
Setelah sampai didepan rumah Haura.
"Silahkan tuan putri" ucap Andra sembari membukakan pintu mobilnya.
"Bisa aja kamu ndra... padahal aku kan bisa buka sendiri" ucapku tersipu malu.
"Besok pagi aku jemput ya honey" ucap Andra.
"Siap boss..." jawabku seperti menerima perintah dari komandan jendral TNI, wkwk.
"Yaudah masuk sana, istirahat ya" jawab Andra memegang kedua tanganku dan mengusap puncak kepalaku.
"Ga mampir dulu?" tanyaku.
"Lain kali saja sayang" jawab Andra.
"Yauda kalo gitu, hati-hati ya jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya" ucapku.
"Iya siap laksanakan ibu negara" jawab Andra mencium kening ku. Lalu Andra memasuki mobilnya.
Setelah mobil Andra tidak terlihat, aku pun masuk ke dalam rumah.
'Ohh.. Ya Tuhan betapa bahagianya hari ini' Gumamku membantingkan tubuhku keatas ranjang.
Dan Haura pun tertidur, mungkin terlalu cape dan terlalu sulit untuk melupakan kejadian hari ini. Haura pun terbangun karena merasakan perutnya yang begitu lapar.
Haura duduk sejanak sambil melihat ke arah jam Pukul 01.25 am. Aku pun mengambil ponsel dan ada beberapa pesan dari Andra.
'Ini sudah malam nanti sajalah balas pesan dari Andra, dia juga pasti sudah tidur.' gumamku.
Aku pun berjalan ke kamar mandi dan mandi sebentar karena begitu lengketnya tubuh Haura. Setelah beres mandi dan berpakaian aku keluar kamar dan menuruni anak tangga.
"Hadeuhhh... laparnya" ucap Rara.
Namun sama sekali tidak ada makanan dimeja makan. Rara mendenguskan nafasnya secara kasar.
'Mau ngebangunin bibi tapi kasihan, pasti bibi kecapean' ucapku dalam hati.
Terpaksa Rara menahan rasa laparnya karna tidak ada makanan, mungkin karena terlalu lapar Rara menjadi sebego itu sampai lupa tidak membuka kulkas. Padahal bibinya selalu mengisi kulkasnya dan tidak pernah kosong.
04.30 am.
Rara sudah bangun dan siap siap untuk kesekolah. Tidak biasanya memang aku bangun sepagi ini tapi mulai hari ini aku tidak mau merepotkan tante ku lagi.
'itu pasti mobil tante' gumamku.
Benar saja itu adalah mobil tanteku yang sengaja datang pagi pagi buta gini kerumah Haura, hanya untuk membangunkanku.
Tante masuk dengan mudahnya tanpa harus mengetuk dan menunggu orang yang didalam membukakannya, ya karena tanteku memang punya kunci serep.
"Haura apa kamu sudah bangun" teriaknya diluar pintuku. Karena aku sengaja menguncinya, heheh.
"Sudah tante, aku lagi dibaju nihh" teriakku sambil memakai baju seragam sekolah.
'Tumben nih anak udah bangun biasanya juga tidurnya kek kebo' gumam tante penuh dengan keheranan.
Setelah memakai baju dan sedikit polesan bedak aku pun keluar dan berjalan menuju ruang makan yang dimana disana sudah ada tanteku dan bibi yang sedang menyiapkan sarapan.
"Tumben udah bangun kamu Raa... biasanya juga nunggu tante guyur kamu baru kamu bangun" ucap tante yang begitu keheranan.
"Terus tumben lagi rapi, wangi, dann... kamu pake bedak yaaa?" ucapnya lagi dengan mata yang terus melihat ku dari ujung kaki sampe ujung rambut.
"Apaan sih tan, aku kan emang tiap hari kaya gini" ucapku cengengesan.
"ohh... iyaa tan hari ini aku berangkat sama temenku ya... tante duluan aja, nanti temenku jemput ko" ucapku.
"Yasudah baguslah.... jadi tante ga perlu cape cape anter kamu" jawab tante.
Setelah beres makan. Tiba tiba suara bel rumah bunyi. Bi inah pun segera membukakannya, namun aku melarangnya karena aku tau pasti itu Andra.
"euhhh... bi biar aku aja yang buka" ucapku sambil belari.
"Sebentar..." teriakku.
"Selamat pagi tuan putri" ucap Andra.
"Pagi juga moodbooster kuu.. masuk dulu ndra aku mau ngambil dulu tas. " jawabku.
"Baiklah" ucapnya.
Aku baru ingat bahwa dirumah kan ada tante yaa. "ohh iya ndra kenalin ini tanteku."ucapku sambil ngenalin ke tante.
"Halo tan.. Saya Andra teman sekolah Rara." ucap Andra.
"ohh ini yang ngebuat kamu berubah Raa... cakep juga" gombal tante.
"ahh... tante bisa aja" ucap Andra.
"Duduk dulu ndra aku mau ngambil dulu tas" ucapku.
Di ruang tamu Andra begitu gugup. Hening sekali dan tiba tiba tante memecahkan keheningan tersebut.
"Baru kali ini loh ada cowo dateng kerumah Rara." Ucap tante kepada Andra.
"Wahh.. Andra beruntung dong tan" jawab Andra.
"Kamu ga salah pilih emng Rara kan cewe yang cuek sama penampilan" ucap tante.
"Engga tan menurut andra, Rara cewe yang unik dan manis" jawab Andra.
"Jika kamu serius mencintai Rara, buat dia bahagia, jangan sesekali kamu sakiti keponakan tante." Ucap tante dengan matanya yang sinis itu.
"Tante tenang aja...Andra akan selalu melindungi Rara" ucap Andra.
Setelah merapikan buku karena semalam tidak sempat, aku pun langsung bergegas turun karena tak mau membuat Andra menungguku lama.
"Ayoo... ndra aku udah siap" ucapku menghampirinya.
"Tante Rara berangkat dulu ya" ucapku lagi.
"Tan.. berangkat dulu." pamit Andra.
"Hati-hati bawa mobilnya jangan ngebut ngebut" jawab tante.
"Iya tan.. siapp" jawab Andra.
Aku dan Andra pun berjalan mendekati mobil Andra dan Andra pun membukakan pintu mobilnya untukku.
'yaa.. tuhann sosweet sekali sihh ndra' ucapku dalam hati.
Didalam mobil aku dan Andra tidak berhenti berbincang bercanda, aku sangat bahagia menerima perhatian lebih dari Andra.Ya... meskipun kami baru kenal tapi kami seperti sudah beberapa tahun akrab dan dekat.
Jangan Lupa Like...☺
Salam hangat Author😙