Doctor Is Mine

Doctor Is Mine
Aku mencintaimu "Rian"



“Jenny kenapa kau pergi dari sana?”:tanya Harry yang menyusul jenny yang kini mereka berada di tepi kolam renang


“Aku sungguh benci melihat itu semua Harry,aku tidak ingin berlama-lama di sana menyaksikan kemesraan mereka!”: emosi jenny meluap begitu saja


“Jadi apa yang akan kau lakukan?”:tanya Harry


“Lakukan rencana yang aku katakan padamu”:jawab jenny


“Aku tidak akan melakukan itu, posisi itu akan membuat Lee terluka!”:ucap Harry tidak mau melakukan rencana yang telah di atur oleh jenny sebelum mereka berangkat ke Filipina


“Bodoh! Dia mungkin terluka tapi kau ini dokter,kau bisa mengambil kesempatan untuk selalu bersama dengannya dengan alasan lukanya,dengan begitu kita akan saling menjalankan peran untuk menarik mereka berdua dalam pertengkaran hingga mereka berdua berpisah”:kata jenny kepada harry


Harry sejenak terdiam memikirkan rencana jenny.


“Baiklah,kapan?”: tanya Harry menyetujui rencana jenny


“Aku dengar mereka akan berlayar besok”:jawab jenny tersenyum licik


Tanpa kedua orang itu sadari ada seseorang yang memperhatikan mereka, mendengar semua pembicaraan mereka. Ya dia adalah Doni,dia sengaja pamit ingin ke toilet kepada para sahabatnya karena dia ingin mengikuti jenny dan Harry yang menurutnya mencurigakan,dan benar saja kecurigaan Doni terbukti kehadiran jenny dan Harry di sini karena ingin memisahkan Louis dan Lee.


“Dasar sampah! Tidak akan aku biarkan rencana kalian berhasil”: gumam Doni lalu pergi dari sana,dia segera kembali berkumpul dengan yang lainnya


“Lama sekali kau”: kata Louis melihat Doni baru saja kembali bergabung


“Ya tadi aku sungguh sakit perut”: jawab Doni mengambil jangung bakar milik Lee


“Ihh kakak itu milikku,kenapa kau memakannya?”:tanya Lee kesal karena punyanya baru saja dia makan tapi sudah di ambil oleh Doni


“Kau bisa meminta Louis untuk membuatnya lagi,aku sangat lapar”: ucap Doni sambil memakan jangung bakar di tangannya


“Ck tadi kau bilang sakit perut, aneh”: cibir Farrel dan yang lainya hanya menggeleng kepala melihat kelakuan Doni


“Mau aku buatkan lagi?”: tanya Louis melihat wajah cemberut kekasihnya karena Doni


“Mau”: jawab Lee berbinar tersenyum kepada Louis


“Dasar”: ucap Louis mengacak-acak rambut Lee ,lalu beranjak untuk mendapatkan jagung bakar lagi untuk Lee


20 menit kemudian Louis kembali dengan membawa jagung bakar.


“Ini,makanlah”: kata Louis memberikan hasil bakarnya kepada Lee


“Terima kasih sayang”: ucap Lee tersenyum


“Apa yang baru saja kau katakan?”: tanya lagi Louis mendengar Lee untuk pertama kalinya memanggilnya dengan sayang


“Tidak ada!”: jawab Lee sambil memakan jagung bakar miliknya


“Lee aku duluan yah,aku baru ingat belum mengabari seseorang”: kata Gea kepada Lee dan di balas anggukan oleh Lee


“Iya nanti aku menyusul”: ucap Lee


“Semuanya aku ke dalam lebih dulu”: kata Gea kepada yang lain dan di balas anggukan dengan mereka semua


Dia ingin mengabari siapa?”: batin Rian


Gea pergi meninggalkan mereka semua karena dia baru ingat sejak dia tiba ,dia belum mengabari kakaknya. Dan juga dia ingin sedikit menjauh dari Rian ,Gea merasa selama ini dia sudah berusaha untuk melupakan rasa cintanya kepada Rian, tapi sangat susah untuk menghilangkan rasa itu.


“Ayolah Gea dia tidak pernah menyukaimu,dia hanya menganggap mu sebagai temannya saja”: gumam Gea kepada dirinya sendiri


Gea mencari ponselnya yang sedari tadi tidak tau dia letakkan dimana.


“Ah kau di sini rupanya”: ucap Gea menemukan ponselnya di bawah bantal sofa yang ada di dalam kamarnya


Gea segera menghubungi kakaknya gio.


“Hallo kakak,maaf baru mengabari mu”: ucap Gea kepada gio


“Selalu saja seperti itu,tapi ya sudahlah apa kau sudah makan?”: tanya gio selalu menanyakan apa adiknya itu sudah makan atau tidak


“Sudah kak, bagaimana dengan kakak?”: tanya Gea


“Sudah,tadi kakak baru saja makan bersama dengan laura”: jawab gio


“Ah baiklah kalau begitu,aku ingin istirahat”: kata Gea


“Ya aku mengerti,good night": balas Gea langsung mematikan sambungan teleponnya dengan gio


“Kakak telah memiliki kekasih, cepat atau lambat kakak akan menikah tinggal bersama istrinya.Aku akan sendiri,kenapa hidupku seburuk ini, tumbuh dewasa tanpa adanya sosok mama,papa..hiks..hiks”: tangis Gea


“Aku mencintai Rian,tapi aku hanya bisa diam saja karena aku takut jika dia akan menjauh jika mengetahui jika aku mencintainya! Aku berusaha untuk menghilangkan perasaan ini tapi tetap saja tidak bisa,hiks..hikss aku harus apa kenapa begitu banyak permainan dalam hidupku”: tangis Gea begitu piluh,dia tidak pernah menunjukkan kesedihannya itu kepada kakak atau sahabatnya,dia memendamnya sendiri


Sampai Gea tidak sadar tertidur di lantai kamarnya,dengan posisi memeluk lututnya.


Seseorang masuk mengangkat Gea ke tempat tidur, mengusap lembut sisa air mata Gea.


“Kau tidak akan sendiri lagi”: ucap orang itu


“Jangan pernah berpikir untuk menghilangkan rasa itu, bersabarlah”: kata pria itu tak lain dia adalah Rian


“Selamat malam sayang,aku mencintaimu”: ucap Rian mencium kening Gea lalu keluar dari kamar itu


Ya selama ini Rian terlihat cuek,tapi jujur Rian mencintai Gea sejak awal.Tapi Rian tidak tau bagaimana caranya dia menyampaikan itu kepada Gea.Sampai malam ini tiba Rian mendengar sendiri jika selama ini Gea juga menyimpan rasa untuknya.


“Dari mana kau?”: tanya Louis yang melihat Rian baru saja keluar dari kamar Gea


“Ah itu,itu aku baru”:Rian tidak tau harus menjawab apa kepada Louis


“Sampai kapan kau akan memendamnya, cepatlah katakan pada Gea sebelum dia di ambil oleh orang lain”: kata Louis karena dia tau jika sahabatnya itu sudah menyukai Gea sejak awal


“Aku tidak tau harus mengungkapkannya dengan cara apa?”: bingung Rian karena dia sama sekali tidak berpengalaman dalam urusan percintaan


“Tenang saja aku akan membantumu”: ucap Louis, menepuk pundak Rian lalu berjalan pergi meninggalkan Rian


“Kau mau kemana Louis?”: tanya Rian karena melihat Louis berjalan ke kamar ujung yang mana kamar itu di pakai oleh Lee


“Aku mempunyai kekasih Rian”: jawab Louis tanpa berbalik


“Kau ingin tidur satu kamar dengan Lee?”: tanya Rian


“Kau sepertinya butuh istirahat yang cukup,agar otakmu bisa berpikir jernih”: kata Louis lalu masuk ke dalam kamar Lee


“Ck sialan!”: umpat Rian lalu berjalan menuju kamarnya yang berada tepat di samping kamar Gea


Sedangkan Louis yang baru saja masuk ke dalam kamar Lee, melihat Lee yang baru saja keluar dari kamar mandi.


“Kau di sini,ada apa?”: tanya Lee melihat Louis yang sudah duduk di sofa


“Tidak ada,aku hanya ingin melihat mu”: jawab Louis


“Melihatku kenapa?”: tanya Lee yang duduk di meja rias sambil mengeringkan rambutnya yang basah


“Apa salah jika aku ingin melihat mu?”: tanya Louis berjalan mendekati Lee


“Dasar aneh,belum satu jam kita bubar dari halaman belakang”:kata Lee memutar matanya dengan malas


“Aku ingin tidur bersamamu malam ini”: kata Louis mengambil alih handuk kecil yang ada di tangan Lee lalu menggosok rambut Lee dengan lembut


“Kau punya kamar sendiri Louis”:ucap Lee


“Ayolah sayang,aku sudah pernah berjanji padamu tidak akan melakukan apapun, sebelum kita terikat janji suci”:kata Louis


“Baiklah terserah kau saja”: pasrah Lee,karena dia tidak akan pernah bisa menang melawan Louis dan lagi Lee sedang malas berdebat


Louis tersenyum menatap Lee dari pantulan cermin.


“Jangan menatap aku seperti itu”:kata Lee melihat Louis terus saja menatapnya sedari tadi


“Kau sangat cantik”:puji Louis,dia benar-benar mengangumi kecantikan alami wanita yang ada di hadapannya itu


“Stop! Kau membuat aku malu saja. Dan untuk ini terima kasih”: kata Lee mengambil handuk yang di pakai Louis untuk mengeringkan rambutnya


“Aku ingin mandi,lebih dulu bisakah kau ambilkan bajuku di kamar?”: tanya Louis


“Hmm ya sudah sana,aku akan mengambil bajumu”: jawab Lee


“Terima kasih baby”: ucap Louis mencium kening Lee lalu masuk ke dalam kamar mandi


Astaga bukankah seperti ini aku dan dia seperti seorang suami, istri?”: batin Lee tersenyum geli