Extraordinary Love

Extraordinary Love
Karena Minyak



Hari ini Kent lagi-lagi di buat jengkel dengan ulah kedua istrinya. Bagaimana tidak? pagi-pagi buta Kent sudah mendengar pertengkaran Camelia dan Viola, bahkan apa yang mereka ributkan pun hanya hal sepele. Di rumah Kent minyak banyak. Jangan kan minyak zaitun, minyak nyong-nyong aja dia sediakan kalau kedua istrinya itu mau.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" geram Kent. Laki-laki itu sedang berdecak pinggang sambil menatap horor Camelia dan Viola.


"Aku hanya ingin membuat camilan untuk mu Kent. Di kulkas banyak makanan, jadi aku memutuskan untuk membuatkan mu kentang goreng."


"Kentang goreng itu gak baik buat kesehatan Kak. Itu semua akan menjadi kolestrol. Lagipula aku akan membuatkan camilan yang lebih sehat untuk mu," ucap Camelia.


Kent menghela nafas nya. "Lalu kenapa minyak gorengnya harus berceceran di atas lantai? kalian itu melakukan pemborosan. Apa kalian tidak tahu kalau di luaran sana minyak goreng sangat mahal. Bahkan banyak orang rela mengantri sampai mati demi mendapatkan minyak goreng murah. Dan kalian malah membuang-buang minyak goreng mahal itu. Kalian itu bukan anak kecil lagi. Jangan berbuat onar di tempatku!"


Viola mendengus ke arah Camelia. Andai tadi mereka tidak ribut, ini semua pasti tidak akan terjadi.


"Ini semua gara-gara kau Bella!" seloroh Viola.


"Cih... Kenapa Kak Viola jadi nyalahin aku? salahin aja Kak Viola yang mau memberi makan Kak Kent makanan gak sehat."


"Diammm!" Teriak Kent yang sudah sangat emosi.


"Viola masuk ke kamar mu! dan Bella, ikut aku. Ada yang harus aku bicarakan."


Camelia menjulurkan lidahnya pada Viola. Kent menyuruh Viola untuk masuk ke kamarnya tapi dia ingin berbicara dengan Camelia, tentu saja Camelia merasa kalau ini sangat luar biasa. Viola kalah lagi darinya. Wanita itu pasti sangat kesal.


"Awas kau!" ancam Viola sambil mengepalkan tangannya di depan wajah Camelia.


"Wlleeee." Camelia langsung pergi untuk menyusul suaminya di area kolam renang. Entah apa yang ingin di katakan Kent padanya sampai Kent harus berbicara di luar ruangan seperti ini.


"Ada apa Kak?" tanya Camelia saat dia sudah sampai di pinggiran kolam renang. Dia melihat punggung lebar suaminya dengan mata yang berbinar. Bahkan nampak belakang pun Kent terlihat sangat gagah.


"Aku akan menerima tawaran mu. Bukan karena aku mempercayai ucapan mu, hanya saja, melihat Taksa begitu gigih untuk bisa dekat dengan mu, aku rasa dia memang ingin berurusan dengan ku."


Camelia tersenyum. "Baiklah, mulai sekarang aku akan membuat Kakak mempercayai semua ucapan ku. Apa hal-hal yang sudah terjadi kemarin tidak membuat hati Kakak tergerak untuk mempercayai ku?" tanya Camelia.


Kent menatap Camelia lekat. Kent tidak tahu, dia tidak tahu dia harus apa dan apa yang harus dia percayai. Semua yang dia lihat kemarin memang di luar nalarnya. Tapi apa benar Camelia ini adalah seorang Cenayang?...


Dua hari yang lalu di perusahaan Kent.


Camelia turun dari meja Kent lalu mendekatkan bibirnya di telinga sang suami. "Kalau aku bilang Kak Taksa ikut andil dalam proyek ini apa Kakak akan percaya?" bisik Camelia di telinga suaminya.


"Darimana kau tahu kalau Taksa akan ikut dalam proyek ini Bella? apa dia memberitahumu?"


Camelia tersenyum manis. "Aku sudah bilang kalau aku ini Cenayang Kak, kau saja yang tidak percaya," imbuh Camelia yang berjalan ke arah sofa lalu mendudukkan dirinya di sana.


Kent mendengus. Dia tidak menghiraukan kata-kata Camelia dan malah kembali fokus ke laptopnya.


"Kak!"...


"Kak Kent," panggil Camelia.


"Hmmm... Aku lapar," ucap nya sambil memegangi perutnya. Siang ini dia memang belum makan siang. Dia bingung mau makan siang di mana. Kalau makan siang di pinggir jalan takut gak cocok sama perut Garbera, tapi kalau di restoran mahal, dia belum terbiasa, apalagi kalau harus memesan makanan sendiri, dia masih takut salah.


"Tinggal makan siang aja kenapa repot," jawab Kent yang masih tidak perduli.


"Kak, aku tidak nyaman makan sendiri. Lagipula aku tidak tahu apa yang harus aku makan. Kakak temenin aku kaman ya!" pinta Camelia. Kini dia sudah ada di depan meja Kent dan sedang membuat ekspresi imut.


"Hentikan ekspresi konyol mu itu. Aku akan mengantar mu makan siang di kantin perusahaan."


"Yeayyyy.... Akhirnya Kak Kent mau mengantarku makan. Ayo Kak! aku udah laper banget. Laptopnya biarin aja."


Kent melongo saat jemari mungil Camelia menutup laptopnya tiba-tiba.


"Kau benar-benar merepotkan Garbera." Camelia hanya menampakan cengiran kudanya.


Lima menit kemudian, mereka sudah sampai di kantin perusahaan. Semua orang yang sedang makan siang di buat terpana dengan pemandangan di depan meja lauk pauk yang berjejer seperti meja prasmanan. Bos mereka tidak pernah makan di kantin perusahaan, tapi kenapa siang ini dia datang. Dia bahkan membawa nampan meskipun tangannya tertutup rapih dengan sarung tangan steril.


"Mau yang mana?" tanya Kent.


"Itu apa Kak?" tunjuk Camelia pada daging berkuah mirip kari yang sangat menggiurkan.


"Mana aku tahu. Kau tanya saja sendiri pada kokinya.


"Ikh Kakak ini gak seru," ucap Camelia.


Setelah puas memilih makanan, Camelia dan Kent duduk kursi yang kosong alias tidak ada siapapun di meja itu. Seperti yang Kent harapkan Camelia sudah mulai mengerti dengan kebiasaannya, terbukti dari cara Camelia membersihkan kursi dan meja yang akan dia duduki.


"Silahkan Kak!" ucap Camelia. Kent pun duduk dengan sangat hati-hati. Dia penggila kebersihan atau phobia akan hal-hal kotor? tidak ada yang tahu akan hal itu.


Kent menyodorkan nampan yang tadi dia bawa. Dengan gerakan cepat, Camelia menarik nampan itu dan mulai memakan makan siang nya.


"Sepuluh menit lagi aku harus kembali ke ruangan ku Bella. Pekerjaan ku masih menumpuk," ucap Kent. Dia menatap lekat Camelia yang sedang makan dengan lahap. Entah kenapa gadis di depannya ini terasa sangat berbeda dengan wanita-wanita yang pernah mendekatinya. Camelia sangat polos, dia bahkan tidak jaim. Cara makan pun sangat jauh dari kata anggun dan kalem.


"Kau itu makan seperti Babi Bella."


"Uhukkkk... Uhukkkk," Camelia di buat tersedak dengan ucapan suaminya sendiri. Masa dia di bilang makan kayak babi. Emang dia sejorok itu apa.


"Mulut mu itu sangat pedas Kak," imbuh Camelia.


"Ooiya Kak. Aku ingin menunjukan sesuatu padamu."


Kent hanya memperhatikan.


"Kakak lihat ke arah luar!. Sepuluh menit dari sekarang, hujan lebat akan turun."


Kent mengerutkan keningnya. "Kau pikir aku bodoh karena harus mempercayai ucapan mu," ucap Kent dingin.


"Kakak tunggu saja. Aku tidak mungkin berbohong."


Jam sudah menunjukan pukul 13 : 19. berarti, Kent hanya harus menunggu satu menit lagi untuk melihat apakah yang di katakan Camelia ini benar-benar sebuah fakta atau hanya bualan saja. Dan pada saat Kent melihat jam nya bergeser ke angka 13: 20 Kent melihat air hujan mulai turun dengan sangat deras.


"Lihat, aku tidak berbohong Kan?" ucap Camelia. Kent menatap Camelia dan air hujan itu bergantian. Apa benar istrinya ini adalah seorang Cenayang? tapi bagaimana bisa?....


"Seharusnya siang ini kau sedang berada di bawah hujan dengan Viola Kak. Aku senang, ternyata akau memang bisa mengubah cerita dalam novel itu. Aku tahu kau tidak akan mencintai Viola, tapi lambat laun kau akan mulai mempercayainya jika aku tidak melakukan ini. Aku harap semuanya akan berjalan seperti apa yang aku harapkan."


...To Be Continued....