
"Ada apa mereka datang ke sini?":gumam Jeniffer mengintip ke luar jendela
"Jeniffer,kenapa kau di situ?": tanya Louis dari tangga melihat adiknya mengintip keluar jendela
"Kakak kenapa ada mereka di sini?":tanya Jeniffer berbalik menatap Louis
"Kakak yang meminta mereka datang,ada apa?": jawab Louis lalu kembali bertanya
"Ooooh,tidak apa-apa. Ya sudahlah aku ingin ke kamar ku saja": kata Jeniffer berjalan menuju tangga
"Kau tidak ingin bergabung bersama kami Jeniffer?":tanya Lee yang baru saja turun bersama Zee
"Tidak kak,aku harus mengerjakan tugas kuliah ku":tolak Jeniffer
"Baiklah": jawab Lee tersenyum
Jeniffer lalu kembali ke kamarnya. Sedangkan Louis dan Lee menemui Doni dan Farrel yang sudah tiba.
"Kakak": panggil Lee saat keluar dari rumah melihat di sana Doni dan Farrel
"Lee, Louis": seru Doni dan Farrel lalu beralih menatap kepada gadis kecil yang bersembunyi di belakang Lee
"Hay gadis manis,kenapa kau bersembunyi?": tanya Farrel menatap Zee
"Zee,sayang ayo jangan takut. Mereka adalah sahabat Mummy dan Daddy. Mereka adalah uncelnya Zee.": kata Lee pada putrinya yang masih takut dengan kehadiran orang baru
"Ayo Zee,sapa uncel Doni dan uncel Farrel": sambung Louis meminta putrinya untuk menyapa Doni dan Farrel
Zee lalu menatap Doni dan Farrel cukup lama, sebelum menyapa mereka.
"Hay uncel Doni,uncel Farrel.": sapa Zee tersenyum
"Hay juga gadis manis. Ayo ke sini bersama uncel": ucap Doni merentangkan tangannya agar Zee mau dia gendong
Zee lalu berjalan menuju Doni,dan saat ini sudah berada di gendongan Doni.
"Putri mu begitu lucu": ucap Farrel menatap ke arah Zee
"Hmmm,ayo masuklah. Kita berbicara di dalam": ajak Louis untuk masuk ke dalam
Mereka semua masuk ke dalam rumah,duduk di ruang tamu. Zee yang masih berada bersama Doni, sepertinya sedang asik. Saat awal Zee memang takut kepada orang yang baru saja dia lihat,tapi Zee juga sangat mudah akrab saat sudah mengenal seseorang.
Doni dan Farrel sudah mengetahui jika Zee adalah anak angkat Louis dan Lee. Sebelumnya Lee sudah menceritakan itu kepada Doni dan Farrel.
"Bibi sun": panggil Lee pada pelayannya
"Iya nyonya": jawab bibi sun yang menghampiri Lee memanggilnya
"Buatkan minum untuk kami,dan susu untuk Zee": pinta Lee
"Baik nyonya": ucap bibi sun lalu segera kembali ke dapur menyiapkan minum untuk mereka
"Itu pelayan baru kalian?": tanya Farrel
"Hmmm, namanya bibi sun": jawab Lee
Farrel hanya mengangguk mengerti.
"Lalu untuk apa kau meminta kami datang ke sini?": tanya Doni karena tadi Louis menghubunginya menyuruhnya untuk datang sekarang ke rumahnya
"Iya ada apa,apa terjadi sesuatu?": sambung Farrel juga bertanya
"Iya":jawab Louis
Louis dan Lee lalu menceritakan semuanya yang terjadi kepada Doni dan Farrel. Louis juga meminta kepada Doni dan Farrel untuk membantunya mencaritahu siapa dalang di balik peneror itu.
"Apa kalian mencurigai seseorang?": tanya Farrel menatap Louis dan Lee
"Aku tidak terpikirkan kepada siapapun":jawab Lee karena saat ini yang ada di pikirannya hanyalah keselamatan keluarganya
"Louis?": lanjut Doni menatap Louis
"Aku mencurigai seseorang,tapi jika memang itu mereka! aku tidak akan memberikan kesempatan untuk yang kedua kalinya!": jawab Louis dengan tegas
"Apa kalian sudah menceritakan ini kepada paman brilliant?": tanya Farrel
Lee baru teringat kepada Daddynya,dia sangat yakin jika cepat atau lambat Daddynya pasti akan segera mengetahui semuanya.
"Karena Daddy tidak pernah melepaskan matanya untuk setiap hal yang aku lakukan. Daddy akan selalu mengetahui semuanya,tanpa aku memberitahunya": lanjut Lee menatap Louis yang juga menatapnya
Apa Lee tau jika selama ini dia selalu di awasi oleh Daddy dan aku?": batin Louis
"Aku baru ingat,apa itu juga adalah salah satu dari paman brilliant saat kejadian di Italia saat itu?": tanya Doni mengigat saat pertama kali bertemu dengan Lee,di mana saat itu ada segerombolan seperti seorang pengawal yang menyelamatkan mereka dari kedua preman yang mengganggunya dengan Farrel
"Ya itu adalah salah satu mata Daddy yang mengawasiku,tidak hanya Daddy tapi seseorang juga melakukan itu tanpa sepengetahuan ku!": jawab Lee tidak mengalihkan pandangannya dari Louis
Doni dan Farrel saling menatap satu sama lain,lalu beralih menatap kedua pasangan yang ada di hadapannya. Doni dan Farrel tau siapa yang di maksud oleh Lee.
"Kenapa kau menatapku seperti itu sayang?": tanya Louis menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal
"Bukankah ini waktu yang tepat untuk mengakuinya?.
Sejak kapan kau mengirimkan pengawal untuk mengawasiku dan melaporkan semua yang aku lakukan?": tanya Lee dia baru menyadari itu sejak dia mendapatkan keadilan untuk ibunya
"Apa maksudmu sayang,aku tidak mengerti?":tanya Louis dengan polos itu membuat Doni dan Farrel terkekeh melihat Louis seperti maling yang tertangkap basah oleh istrinya sendiri
"Owh tidak mengerti rupanya!": ucap Lee menatap tajam suaminya itu
•Flashback•
Saat itu Lee baru saja selesai makan siang bersama dengan Gea di kantin rumah sakit. Tapi anehnya Lee menyadari ada 4 orang yang selalu berada tak jauh dari pandangannya,Lee seperti di awasi.
Di hari berikutnya Lee ke kafe yang biasanya dia datangi,dan di sana Lee juga melihat orang yang sama dengan yang dia lihat saat di kantin rumah sakit. Mereka berjumlah 4orang.
Tidak mungkin kebetulan,mereka mengawasiku.Tapi siapa mereka? ": batin Lee
Saat itu Lee mencoba untuk tidak memperdulikan sekitarnya, hingga dia memilih untuk segera pergi dari kafe itu.
Saat berada di parkiran,Lee bisa melihat ke4 orang itu lagi masih mengikutinya. Mereka benar-benar mengawasi setiap pergerakan yang Lee lakukan.
Merasa risih,dan juga rasa penasaran yang begitu besar. Lee mendekati ke4 orang itu.
"Kalian siapa?": tanya Lee memberanikan diri untuk bertanya
Tapi anehnya tidak ada yang menjawab pertanyaan Lee.
"Kenapa kalian mengikuti aku?": tanya Lee lagi
"Nyonya,kami__": salah satu dari mereka memanggil Lee nyonya
"What! nyonya siapa yang kalian sebut?": tanya Lee karena mereka menyebutnya nyonya
Ke4 orang itu menunduk, mengumpat satu sama lain kepada salah satu temannya yang kelepasan memanggil nyonya pada Lee.
Ya karena Louis meminta mereka menjaga nyonya Louis,yang saat itu Lee masih menjadi tunangannya.
"Hey kenapa kalian malah diam saja. Ayo jawab kenapa kalian memanggil ku nyonya dan siapa yang menyuruh kalian mengawasi aku?": tanya Lee lagi sudah merasa kesal
"Nyonya kami di suruh oleh tuan Louis untuk selalu menjaga anda,tapi kami semua mohon agar tuan Louis tidak mengetahui bahwa anda sudah tau kami mengawasi anda nyonya": jawab salah satu dari mereka
"Ck! biangnya dia ternyata.": umpat Lee setelah mendapat jawabannya
"Baiklah, pergilah. Jangan mengikuti aku lagi!": tegas Lee lalu pergi dari sana
•Flasback end•
"Jadi sejak kapan kau mengawasi aku, dengan cara seperti itu?": tanya Lee lagi
"Ya,ya baiklah. Sejak pertama kali kita bertemu": jawab Louis karena sudah ketahuan
"Ck! ternyata Louis sudah mengincar mu sejak pertama Lee ": cibir Doni terkekeh
"Diam kau!": kesal Louis karena mendapatkan godaan dari Doni
"Kenapa kau diam,apa kau marah karena aku melakukan hal itu?": tanya Louis melihat istrinya malah diam saja setelah dia mengakuinya
"Tidak! aku tidak marah. Percuma juga aku marah, karena kau dan Daddy tidak ada bedanya, kalian akan terus melakukan hal itu bukan?": tanya balik Lee
Lee merasa percuma jika dia marah, walaupun sebenarnya dia sama sekali tidak menyukainya,tapi Louis dan Daddynya akan selalu seperti itu,Lee pikir juga itu demi kebaikannya sendiri.
Louis hanya tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya, sambil menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.
Benar yang di katakan oleh Lee, Louis ataupun brilliant pasti akan selalu mengawasinya.