolahku mengadakan acara pelepasan atau bisa disebut kelulusan. Dan aku juga mendapatkan nilai hasil ujian terbesar diantara teman-temanku yang lain.


Sebelumnya aku sempat memberitahu orangtuaku namun entah mereka datang atau tidak aku sudah terbiasa tanpa ditemanani ataupun diwakili oleh kedua orangtua.


Aku terpilih untuk memberikan sambutan oleh kepala sekolah. Aku sudah biasa memberikan sambutan sebelumnya jadi sama sekali tidak ada rasa gugup ataupun tegang.


Setelah memberikan sambutan tiba-tiba ada suara memanggil namaku, dan suara itu suara yang sangat kurindukan.


"Haura!"


Aku menengok dan mencari dari mana suara itu berasal karena begitu bisingnya, dan akhirnya ku temukan sumber suara itu.


Betapa terkejutnya aku melihat kedua orangtuaku datang, aku berlari menghampiri mereka dan memeluk mereka secara bersamaan, dan.... pecahlah tangisku. Betapa rindunya aku akan belaian mereka.


"Pah! Maa! kalian datang?" ucapku dengan suara terisak.


"Iyaa... sayang. Maafkan kami, kami terlalu sibuk sampai melupakanmu," ucap Mama memegang wajahku dan mencium kening ku.


"Maafkan papa juga ya nak.. Papa tidak bisa menjadi papa baik untukmu ," Ucap Papa memelukku.


"Tidak mah.. pah.. bagiku kalian lebih dari yang terbaik," jawabku.


"Anak papa sudah dewasa yaa... Cantik sekali kamu nak," ucap papa.


"Papa... bisa saja," jawabku tersipu malu.


Tiba-tiba Andra, Roy dan Manda menghampiriku. Aku pun mengenalkan mereke pada orangtuaku.


"Pah ... ma ... kenalin ini temen Rara" ucapku memperkenalkan mereka.


"Hallo.. om, tante saya Andra" ucap Andra.


"Saya Roy, temen Rara juga" ucap Roy teman dekat Andra.


"Hai omm.. tan... Masih ingat sama aku ga?" tanya Manda, Papa terlihat bingung.


"Omm... masa lupa sihh sama anak kecil lucu imut suka minta dibeliin lolipop om," ucap Manda.


"Oh, Manda! Kamu sudah besar cantik sekali" ucap papa sembari mengelus puncak kepala Manda.


Setelah itu kami berbincang dikantin, bercanda, dan hari pun sudah mulai gelap tidak terasa begitu cepat berlalu.


Aku pulang bersama kedua orangtuaku, sepulang dari sekolah setelah aku beres mandi, aku makan bersama kedua orangtuaku di ruang makan, sungguh ini momen yang sangat aku rindukan. Dalam keheningan dimeja makan, tiba-tiba papah berbicara dan memecahkan keheningan.


"Ra! Papa akan menjodohkan kamu dengan anak rekan kerja papa!" ucap Papa yang membuatku kaget bukan main.


"Kamu sudah dewasa, dan ini sudah menjadi keputusan papa. Papah harap kamu menerimanya, dengan kamu menyetujuinya papah dan mama akan sangat bahagia!" ucapnya lagi.


"Pahh! Maa! Rara masih ingin melanjutkan studi Rara!" ucapku.


"Itu semua bisa diatur Ra!" ucap Mama.


"Tapi mahh... Rara belum siap, Rara juga punya pilihan sendiri pahh!" ucapku membela diri.


"Papah Mohon, kabulkanlah! Ini permintaan yang pertama dan terakhir dari kami nak!" ucap papa.


"Terserah!" ucapku sambil belari menuju kamar.


Aku membantingkan pintu dengan kasar, dan pecahlah tangisku. Mengapa kalian hanya memutuskan sepihak. Kalian tidak pernah memikirkan perasaanku.


Tiba-tiba Mama masuk ke kamar dan mencoba menenangkanku.


Tok


Tok


Tok


"Raa... Mama boleh masuk?" tanya Mama.


Aku tidak menjawabnya. Dan masuklah Mama, kemudian memelukku.


"Maafkan kami Raa! Papa.. dan Mama punya alasan tersendiri untuk menjodohkan kamu" ucap Mama.


"Apa mah apa alasannya?!"ucapku dengan isak tangis yang mulai mereda.


Jangan lupa like teman-teman😉