Extraordinary Love

Extraordinary Love
Prolog



Sinar mentari begitu indah menyinari bumi...


"Hauraa.... ayoo bangun ini sudah siang" teriak tantenya yang sudah berkali-kali membangunkannya.


"huwaaaaaaaa..... masih ngantuk tann.. 15 menit lagi saja" ucap Rara yang menguap sembari mengumpulkan nyawanya.


"Apa kamu bilang ini sudah siang. Ayo cepat bangun.. atau gak tante laporin papamu biar ga kasih uang jajan.." teriaknya lagi sembari menarik tangan Haura


"Iya..yaa Haura bangun. Tante bisanya cuman ngancem doang, ga seru ahhh" saut Haura sambil berjalan menuju kamar mandi.


"Kalo ga gini ya kamu ga akan bangun-bangun. Tante tunggu kamu diruang makan. Cepat mandinya sudah terlambat, atau ga tante tinggal kamu sendiri" Teriaknya lagi.


Haura pun bergegas membersihkan badanya. Setelah beres mandi dan berpakaian Haura pun keluar dari kamarnya da menuruni anak tangga.


'Dasar niih anak perempuan ga ada manis manisnya. Dandan dikit kee.. biar keliatan cantik'. gumam tante yang baru saja melihat Haura


"Sudah ayo berangkat. Tante sudah telat nih!" ucapnya melihat dengan tatapan sinis.


"Tante....tapi Rara belum sarapan" rengek Haura kepada tantenya.


"Nanti saja kamu makan dikantin sekolah, kamu ga takut telat apa? " Ucapnya lagi dengan nada yang sedikit merendah. Haura pun hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah tantenya itu.


Tidak ada percakapan didalam mobil, hingga begitu hening. Haura hanya melihat ke arah jendala kaca mobil dengan tatatapan kosong, dan tantenya hanya fokus mengendarai mobilnya. Tidak beberapa lama sampailah didepan gerbang sekolah Haura, ya memang tak jauh dari jarak rumahnya, dan satu arah dengan Kantor tempat tantenya bekerja, sekaligus Kantor milik ayah Haura.


Disanalah tempat Haura Belajar dan mencari ilmu. Haura masuk ke salah satu jurusan MIPA 1, ya Haura memang sangat pintar dan mempunyai banyak bakat dibidang eskul yang ada disekolah tersebut, salah satunya basket dia pernah menjuarai lomba basket di Go Internasional. Hebat bukan, bahkan Haura hampir mengikuti semua ekstrakurikuler yang ada disekolahnya. Ya sekedar untuk menyibukan diri.


Sebelumnya Haura sangatlah tidak memiliki sifat yang baik,.... di masa SMP nya dia sering bolos, namun Haura masih tetap mendapatkan posisinya juara 1 umum. Membuat banyak temanya itu iri kepada Haura, 'mana bisa Haura yang sering bolos bisa mendapatkan juara umum', banyak temanya yang mengatakan seperti itu dan menganggap bahwa Haura hanya menyogok kepala sekolah agar bisa mendapatkan juara umum.


Namun Haura tidak pernah memperdulikan omongan mereka.


Mungkin karna dia kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya, yang selalu sibuk dengan pekerjaannya, bahkan dihari liburnya saja kedua orang tua Haura sangatlah sibuk. Dan itu membuat Haura sangatlah kesepian. Apalagi setelah kakak laki lakinya Zaidan Setya Mahardika meninggal karna kecelakaan tabrak lari. Haura sangatlah menjadi brutal setelah kepergian kakanya, biasanya dia sering mengeluh, curhatlah, bahkan dia sering tidur di kamar kakanya meskipun dia sudah menginjak usia remajanya. Haura sangatlah kehilangan sosok kakanya yang sering menjahilinya namun Haura sangatlah mennyayangi kakaknya.


Haura anak ke-2 dari 2 bersaudara.


Haura Aliza Setya.


Gadis yang sangat cantik meski tanpa balutan make up sedikit pun, sering dipanggil Rara mungkin karna lebih enak buat dipanggil aja, tinggi badan 152 cm berat badan 43 kg. Badannya sangatlah cantik meski kurus Haura memiliki ukuran ukuran tertentu didaerah badannya, seperti payudaranya, yaa... yang lumayan berisi diusianya yang baru menginjak bangku kelas 12.


**Nahh Gaisssh... Gimana ni pada suka ga sama ceritanya? semoga kalian suka ya dengan ceritaku ini. ini adalah cerita pertamaku lohhh......


Jangan lupa like yahhh... jika kalian suka:)


SALAM HANGAT dari author😗