Extraordinary Love

Extraordinary Love
Pengumuman



Assalamualaikum semuanya. Selamat siang. Maaf nih mengganggu sedikit waktunya. Author mau promosi novel terbaru Author. Udah mau 137 bab sih. Dan rencana akhir bulan ini udah End. Jika berkenan. Silahkan mampir ya mentemen.



Cuplikan bab Dinikahi Sugar Daddy


"Berhenti!" tiba-tiba Bian berteriak membuat Brian refleks menghentikan laju kendaraannya.


Brian menatap Bian sengit, namun gadis itu tidak tahu, dia malah membuka pintu mobil lalu keluar dan menghampiri beberapa pedagang kaki lima yang sedang berjualan di pinggir jalan.


"Astaga, bocah itu benar-benar minta di bumi hanguskan. Dia pikir aku ini supirnya sampai dia bisa seenaknya minta berhenti seperti ini."


Brian merasa sangat kesal karena tingkah Bian, belum lagi Bian berhenti di tempat kumuh dan kotor, sepertinya makanan di sini juga tidak higenis, Brian bergidik ngeri membayangkan berapa banyaknya kuman yang akan menempel pada makanan yang dijual di pinggir jalan. Saat Brian sedang menunggu Bian kembali, tiba-tiba saja pintu mobilnya terbuka, Bian muncul dengan menyumbulkan kepalanya ke dalam mobil.


"Om!" Bian bersuara. Brian hanya menoleh tanpa mau bertanya apapun.


"Om, sekarang Om kan suami Bian, Bian minta uang jajan dong Om, Bian lupa bawa uang."


"Kenapa kamu memesan makanan kalau kamu gak punya uang!" sahut Brian dengan nada suara dinginnya. Brian menggerutu namun dia tetap mengeluarkan dompetnya.


"Ini!" Brian menyerahkan kartu kredit miliknya.


"Aduh Om, mana bisa jajan di pinggir jalan menggunakan benda seperti itu, aku mau uang cash bukan kartu modelan begitu. Om pikir ini mall apa!"


"Aku mau uang cash Om!" ujar Bian ketika suaminya tidak merespon permintaan dia yang sebelumnya.


"Aku tidak ada uang cash. Ada juga lima puluh ribu, gak akan cukup."


Bian masuk ke dalam mobil meski hanya sebagian dari tubuhnya. Dia menyambar uang yang ada di tangan Brian lalu tersenyum sumringah. "Ini sudah lebih dari cukup Om."


Brian menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa dia menikahi bocah SMA yang masih kekanakan seperti ini. Ayahnya benar-benar tega menjodohkannya dengan gadis yang masih bau kencur. Brian menarik napas panjang lalu menghembuskan-nya perlahan.


"Sepertinya hari-hari ku tidak akan berjalan dengan baik setelah ini," ucap Brian pada dirinya sendiri.


"Om mau tidak?" tanya Bian menyodorkan camilan itu pada Brian.


"Ikh, makan aja sendiri, makanan kayak gitu kok di beli sih, pasti banyak kumannya itu."


Bian memutar bola matanya malas. Bisa-bisanya Brian mengatakan makanan yang setiap hari dia makan banyak kumannya. "Om, kalau ini banyak kumannya, Bian pasti sekarang sudah mati. Bian tiap hari jajan ini kok di sekolah." Bian memperlihatkan cilok, cimol, dan juga sotong kepada Brian.


Brian yang tidak menyukai makanan seperti itu menjauhkan tubuhnya dan lebih memilih bersandar pada pintu mobil.


"Oh iya, ini uang kembaliannya Om, Bian menyerahkan uang sebanyak tiga lembar. Lembaran itu terdiri dari uang 20 ribu, 10 ribu dan 5 ribu.


Brian menatap uang itu dengan mata yang hampir keluar dari tempatnya. "Kamu simpan saja! Aku tidak membutuhkan itu lagi," ucap Brian.


"Ya sudah, kalau begitu, Bian anggap ini adalah nafkah yang Om berikan untuk Bian."


Brian diam. Dia sama sekali tidak perduli dengan apa yang dikatakan oleh Bian. Dia hanya ingin cepat-cepat sampai rumah supaya dia bisa mandi dan istirahat.


"Om!" panggil Bian dengan mulut penuh makanan.


"Om tahu tidak, sebenarnya kita itu tidak cocok jadi suami istri bukan? Om sudah tua, sedangkan Bian masih muda. Om memang tampan, tapi kalau nanti Bian sudah berumur 40 tahun, Om pasti sudah seperti kakek-kakek sedangkan Bian akan terlihat masih sangat cantik.


"Uhukkkk ... " Tiba-tiba saja Brian tersedak air ludahnya sendiri.


"Kau bilang apa barusan? Kakek-kakek?" tanya Brian dengan wajah yang memerah padam.


Dengan polosnya Bian mengangguk.


"Bian kau!"


To Be Continued.


Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Dinikahi Sugar Daddy, di sini dapat lihat: https://share.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=2088202&\_language\=id&\_app\_id\=1