
Setelah beberapa menit keliling taman, aku sampai melupakan Andra.
"Ehh.. ndra maaf aku jadi sibuk sendiri gini." Ucapku.
"Gapapa....nihh buat lo" jawab Andra sembari berjalan mendekatiku dan memberikan bunga mawar yang masih segar karna baru di petik.
"Ihh... ini namanya lo nyakitin tanaman tau, kasian kan" ucapku.
"mana ada sih tanaman ke sakitan" jawab Andra cengengesan.
"ehh... Ra aku boleh nanya sesuatu ga?" ucapnya lagi.
"Boleh nanya apa?" Tanyaku.
"Ko tadi gue ga liat Orang tua lo sih padahal kan ini hari libur." Tanya Andra.
"Papa sama mama memang jarang berada dirumah mereka hanya sibuk bekerja dan mungkin dipikirannya hanya uang uang dan uang..." Jawabku.
"Ehh.. maap Raa gue ga maksud" ucap Andra sedikit terlihat kecewa, mungkin tidak seharusnya Andra menanyakan hal ini.
"Kalo kamu sendiri keluarga kamu gimana?" tanyaku balik.
"Nyokap sama bokap udah lama pisah, dan ini yang ngebuat gua menjadi sangat terlihat angkuh jika berada di sekitar keluarga gue." ucapnya sembari menghela nafas.
"Bokap sering nyiksa nyokap di depan mata gue dan ini yang ngebuat gua jadi sedikit brutal." ucapnya lagi.
"Mmm.. ma.. maap Ndra aku juga ga maksud" ucapku merasa bersalah.
"Gapapa.. jadi kita sama sama kurang kasih sayang yaa.." ucap Andra sambil berbisik ke telingaku. yang membuat bulu kuduk ku merinding sumpah asli.
"ahhh... hhaa iy...iya..ya" ucapku gugup.
"Raaa kamu mau gak?" tanya Andra yang terlihat gugup dan tidak melanjutkan ucapannya.
"Mau apa?" tanyaku heran.
Entah setan apa tiba-tiba Andra mendekat. Dan membisikan sesuatu.
"Kamu mau ga jadi pacar aku?" Tanya Andra.
Jdddeeerrr....
Tidak tau petir dari mana, yang jelas Rara sangatlah terkejut.
"hmmm... apa kamu serius?" tanyaku meminta kepastian.
"Iya aku serius Raa..." Ucap Andra meyakinkanku.
"Serius Raa...?" tanyanya lagi.
"iyy..iyy.. iyaa aku serius." jawabku gugup.
"Terima kasih sayang... aku akan selalu membuatmu bahagia sampai maut memisahkan kita" ucap Andra sembari memelukkh erat.
"Andraaa.. seneng ya seneng, tapi kalo gini terus aku jadi susah nafas." ucapku terengah-engah.
"Maap sayang maap, Aku terlalu bahagia" ucapnya lagi.
Cup
Duarrrrrrr....
Jantungku seperti akan copot disaat Andra mencium keningku.
Dan kami saling bertatap tatapan memandangi satu sama lain. Dan wajah Andra kini sudah tepat didepan wajahku nafasnya saja bisa tercium oleh ku.. Dannn aku yang sudah tau Andra akan melakukan apa aku segera menjauh dan..
"Ayo pulang sudah sore" ajakku dan berjalan cepat, begitu malunya aku.
'shittt... kenapa bibirmu sangat menggairahkan Raa...' gumam Andra.
"Sayang tunggu" teriak Andra.
Didalam mobil aku tidak banyak bicara, karna aku masih begitu malu dan sedikit canggung.
"Kenapa sih pacar kesayanganku ini, ko dari tadi hanya mendiamkan ku."Ucap Andra sembari memegang erat tanganku.
"Fokus aja dulu nyetirnya ndra" jawabku malu malu kucing.
"Yasudah yasudah.... I love you baby" ucap Andra sembari mengusap kepalaku lembut.
"Ihh.. ndra jadi berantakan rambutku kan" Ucapku dengan nada marah, tapi sesungguhnya aku sangat senang bukan main.
"Iya maap deh maap, sini aku beresin" ucap Andra dan malah semakin parah mengacak ngacak rambutku.
"Andraa.aa.. tau ahh" ucapku marah.
"sayang kamu makin menggemaskan saja kalo marah" Ucap Andra memegangi tanganku dan menciumnya.
'oh ya tuhann apakah ini mimpi. Betapa bahagianya bila ini memang terjadi' gumamku namun terdengar oleh Andra.
"Awww.. Ndra sakit tau ko kamu nyubit sih" teriakku karna Andra mencubit pipiku tapi tidak terlalu sakit sih, hanya akting saja wkwk.
Jangan lupa like😉