
"Kak, bukankah lusa adalah waktu untuk menyerahkan cetak biru desain arsitektur yang Kakak buat?"
Kent menghentikan kegiatannya. Dia yang tadi sedang ingin menyuapkan makan siangnya mengurungkan niat. Kent menaruh sendok nya kembali ke atas piring.
"Aku sudah mempersiapkan semuanya. Kau tidak perlu khawatir, aku yakin, aku bisa menang dalam lomba kali ini."
Kent mengusap kepala Camelia lembut. Berkat bantuan dari sang istri, serta kesetiaan yang di tunjukan Camelia padanya, dia bisa menyelesaikan desain arsitektur itu dalam waktu yang tepat. Semua pekerjaannya menjadi lebih mudah. Dia juga bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan Camelia.
Camelia mengangguk. Dia tersenyum lalu menyendokan makanan dan menyodorkan nya di depan bibir Kent.
"Karena kau sudah melakukan yang terbaik, aku akan memberikan hadiah untuk Kakak."
Mata Kent berbinar. Dia menatap Camelia seolah sedang bertanya, hadiah apa yang telah Camelia persiapkan untuknya.
"Aku akan memberimu nanti. Sekarang Kakak makan dulu! Aku setelah ini aku akan membawa Kakak pergi ke suatu tempat."
Kent mengangguk. Dia melanjutkan makan siangnya dengan penuh semangat. Berada di samping Camelia saja rasanya Kent sudah mendapatkan hadiah yang sangat besar, apalagi kalau Camelia memang mempersiapkan hadiah lain untuk nya. Tentu saja Kent sangat bahagia.
Setelah acara makan siang selesai, Kent dan Camelia kembali ke kamar mereka. Hari ini Camelia sedang tidak ada jadwal kuliah, dan Kent tidak bekerja dengan alasan kalau dia masih sakit, padahal, itu cuma akal-akalan Kent saja supaya dia bisa bermesraan dengan Camelia tanpa ada yang mengganggu. Kebetulan Melodi juga tidak ada. Jadwal kuliahnya lebih padat daripada jadwal kuliah Camelia.
"Kak!" panggil Camelia dari dalam kamar. Sementara suaminya ada di walk in closed.
"Ada apa?" tanya Kent. Dia keluar dari ruang ganti sudah dengan setelan yang luar biasa keren. Meskipun Kent hanya mengenakan celana jins dan kaos oblong hitam, dia terlihat sangat tampan. Dan tampilan seperti ini sangat jarang dia tunjukan lantaran selama ini Kent selalu sibuk dengan pekerjaannya yang mengharuskan dia mengenakan pakaian formal.
"Ternyata apa yang di deskripsikan penulis memang benar, kau sangat tampan dengan tampilan santai seperti ini Kak," gumam Camelia dalam hati.
Wanita cantik itu masih terbengong. Dia benar-benar tersihir dengan tampilan Kent yang sangat good looking. Ketampanan pria itu sangat sulit untuk di deskripsikan, semu yang ada pada sosok Kent benar-benar bisa membuat semua orang yang melihatnya terpesona.
Grepppp!
Camelia terkejut begitu merasakan sepasang tangan besar nan kokoh menarik pinggangnya dan membawa tubuh mungil Camelia ke dalam pelukan orang yang tadi menarik pinggangnya.
"Kenapa malah melamun?" tanya Kent menunduk menatap wajah Camelia yang sampai sekarangpun masih melongo.
"Kau sangat tampan Kak!" Camelia spontan mengucapkan kalimat itu.
Kent terkekeh. Dia mencubit hidung Camelia gemas. Istri kecilnya ini memang sangat lucu. Dia juga sangat jujur, dan itu membuat Kent semakin jatuh cinta kepada sang istri.
"Kalau aku sangat tampan, kau harus mau melakukan sesuatu untuk ku."
"Apa?" tanya Camelia dengan suara yang pelan.
Kent tersenyum nakal. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Camelia, detik berikutnya dia menautkan bibirnya dan bibir Camelia, untuk sesaat, Camelia terkejut, namun detik berikutnya dia menerima kecupan dari Kent dan mulai membalas kecupan serta ci uman yang suaminya lakukan.
Sepasang sejoli itu semakin terhanyut dalam kegiatan panas yang mereka lakukan. Kent menarik pinggang Camelia semakin dalam. Dia juga menahan tengkuk Camelia supaya istri kecilnya tidak akan bisa melepaskan tautan mereka.
"Eumhhh!" Camelia memukul dada Kent saat pasokan oksigen dalam paru-paru nya mulai menipis. Sepertinya ini sudah lebih dari lima belas menit, tapi Kent masih belum ingin melepaskan Camelia.
"Hahhh," Camelia bernapas lega ketika sang suami mau melepaskan tautan mereka. Dia menatap Kent horor, sementara sang suami malah tersenyum bahagia.
Kent menyentuh bibir Camelia, dia menjadi merasa bersalah karena ulahnya bibir Camelia menjadi agak bengkak bahkan meninggalkan bercak keunguan.
Cup ...
Kent mengecup bibir Camelia sekilas. "Maafkan aku Sayang, aku tadi khilap sampai membuatmu terluka seperti ini."
Camelia ingin marah, namun saat dia melihat raut wajah bersalah pada suaminya, dia menjadi tidak tega. Camelia memilih untuk memeluk Kent.
"Aku memaafkan mu Kak. Aku tahu, aku adalah orang pertama yang melakukan skinship dengan mu bukan?"
Kent mengangguk. Namun detik berikutnya dia mendorong tubuh Camelia agak menjauh. "Darimana kau tahu kalau aku hanya pernah melakukan ini dengan mu? Aku ingat, aku belum pernah menceritakan masa laluku padamu bukan?" tanya Kent dengan wajah penasaran.
Camelia tersenyum menanggapi pertanyaan keheranan sang suami. "Aku sudah pernah bilang, aku memilih kemapuan yang unik, bukankah Kakak juga sudah tahu kalau aku ini seorang cenayang?"
Camelia menjauh dari Kent. Dia menyambar tasnya yang ada di atas ranjang lalu berjalan menuju pintu. "Ayo pergi Kak! Kenapa malah bengong seperti itu?"
Kent terperanjat. Dia menoleh ke arah Camelia yang sudah berdiri di dekat pintu. Apa yang Camelia ucapkan memang tidak masuk di akal, namun, Kent semakin lama semakin yakin kalau istrinya memang memiliki kemampuan yang sepesial.
"Kalau begitu aku mau menanyakan beberapa hal?" ucap Kent meraih tangan Camelia lalu menuntun sang istri untuk keluar dari kamar.
Camelia menggoyangkan tangan yang di genggam oleh Kent seperti sebuah ayunan. Dia merasa sangat bahagia karena apa yang belum pernah dia rasakan di dunia nyata, kini bisa dia rasakan bersama dengan Kent.
"Tanyakan saja Kak! Aku pasti akan menjawabnya."
"Baiklah! Pertanyaan pertama ... ...!" Percakapan mereka terus berlanjut. Bahkan ketika Kent dan Camelia sudah ada di dalam mobil pun, mereka masih melanjutkan obrolannya.
Sampai pada akhirnya, mereka sampai di sebuah area perkemahan yang ada di kota itu, area perkemahan itu sangat indah, letaknya yang dekat dengan danau, serta tanaman dan pepohonan yang ada di sana membuat area perkemahan itu terlihat sangat indah.
Kent memincingkan matanya menatap Camelia, pantas saja tampilan Camelia beda dari biasanya. Entah apa yang akan di lakukan Camelia, Kent akan menunggu sang istri untuk menjelaskan nya.
"Ayo turun Kak!" ajak Camelia pada sang suami.
Kent menurut. Dia turun dari dalam mobil. Alangkah terkejutnya Kent ketika melihat sebuah tenda, yang sudah di hiasi dengan lampu-lampu cantik, bahkan di depan tenda itu sudah ada perapian untuk membuat api unggun.
"Ini Apa Bella?" tanya Kent menatap istrinya lekat.
Camelia mendekati Kent. Dia berjinjit lalu membisikan sesuatu di telinga sang suami.
"Kita akan bulan madu Kak."
...To Be Continued....