
Sesampainya di sekolah, Satu sekolah heboh membicarakanku. Mungkin karna kaget aku bisa satu mobil dengan Andra. Mereka melihatku dengan tatapan sinis setiap aku dan Andra berjalan melewatinya.
'Sungguh memalukan' ucapku dalam hati, karena sejak turun dari mobil Andra, tanganku digenggam terus sepanjang menuju lorong sekolah oleh Andra.
"Andraaa... aku malu lepasin ahh, kan ga akan nyebrang juga" ucapku dengan nada kecil.
"Gapapa sayang kamukan pacarku jadi bebas dong..." jawab Andra sambil terus berjalan tanpa menoleh.
"Ya... tapikan ga gini juga. Kita jadi bahan omongan satu sekolah tau." ucapku sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Andra, tapi tak bisa genggamannya begitu erat. Sungguh ini membuatku tak nyaman dengan semua tatapan yang melihatku menggambarkan rasa iri terhadapku.
Namun Andra terus saja berjalan tanpa memperdulikan omonganku. Sampai-sampai Andra mengantarku kedalam kelas, dan membuat sahabat terdekatku kaget tidak menyangka bahwa Rara yang selama ini dia kenal bisa jadian secepat itu, padahal baru kemaren kemaren kan dia ngomong. 'Hebat lohh Ra bisa dapet secepet Itu'. Gumam Manda sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Memang sih selama ini aku ga pernah diperlakukan seperti seorang putri, dan jatuh hati secepat ini.
"Aku ke kelas dulu ya.. kamu jangan nakal-nakal" Ucap Andra sambil mengusap puncak kepalaku.
Aku hanya mengaggukan kepala, karena malu bukan main sumpah asli ga boong. Tapi senengnya juga bukan mainn sihh wkwkwk.
"Gila lohh... bisa dapet secepat itu" ucap Manda yang duduk tepat berada disampingku.
"Apaan sihh Mann aku ga ada hubungan apa apa kok" jawabku berbohong.
"Lo yakin mau boongin gue, gue kan udah kenal lo dari TK kali" ucap Manda dengan nada sedikit marah.
"Iya.. yaa maap dehh" jawabku pasrah.
"Ayo cerita dong Raa... gue kan mau tau" ucap Manda kepo.
"Pokoknya panjang deh ceritanya..." Jawabku
"Udah ahh kepo lu... biar ini jadi saksi bisu gue sama Andra aja lo ga boleh tau" ucapku sambil tertawa.
"Ihh... Raaa ko gitu sihh. Gue kan cuma mau tau aja" ucap Manda dengan nada sedikit meninggi karna kesal.
"Iyaa sahabatku tersayang... nanti ya ceritanya bentar lagi kan bel, emang lo mau disuruh kedepan ngerjain soal Fisika sama pak Richard apa? kalo ketauan masih ngobrol" ucapku.
"Tapi awas ya kalo lo sampe ga cerita" jawab Manda kesal.
Setelah Bel istirahat berbunyi aku dan Manda pergi kekanti, dan Manda masih saja menanyakan hubunganku dan Andra. Terpaksa deh aku cerita panjang lebar di kantin.
"Ohh gitu ya Raa... salut gue sama lo selain pinter lo juga laku ya ternyata" ucap Manda setelah mendengarkan ceritaku.
"Ehh.... enak aja lo ya. Gini-gini juga ada kali yang mau sama gue" jawabku sewot.
"Iya... ya maap dehh" ucap Manda.
Setelah itu mereka pergi ke kelas karena Bel sudah masuk sudah berbunyi.
Aku dan Manda memang tidak pernah merahasiakan apa-apa kami saling terbuka satu sama lain. Baik itu hal terkecil apapun pasti aku ataupun Manda saling tukar pendapat. Manda memang sahabatku yang paling terbaik. Suka maupun suka dia selalu ada disisiku. I Love you for My bestfriend Manda.
Nahhh..... Gaiss ini belum masuk ke cerita intinya lohh..... Terus baca ya dan jangan lupa di Like
Salam Sayang Author 😗