Extraordinary Love

Extraordinary Love
The First Time



Camelia tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Kent yang diam mematung setelah mendengar Camelia mengucapkan kata bulan madu. Sebenarnya Camelia hanya bercanda. Dia hanya ingin mengajak Kent refreshing supaya dia tidak terlalu mumet dengan pekerjaannya.


"Kak! Kau itu sangat lucu!" ucap Camelia yang langsung mendapat tatapan horor dari Kent.


Kent menarik sudut bibirnya ke atas, dia tersenyum devil lalu berjalan mendekati Camelia.


"Kak kau mau apa?" tanya Camelia yang refleks mundur menjauh dari suaminya.


"Kau harus mendapatkan balasan atas apa yang sudah kau lakukan Bella!" teriak Kent mulai mengejar Camelia karena gadis cantik itu malah berlari menghindar dari Kent.


"Hahahah." Camelia masih terus tertawa. "Kakak maafkan aku, aku tidak sengaja," ucap Camelia. "Maksudku aku tidak tahu kalau kau akan sangat mendamba saat-saat itu."


Kent semakin di buat geram, dia berlari lebih kencang agar bisa langsung menangkap Camelia dan memberikan wanita itu hukuman.


Grepppp ...


Camelia terkejut saat Kent berhasil meraih pinggangnya. Dia menggerakkan kakinya ketika Kent mengangkat tubuhnya ke atas membuat dia melayang di udara.


"Kakak lepaskan aku, aku takut," ucap Camelia.


Kent tidak menggubris Camelia sama sekali, dia harus memberikan Camelia pelajaran sampai wanita ini meminta ampun padanya.


"Kakak!"


Camelia merasa pusing ketika Kent memutar tubuhnya seperti sebuah baling-baling.


"Kakak ampun, aku, aku sudah tidak bisa bernapas Kak."


Kent langsung menurunkan Camelia. Kent lupa kalau Camelia tidak boleh terlalu lelah, mereka tadi sudah main kejar-kejaran cukup lama, belum lagi Kent yang membawa Camelia berputar-putar. Oh ayolah, kenapa Kent bisa lupa hal penting seperti ini.


"Kau baik-baik saja bukan?" tanya Kent menarik pinggang Camelia membuat tubuh bagian depan mereka menempel dengan sempurna.


"Aku lemas Kak. Aku, ingin istirahat sebentar."


Kent mengangguk. Dia memangku tubuh Camelia dan membawanya pergi menuju tenda yang tadi sudah di siapkan istrinya.


"Kak!" ucap Camelia sambil menatap lekat wajah Kent. Posisinya yang sedang ada dalam gendongan Kent membuat Camelia lebih leluasa untuk memperhatikan wajah tampan suaminya.


"Ada apa?" tanya Kent tersenyum.


"Apa kau mencintaiku?"


Kent mengangguk. Dia menurunkan Camelia setelah mereka masuk ke dalam tenda. Di dalam tenda sangat nyaman, tendanya cukup besar dan sangat hangat.


Mereka duduk saling berhadapan, Camelia masih enggan untuk mengalihkan pandangannya. Sementara Kent masih sibuk menyelimuti tubuh bagian bawah istrinya.


"Kak!"


"Heum!"


"Apa yang membuat Kakak mencintaiku?"


Kent menghentikan aktifitasnya, dia diam sambil menatap Camelia lekat. "Haruskah memiliki alasan untuk mencintai seseorang?" tanya Kent pada Camelia.


Camelia menggeleng. "Aku tidak tahu, selama ini, aku pikir aku mencintaimu karena semua kesempurnaan yang kau miliki Kak, namun, saat aku mengetahui segala kekurangan mu, rasa cintaku malah semakin nyata." gumam Camelia dalam hati.


Camelia mengangguk. "Ini juga yang pertama untuk ku Kak. Bagaimana kalau tiba-tiba aku pergi meninggalkan Kakak?"


Kent langsung merubah ekspresi wajahnya. Kenapa Camelia menanyakan hal yang tidak penting. Kenapa juga dia mau meninggalkan nya.


"Apa selama ini aku kurang baik padamu?" tanya Kent dengan wajah yang sendu.


"Apa kau tidak bahagia bersamaku sampai kau berniat pergi meninggalkan ku hmm?"


Camelia menggeleng. Dia langsung menghambur ke pelukan Kent. Bukan itu yang dia maksud, Kent memang belum tahu kalau dia bukan Garbera yang asli. Jiwanya terperangkap dalam tubuh Garbera, dan dia tidak tahu kapan dia akan kembali, kepribadian dirinya dan Garbera sangat jauh berbeda meskipun mereka masih dalam sosok yang sama. Kelak Kent pasti akan menyadari kalau sifat Garbera berubah ketika jiwanya sudah tidak bersama tubuh itu lagi.


"Aku mencintaimu Kak. Aku tidak pernah punya pemikiran untuk meninggalkan mu. Maafkan aku," ucap Camelia masih memeluk erat Kent.


"Jangan pernah meninggalkan ku Bella, aku sangat mencintaimu."


Camelia mengangguk. "Kalau aku bisa, aku akan tinggal bersama dengan mu selamanya Kak. Semoga takdir mengijinkan kita untuk tetap bersama."


Camelia melepaskan pelukannya. Dia menyentuh wajah Kent lalu mengecup bibir Kent cukup lama. Kent tidak membuang kesempatan itu, dia menarik tengkuk Camelia lalu mengecup bibir sang istri lebih lama dari sebelumnya. Perlahan kecupan itu berubah menjadi sebuah lu mata n. Camelia tersenyum di sela-sela ci uman yang di berikan oleh suaminya.


Semakin lama, ciuman mereka semakin memanas dan menuntut. Camelia yang terbuai akan sentuhan lembut dari Kent membalas setiap kecupan yang di lakukan oleh Kent padanya.


Ketika sepasang suami istri itu asyik dengan kegiatan mereka, di luar tenda ternyata hujan tiba-tiba saja turun. Suara gemercik air hujan semakin membuat suasana di dalam tenda menjadi lebih romantis dan lebih hangat dari sebelumnya. Memang aneh, seharusnya udara semakin dingin bukan? Namun tidak untuk kedua orang yang sedang memadu kasih itu. Mereka semakin terhanyut dalam buaian masing-masing.


"Bolehkah?" tanya Kent di depan bibir Camelia, gadis cantik itu mengangguk.


Kent tersenyum. Dia sangat bahagia setelah mendapat lampu hijau dari sang istri. Kent tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, dia akan membuat Camelia menjadi wanita paling bahagia malam ini.


"Maaf kalau aku menyakitimu," bisik Kent di telinga Camelia.


Hari itu memang sudah sore, bahkan sudah hampir menjelang malam, belum lagi cuaca yang memang sedang hujan membuat keadaan di luar lebih gelap dari biasanya.


Camelia dan Kent masih asyik dengan kegiatan mereka. Sementara di tempat lain, yaitu di rumah Kent. Viola kebingungan karena rumah terlihat sangat sepi. Indri bersama pelayanan yang lain juga sudah tidak ada, mereka sudah pulang.


"Si bocah bodoh itu kemana?" gumam Viola mencari sosok Camelia. Dia sudah memeriksa hampir seluruh ruangan namun Viola tidak menemukan sosok Camelia di sana.


"Kau mencari siapa?" tanya Melodi dari balik punggung Viola.


Viola sontak saja memutar tubuhnya. Jantungnya berdegup sangat kencang karena dia merasa terkejut dengan kemunculan Melodi yang tiba-tiba.


"Cih, kau masih belum minggat juga Melodi? Kau masih menumpang seperti parasit di rumah ini. Apakah kau sangat miskin sampai kau tidak bisa mencari tempat tinggal?"


Melodi tertawa mendengar ucapan Viola. "Kau bilang aku parasit? Apa kau tidak berkaca? Yang parasit di sini itu kau nenek lampir! Kent bahkan tidak menganggap mu sebagai seorang istri, tapi kau masih tinggal di sini seperti orang bodoh."


Viola menggeram. Dia mendekat ke arah Melodi lalu menarik rambut wanita itu sampai kepala melodi mendongak karena Viola menarik rambutnya ke belakang.


"Kau berani melawan ku hah?" teriak Viola di telinga Melodi.


Melodi mendengus. "Bersikap arogan lah selagi kau bisa Viola! Sebentar lagi riwayatmu akan tamat."


"What? Apa yang kau katakan?" teriak Viola menghempaskan kepala Melodi dari cengkeraman tangannya.


Melodi hanya tersenyum sinis. "Cepat atau lambat Kent akan tahu kebusukan mu."


...To Be Continued....