Doctor Is Mine

Doctor Is Mine
Lee and familly



“Nona”: panggil bibi Anis pada Lee yang berbaring di sofa ruang tamu


“Bibi”: ucap Lee,bangun dan membenarkan posisinya agar bibi anis bisa duduk di sampingnya


“Kau pasti sangat lelah dalam perjalananmu,apa kau sudah makan?”: tanya bibi Anis dengan lembut pada Lee


“Aku belum makan bi,tapi aku juga belum lapar.”:jawab Lee, kembali berbaring dengan paha bibi anis yang menjadi bantalnya


“Bibi Lee berhasil menemukan orang-orang yang bertanggung jawab atas kematian mommy”: ucap Lee melihat bibi Anis


“Benarkah?”: tanya bibi Anis bahagia mendengar kabar baik itu,10 tahun lalu bibi Anis tau betul bagaimana perjuangan brilliant mencari bukti kematian nyonya besarnya


“Iya bi,mereka akan di proses hukum,Lee sudah melaporkan mereka”: jawab Lee,dia sudah mengirimkan semua bukti kejahatan Bram,Rosa dan Lena kepada polisi. Dan mereka semua akan di proses di pengadilan setelah mereka mengakui semua kejahatannya di depan publik


“Bibi bahagia mendengarnya”: ucap bibi Anis mengelus lembut kepala Lee dengan penuh kasih sayang


“Bibi, Lee sangat merindukan mommy. Apa mommy sudah bahagia di sana tanpa Lee dan Daddy?”: tanya Lee yang kini sudah mengeluarkan air matanya


“Nyonya besar pasti sudah bahagia di sana nona, apalagi saat melihat nona dan tuan besar baik-baik saja.Hanya kebahagiaan nona dan tuan besar itu sudah membuat nyonya besar bahagia di sana.Selalu panjatkan doa untuk nyonya agar bisa selalu dekat dengannya”:ucap bibi Anis, mengusap air mata Lee


“Iya bi,Lee dan Daddy pasti akan bahagia, Karena mommy”:jawab Lee tersenyum


“Bibi selama Lee pergi 7 tahun lalu,apa keluarga mommy ada yang pernah berkunjung?”: tanya Lee


Karena jujur Lee sudah tidak pernah lagi mendengar tentang keluarga ibunya,bukan tanpa alasan Lee tidak tau kabar mereka tapi sejak Lee kecil ibu Lee tidak pernah memperkenalkan keluarganya pada lee,Lee hanya mengetahui ayah dari ibunya dan kakak ibunya yang tinggal di negara yang sama dengan Lee.


“Tidak ada nona,hanya tuan besar Kim dan tuan Jung beserta istrinya yang sering berkunjung kemari”: jawab bibi Anis


“Jangan bilang kalau nona belum menemui mereka?”: lanjut bibi Anis, menebak jika Lee belum menemui mereka setelah Lee kembali ke negara X


“Iya bi,Lee masih takut menemui Granpa dan paman.Lee tau mereka pasti sangat kecewa karena Lee pergi 7 tahun lalu tanpa memberitahu mereka”: jawab Lee,itulah alasannya selama ini tak berani menemui kakek dan pamannya


“Tidakkah nona pikir jika mereka sangat merindukan nona”:ucap bibi Anis,karena selama kakek dan paman Lee itu berkunjung dia selalu saja menanyakan kabar Lee pada brilliant, sempat bibi Anis mendengar jika tuan Kim kakek Lee ingin menyusul Lee ke Italia tapi di cegah oleh brilliant


“Iya bi Lee juga merasakan hal itu,Lee sangat merindukan mereka”: jawab Lee terlihat sedih karena belum bisa menemui kakek dan pamannya


“Maka temuilah mereka nona”: saran bibi Anis berkata dengan lembut


“Iya bi,Lee akan menemui mereka setelah semuanya selesai”: jawab Lee, berjanji akan menemui kakek dan pamannya setelah proses hukum Bram, Rosa dan Lena telah selesai


“Sekarang bersihkan tubuhmu,bibi akan membuatkan makan malam, Sebentar lagi tuan besar akan pulang”: ucap bibi anis


“Terimah kasih bibi,Lee sayang bibi”:kata Lee, mengecup kedua pipi bibi Anis lalu pergi menuju kamarnya


“Bibi juga sangat menyayangimu nona”: gumam bibi Anis, menatap punggung Lee yang berjalan menaiki tangga menuju lantai 2


...


“Daddy harus datang besok ke rumah sakit,karena mereka semua akan mengakuinya di depan publik”: kata Lee yang sudah menjelaskan semuanya pada brilliant tentang Bram,Rosa dan Lena


“Itu sudah pasti sayang, Daddy akan hadir menyaksikan saat mereka mengakuinya di hadapan publik”: jawab brilliant,dia sudah menunggu di mana dia akan melihat orang-orang yang bertanggung jawab atas kematian istrinya berada di dalam jeruji besi


“Daddy,apa kau sudah mengetahui sebelumnya kalau Loius menjadikan Lee pemilik resmi Respiratory hospital?”: tanya Lee dengan serius menatap sang Daddy


“Awalnya Daddy tidak mengetahuinya, sampai Rian datang menemui Daddy ke perusahaan dengan membawa berkas kepemilikan resmi Respiratory hospital. Rian mengatakan jika Louis berpesan memberikan itu padamu setelah dia pergi ke New Zeland,tapi Louis malah mengalami kecelakaan,jadi Daddy meminta Rian agar tidak memberikan itu padamu sebelum Louis sadar.Karena Daddy tidak akan membiarkan kamu mencari bukti itu semua sendiri karena itu akan membahayakan dirimu”: jawab brilliant sejak awal dia sudah mengetahuinya


“Kenapa Daddy membiarkan Louis memberikan itu pada Lee?”: tanya Lee


“Daddy tidak mempunyai hak untuk melarang Louis memberikan rumah sakit itu padamu,itu keinginannya Lee,dia begitu mencintaimu.”: jawab brilliant


“Tapi aku tidak membutuhkan itu semua dad,aku tidak ingin hartanya. Aku sudah memiliki segalanya”: ucap Lee


“Kau bisa mengembalikan itu pada Louis sayang jika kau tidak mau, bicarakan itu baik-baik padanya”: jawab brilliant mengelus lembut kepala Lee yang berbaring di pahanya


“Lee sudah mengatakan itu dad,tapi Louis tidak mau jika Lee menolaknya.”: Jawab Lee


“Maka terima saja, hargailah pemberiannya. Louis bahkan sudah banyak membantu kita dalam mengungkapkan kejahatan Bram”: kata brilliant


“Iya Daddy benar,tanpa Louis Lee mungkin belum menemukan apa-apa”: ucap Lee membenarkan apa yang di katakan ayahnya itu


“Lee apa kau begitu mencintainya nak?”: tanya brilliant, mempertanyakan perasaan Lee pada Louis


“Lee begitu mencintainya dad,dia pria kedua yang bisa membuat Lee nyaman setelah Daddy. Kasih sayang,cinta yang tulus dan perhatian yang lebih semuanya di berikan Louis dengan tulus pada Lee”:jawab Lee,kini dia sudah tidak malu lagi mengakui perasaanya terhadap Louis


“Daddy bahagia kau menemukan pria seperti Louis, Daddy tidak akan khawatir lagi jika Louis bersamamu”: ucap brilliant,dia bersyukur karena Louis hadir dalam kehidupan putrinya


Lusi aku harap kau bahagia di sana, lihatlah putri kita yang kini sudah jatuh cinta pada pria,putri kecil kita tumbuh menjadi wanita yang kuat dan tangguh seperti yang kau harapkan”: batin brilliant


“Tapi Daddy akan selalu berada di posisi pertama di hati Lee,tidak akan ada yang bisa mengubah itu selamanya”:kata Lee, menatap lembut sang Daddy


“Ohh putri Daddy. Daddy sangat terharu mendengarnya”: jawab brilliant terharu mendengar ucapan putrinya


Lama kedua ayah dan anak itu mengobrol, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kamar untuk istirahat.


“Kenapa dia belum mengabari aku?”: gumam Lee menatap ponselnya, berharap jika Louis mengabarinya


“Apa dia sibuk? Tapi kami baru saja kembali dari luar negeri,apa iya dia langsung bekerja?”: lanjut Lee beranggapan


“Ah sudahlah,mungkin saja Louis saat ini sedang istirahat”: ucap Lee ,pada dirinya sendiri


“Mommy Lee akan menunjukkan keadilan kematian mommy besok,Lee harap mommy bahagia di sana”: gumam Lee,lalu memejamkan matanya