
Pagi hari yang cerah sinar matahari menyelusup ke jendela kamarku.
"Huwaaaa... lelahnya" ucap Rara sambil menguap dan mengumpulkan nyawanya.
'Sunggu melelahkan hadeuhhhhh..' gumam Rara menuju kamar mandi.
----------------------------------------
Sedikit cerita tentang Keluarga Rara
Rara hanya tinggal di rumah bersama asisten rumah tangganya sekaligus dari kecil mengurus dan merawat Rara.
Rara sering ditinggal oleh ayahnya untuk pergi mengecek beberapa cabang perusaannya yang ada di luar negri ataupun luar kota. Jadi papa jarang sekali berada di rumah.
Papaku Yoga Setya Mahardirka pemilik perusahaan Setya Grup, ya.... perusahaan terbesar no 2 di dunia.
Dan Ibuku Mirina Aliza pemilik butik terkenal di Jakarta dan juga memiliki beberapa cabang toko mas.
Rara memang terlahir dari keluarga yang hartanya begitu melimpah bahkan tidak akan habis tujuh turunan. Tapi semua ini sama sekali tidak membuat Rara bahagia, dari kecil sampai sekarang pun Rara tidak pernah melihat kedua orang tuanya berada di rumah baik dihari hari biasa maupun dihari libur.
Kadang Papa dan Mamanya hanya mengecek keadan rumah dimalam hari disaat Rara sudah tertidur lelap.
Rara sudah terbiasa dengan kehidupannya. Rara begitu terlihat bahagia saat diluar rumah ketawa haha.. hihi.. bersama teman dekatnya., namun tidak saat didalam rumah ia berubah menjadi seorang remaja yang pendiam.
Begitu pedih kehidupan Rara, ia memang bergelimang harta tapi tidak dengan hatinya yang selalu rapuh disaat ia melihat teman sekolahnya diantar jemput hingga ke dalam kelas oleh orang tuanya. Rasanya ia tak ingin hidup dan ingin menyusul kakanya saja disurga.
Tanten Siska lah yang sering mengecek keadaan Rara. Iya tante Siska adalah adik dari papaku. Setiap pagi pagi buta tante sering kerumah untuk membangunkanku dan mengantarku ke sekolah.
Sudahlah jangan terlalu dibahas, ini sungguh membuatku sakit.
**************************************
Setelah selesai mandi Rara turun menghampiri bi Inah, karna Rara sangat lapar karna sehabis pulang sekolah Rara tidak sempat makan malam. Namun Setelah beres memakai baju.
Tiba tiba ponsel Rara bergetar
drrt... drrtrt...
+628967.....:
Halo Raaaa lagi apa niiihh?...
'nomer siapa sihhh.. sksd banget dehh kenal aja engga.' gumam Rara.
Namun tidak beberapa lama ponsel Rara bergetar lagi..
+628967.....:
ini gue Andra..
'ya tuhan mimpi apa semalem Rara ya tuhan.' gumamnya kegirangan
Me:
+628967.....:
engga, cuma mau nanyain kabar lo aja.. hhe
udah di save belum nih nomer gue?
Me:
ehhh udah barusan..
Andra:
Nanti siang ada acara ga? gue mau ngajak lo ke yayasan panti asuhan, itu pun kalo lo ga sibuk...
Me:
engga ko ndra aku ga sibuk
Andra:
yaudah nanti aku jemput jam 11, kamu sharelok aja alamat kamu.
Me:
Oke ditunggu hhee....
Rara yang terlihat begitu ceria membuat bi inah bingung.
"Bi Inah... masak apa sekarang?" tanyaku menuju dapur.
"Bi Inah masak udang rebus saus pete non, kesukaan non" jawab bi inah yang masih sibuk membolak-balikan masakannya.
'Tumben non Rara menyapa bibi, biasanya juga bibi yang menyapa non duluan'. gumam bi Inah melihat tingkah laku aneh Rara.
"Mau dibantu ga bi? Rara udah ga kuat laper nihh..." rengek Rara kepada bi Inah.
"Ahh.. tidak usah non. Biasanya juga non kan langsung makan" jawab bi inah yang semakin heran.
'ada dengan non Rara hari ini ya tidak biasanya' ucap bi inah.
Setalah bi Inah selelai memasak, Rara pun langsung memamakannya dengan lahap. Rara pun sempat beberapa kali menambah nasinya. 'Sungguh ini seperti bukan non Rara yang bibi kenal' gumam bi inah hampir saja terdengar oleh Rara.
Nahh gimana nih gaisshh semoga kalian suka yaaa..😉
Salam hangat Author ☺