
•Flashback•
"Kakak aku tidak tau ingin memberikan apa kepada kakak ipar": regek Jeniffer pada Louis sejak tadi , hingga membuat Louis pusing dengan tingkah Jeniffer
"Jeniffer,kakak ingin bekerja! kau yang ingin memberikan kakak iparmu hadiah,kenapa kau harus merepotkan kakak!": kesal Louis karena Jeniffer benar-benar mengganggunya
"Ah aku punya satu hadiah yang sangat bagus untuk kakak ipar": tiba-tiba sebuah ide terlintas di pikiran Jeniffer
"Baguslah jika kau sudah mendapatkan apa akan kau berikan, sekarang tinggalkan kakak. Masih banyak yang harus aku kerjakan": kata Louis kembali menatap serius laptop yang ada di hadapannya
"Ehhh! kakak harus membantu ku!": ucap Jeniffer menatap Louis dengan tersenyum licik
"Kenapa kau tersenyum seperti itu,apa yang sedang kau rencanakan?": tanya Louis menatap Jeniffer dengan curiga
"Kak,aku ingin memberikan Bugatti Chiron sebagai hadiah untuk kak Lee.": kata Jeniffer menatap Louis
"Haah! kau serius ingin memberikan itu pada kakak iparmu?": tanya Louis menatap adik sepupunya itu
"Iya,aku serius kak": jawab Jeniffer dengan cepat
"Apa kau yakin,apa tabunganmu cukup untuk membeli mobil seharga 40 milyar?": tanya Louis dengan nada mengejek adik sepupunya itu yang menurutnya mengada-ngada
"Maka dari itu kau harus membantu aku kak": kata Jeniffer menatap serius kakak sepupunya itu
"Apa maksudmu?": tanya Louis sudah mulai curiga dengan adiknya itu
"Belikan hadiah itu atas namaku tapi kau yang membayarnya": kata Jeniffer
"Kenapa harus aku yang membayarnya,itu hadiah yang ingin kau berikan pada Lee. Jadi mestinya pakai uangmu sendiri": tolak Louis
"Kakak ayolah,kau tau tabungan ku saja tidak sebanyak itu.": bujuk Jeniffer, berusaha agar Louis mau membelikan mobil yang dia inginkan untuk menjadi hadiah Lee
"Beli yang kau bisa saja! aku tidak mau": tolak Louis fokus dengan laptopnya
"Kakak ayolah aku janji akan melakukan apapun untukmu,aku akan menurut dan aku tidak akan melakukan hal-hal aneh": janji Jeniffer agar Louis menuruti keinginannya
"Tidak!": Louis masih saja menolak bukan karena dia tidak mampu membelinya,tapi menurutnya hadiah itu Jeniffer yang ingin memberikannya pada Lee ,jadi Jeniffer lah yang harus membelinya sendiri. Walaupun tidak mungkin jika Jeniffer bisa membeli mobil seharga fantastis itu
"Kak aku mohon,pliss": Jeniffer tidak menyerah untuk membujuk kakak sepupunya
"Kakak aku janji akan patuh padamu,kali ini aja": ucap Jeniffer
"Kakak,pliss": Jeniffer pantang menyerah sebelum dia mendapatkan apa yang dia inginkan
"Jeniffer stopped talking! kau membuat aku pusing": tegas Louis sudah muak mendengar Jeniffer terus merengek padanya
"Kak": sahut Jeniffer lagi
"Shut up!": kata Louis menyuruh adik sepupunya itu diam
"Baiklah,aku akan membelinya": lanjut Louis akhirnya mengalah untuk memberikan apa yang adiknya inginkan
"Ahhh terimakasih kak": girang Jeniffer langsung memeluk Louis, karena Louis menuruti keinginannya
"Ya sekarang kembali ke kamar mu,jangan mengangguku": kata Louis
"Siap bos": patuh Jeniffer
"Kakak aku akan langsung memesannya 2 unit satu untukku berwarna merah dan satu untuk kak Lee berwarna putih. Terimakasih aku menyayangimu": kata Jeniffer lalu segera pergi meninggalkan ruangan kerja Louis
" 2 unit? bukankah tadi anak itu hanya ingin membelikan Lee sebagai hadiah? kenapa jadi 2 unit?": kata Louis bingung
"Hahaha..": tawa seseorang dari ambang pintu ruangan kerja Louis
"Papa": Louis melihat papanya berada di sana
"Apa kau baru sadar jika di bodohi oleh adikmu?": tanya kerta duduk di sofa ruang kerja putranya
"Dia sangat licik pah": jawab Louis
"Turuti saja keinginannya, selama ini dia tidak pernah berani meminta apapun padamu. Jeniffer sangat menginginkan mobil itu,karena dia rasa hanya kau yang bisa memberikan itu padanya,maka dari itu dia memintanya padamu walaupun dia mengunakan Lee sebagai umpannya": tawa kerta karena sedari tadi mendengar Jeniffer merengek kepada Louis
"Jika saja dia meminta itu pada papa,sudah pasti papa akan menurutinya. Tapi dia tidak pernah mau meminta apapun pada papa ataupun mama": lanjut kerta ,karena dia sangat menyayangi Jeniffer melebihi apapun, Jeniffer mengingatkan kerta kepada almarhum putrinya Alena
"Aku tidak menyangka dia begitu pintar. Tapi aku akan tetap memberikan apa yang dia inginkan. Papa pasti tau, Louis sangat menyayangi Jeniffer sama seperti Louis menyayangi Alena.": kata Louis tersenyum mengingat kembali tingkah adik sepupunya yang membujuknya
"Papa tau itu.": jawab kerta
"Dia benar-benar tau cara menghabiskan uangku": kata Louis tertawa dengan kerta mengingat tingkah Jeniffer yang menurut mereka mengemaskan
•Flasback end'•
"Ingat janjimu anak nakal!": kata Louis menatap adiknya itu, mengingatkan janji Jeniffer untuk tidak melakukan hal-hal aneh
"Aku ingat janjiku padamu kak": jawab Jeniffer tersenyum menatap Louis
"Baguslah,jangan lupa untuk segera mendaftarkan dirimu di universitas yang sudah kakak tunjukkan. Kau tidak boleh ketinggalan pelajaran": pesan Louis pada adiknya
"Iya": patuh Jeniffer tersenyum
"Anak pintar,dan satu hal lagi! jangan mengemudikan mobil di atas kecepatan rata-rata! kau tau kakak begitu banyak mata-mata untuk mengawasimu!": pesan Louis pada Jeniffer, mengatakan itu dengan sebuah ancaman jika Jeniffer membantahnya
"Iya aku ingat semua yang kau katakan kak,aku tidak akan berani melanggarnya": patuh Jeniffer,dia akan patuh pada setiap perkataan kakak sepupunya
Lee yang sedari tadi hanya duduk memperhatikan Louis yang memperingati Jeniffer untuk tidak melakukan hal-hal aneh.
"Kalau begitu kembalilah ke rumah,sopir kakak akan mengantarmu": kata Louis pada Jeniffer
"Iya,aku akan pulang": lagi-lagi Jeniffer hanya patuh dengan perkataan Louis
"Kak Lee,aku kembali lebih dulu. Aku menunggumu di rumah,jangan lama-lama": kata Jeniffer menghampiri Lee untuk dia peluk sebelum kembali ke rumah
"Iya, kau hati-hati di jalan": jawab Lee membalas pelukan adik iparnya
"Kakak aku pulang":ucap Jeniffer mencium pipi Louis dan Lee sebelum meninggal kamar Louis dan Lee
"Hati-hati,dan pak tomi jaga dia dengan baik": pesan Louis pada sopir pribadinya yang sudah menjemput Jeniffer langsung ke kamar Louis dan Lee yang berada di hotel
"Baik tuan,kalau begitu saya permisi tuan dan nona": pamit pak tomi segera menyusul Jeniffer yang sudah lebih dulu
"Dia sangat lucu,aku sangat bahagia karena kau memiliki adik seperti Jeniffer": kata Lee pada suaminya
"Aku sangat menyayanginya,selama ini aku bodoh karena sempat mengacuhkannya setelah kepergian Alena. Aku ingin kembali menjadi kakak yang selama ini dia kenal": ucap Louis
"Aku yakin kau pasti bisa,kau kakak yang hebat": kata Lee menyemangati suaminya
Louis menanggapinya dengan senyuman,lalu tiba-tiba mencium bibir Lee. Dan untuk selanjutnya kalian pasti sudah tau,bagi pasangan yang baru saja menikah.👋
______________
Jangan lupa follow akun Instagram aku:@_nonafaa ❣️