
Sesudah makan Rara langsung siap siap karna Andra akan datang dan menjemputnya.
Sebelumnya Rara mengambil ponselnya dan memberikan alamat nya kepada Andra.
Tak beberapa lama
Tok
Tok
Tok
"Sebentar...." Teriak bi Inah menghampiri pintu dan membukakannya.
"Cari siapa ya den?" Tanya bibi.
"Haura nya ada bi?" tanya Andra.
"Ohh...cari non Haura ya, silahkan masuk den, biar bibi panggilkan non Haura nya." saut bi Inah.
"Iya bi.. Terima kasih" Jawab Andra.
Andra pun masuk ke dalam rumah Haura
'Wow...Betapa indahnya rumah lo hauraa...' gumam Andra terkekeh.
*dikamar Haura
'pakai baju apa ya...' gumam Haura kebingungan.
setelah memilih milih baju akhirnya Haura menemukan baju yang pas dipakai untuk pergi menemani Andra.
"Non... dibawah ada yang nyari" teriak bi inah dibalik pintu Haura.
"Siapa biii?" Jawabku
'ahh mungkin itu andra'. gumamku
"gatau non, cowok yang dateng bibi ga kenal" jawab bibi.
"Ohh ya bi.. suruh tunggu sebentar" perintahku.
"iya non" tembal bi inah meninggalkan kamarku.
'Sudahlah mau pake baju apa juga aku tetep cantik...wkwkwk' gumam Haura.
Setelah itu aku keluar kamar dan menuruni anak tangga.
"Wahh kamu cantik sekali Haura" ucap Andra sangat membuatku tersipu malu.
"Ahh kamu bisa aja ndra" jawabku.
"Ayo kita berangkat..." ucap Andra.
"Bi Rara pergi keluar sebentar" ucapku kepada bibi.
"Iya hati hati non" jawab bi Inah.
"iya bi saya ijin bawa pergi Haura" pinta Andra kepada bibi.
"ahh si aden ini suka becanda, iya silahkan hati hati den jangan ngebut" jawab bibi sambil menahan tawanya.
'pantes tadi non Rara berubah drastis mungkin karena den andra' gumam bi inah.
Diperjalan aku sangatlah canggung, aku tidak berani melihat Andra yang sedang fokus menyetir mobilnya.
"Ehh.. mmm... aku ga biasa aja jalan sama cowo" jawab ku.
"Loh...emng kamu ga pernah pacaran Ra?" tanya Andra.
"Ehh apaan sih ndra ko nanyanya kek gitu" jawabku merah padam, tapi memang benar sih aku belum pernah pacaran.
"Apa jangan jangan bener lagi omongan gue" jawab Andra di iringi dengan gelak tawanya.
"Emm.. emang kenapa belum pernah pacaran" tanyaku.
'Bwahahahahah' tawa Andra semakin membesar.
"ihh kamu bukannya jawab ko malah ketawa kek gitu. Apanya yang lain lucu coba?" Jawabku dengan nada setengah meninggi.
"Kamu kan cantik... atau emang kamu ga laku yahh" jawab Andra terus aja nyinyir.
"Enak aja ya kamu seenaknya bilang kek gitu" Jawabku yang sekarang memang benar benar marah.
"Udah dong jangan marah kek gitu cantiknya jadi ilang lohh..." Sautnya lagi dengan dengan mengeluarkan gombalannya yang haqiqiw.
Rara yang tadinya marah pun berbalik menjadi tersipu malu.
"Nahh gitu dong kamu makin cantik kalo malu malu kek gitu" jawabnya lagi.
'terus aja terus gombalin sampe Fir'aun jualan bakso' gumamku kesal.
Tidak beberapa lama sampai lah aku dan Andra di yayasan panti asuhan.
"Ra... ayo turun kita sudah sampai" Ucapnya.
"Ohh udah sampai ya.."Jawabku.
"Ayo Bantu aku mengeluarkan barang yang ingin aku berikan kepada mereka" ucapnya lagi sembari keluar meninggalkan aku yang masih didalam mobil.
'ohhh ya Tuhan... sudah baik, rajin bersedekah, ganteng pulaa..' gumamku.
"Raa... Ko ngelamun ayo cepat turun bantu aku" teriaknya lagi.
"hmmm iya...ya bentar" Jawabku.
Setelah aku dan Andra membagikan beberapa mainan yang dibawa oleh Andra. Dan mengajak bermain beberapa anak tersebut aku tak sadar aku melamun.
'Ya Tuhann.... maafkan aku yang sering mengeluh ini, aku kurang bersyukur ya Tuhan' gumamku dan tak terasa air mataku menetes.
"Raa.. kamu kenapa" Tanya Andra memecahkan lamunanku.
"Raaa...." Teriaknya lagi.
"Hahh apa hah....iya ndra ada apa?" tanyaku kaget dan mengusap air mataku.
"ehh kamu ini bagaimana ditanya ko balik nanya" jawab Andra.
"Hahh aku gapapa kok" jawabku menghela nafas.
"kamu serius??" tanyanya lagi untuk meyakinkanku bahwa aku tidak apa apa.
"Iya gapapa seriusan deh" jawabku meyakinkan Andra.
"Ya sudah ayoo kita pulang.... aku liat kamu begitu kecapean" jawabnya lagi.
Nahh Gais segini dulu ya nanti author lanjoott lagiii.... 😉